Kiandra

Kiandra
Rasa curiga.


__ADS_3

Pagi itu, Romi sudah nampak berada di depan teras rumah Kiandra.


Dengan sumringah nya dia menimang bayi Ema dalam gendongan nya.


Nampak bayi Ema juga sangat nyaman saat bersama dengan Romi.


Sementara Kiandra yang sedang memasak di dapur sesekali melirik ke arah teras.


Ia begitu heran, semenjak ada bayi Ema di rumah itu, Romi entah berapa kali dalam sebulan bisa datang berkunjung hanya untuk bertemu dengan bayi Ema.


"Kok aku jadi ngerasa ada yang di sembunyi in sama Romi ya," keluh Kiandra sembari terus menyelesaikan hidangan untuk sarapan.


Tak berselang lama.


Nampak Queen keluar dari kamar nya.


Dengan ogah ogahan dia berjalan ke arah meja makan dan meneguk segelas air putih.


Saat pandangan nya tertuju ke arah teras.


Ia begitu terkejut hingga tersedak air minum saat melihat Romi telah berada di rumah nya sepagi itu.


"Kamu gpp?," tanya Kiandra menatap heran dengan tingkah Queen saat melihat Romi.


"Dia?, sepagi ini?, gila!," ketus Queen bergegas mendekati Romi yang tengah asyik bersama bayi Ema.


"Queen!, kamu mau ngapain?," seru Kiandra merasa was was jika Queen memarahi Romi tanpa sebab.

__ADS_1


Tanpa menghiraukan panggilan Kiandra.


Queen tetap bergegas menuju ke arah teras.


"Hee!, kamu tuh lelaki gak tau malu ya!, udah aku bilang sampai kapan pun aku gak bakal mau sama kamu!," sentak Queen membuat Romi mengeryitkan kening nya.


"Kepedean banget sih kamu Queen, aku ke sini cuma mau ketemu sama sahabat ku Kiandra dan Ema yang lucu ini kok," sahut Romi membuat Queen clingukan dan malu.


"Bohong," seru Queen mencoba menutupi rasa malu nya.


"Ya udah kalau kamu gak percaya, terserah!," seru Romi kembali mengajak bayi Ema bermain.


Astaga, aku bener bener di cuekin!, kok bisa aku kalah sama bayi itu sih!, batin Queen kembali bergegas masuk ke dalam kamar nya.


Melihat Queen masuk ke kamar nya dengan wajah kesal.


Kiandra yang saat itu sudah selesai dengan urusan dapur segera menemui Romi di teras.


Dan kenapa Romi selalu terlibat cekcok saat bertemu dengan Queen.


"Sarapan Rom," ucap Kiandra membuyarkan fokus Romi yang sedang asyik bermain dengan bayi Ema yang kini sudah mulai bisa merangkak.


"Eh Kiandra, makasih Kin, aku sarapan di kantor aja," sahut Romi.


"Ngapain juga sarapan di kantor, kamu sarapan bareng sama kita aja," ajak Kiandra lagi.


"Gak usah Kin, aku juga harus segera ke kantor," seru Romi mengembalikan bayi Ema ke dekapan Kiandra.

__ADS_1


"Emm, oh ya, kamu kok kayak nya seneng banget sih main sama Ema?," tanya Kiandra membuat Romi kebingungan untuk mencari alasan yang tepat.


"Ya mungkin, karna adik perempuan ku udah besar Kin, jadi aku gemes banget kalau lihat Ema yang masih imut imut nya," ucap Romi.


"Owh gitu, trus aku boleh tahu gak, kamu sama Queen ada masalah apa?, kenapa kalian sering banget bertengkar?," tanya Kiandra merasa curiga dengan hubungan antara Queen dan Romi.


"Kamu kan tahu sendiri Kin, aku tuh dari dulu udah suka sama Queen, tapi dia nya enggak," seru Romi.


"Trus?," tanya Kiandra semakin penasaran dengan kelanjutan cerita Romi.


"Ya aku terang terangan ngajak dia nikah," sahut Romi.


"Bagus dong, trus kenapa kok gak di terusin aja?," seru Kiandra ikut senang jika Romi akhirnya berani mengutarakan perasaan dan keseriusan nya pada Queen.


"Nah itu masalah nya, Queen terus aja nolak aku mentah mentah," seru Romi.


"Kapan kapan aku bakal coba bujuk Queen deh," seru Kiandra namun tak membuat raut wajah Romi berubah senang.


"Gak usah lah Kin, aku juga udah males sama dia, tipe tipe kayak Queen itu kalau jadi ibu mungkin gak akan bisa urus anak nya sendiri, malah ribet kan jadi nya," seru Romi membuat kecurigaan Kiandra semakin besar pada kedua nya.


Pasti ada sebagian cerita yang masih di sembunyi in sama Romi, kok bisa sampek hal ngurus anak segala?, batin Kiandra menatap penuh tanda tanya ke arah Romi.


"Kenapa kamu mandang aku gitu banget sih Kin?," seru Romi menyadari bahwa mungkin ia sudah bicara terlalu banyak.


"Gak kok, gpp," sahut Kiandra memilih diam saat itu.


"Ya udah, kalau gitu, aku pamit dulu ya, salam buat Boy, Assalammualaikum," seru Romi bergegas masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Walaikumsalam," sahut Kiandra bersamaan dengan bayi Ema yang menangis secara tiba tiba.


"Lho sayang!, kok kamu tiba tiba nangis sih!, ini kan bunda," seru Kiandra mencoba menenangkan bayi Ema sembari kembali masuk ke dalam rumah.


__ADS_2