Kiandra

Kiandra
Mencari bukti.


__ADS_3

"Kak Viona, aku memanggilmu...!!", seru Nurma alias Kiandra setelah pulang dari kantor sore itu.


"Aku di sini", seru sebuah suara menggema di telinganya.


"Hari ini untuk pertama kalinya, aku membutuhkan bantuan roh sepertimu kak", ucap Nurma berbalik badan dan menatap ke arah teman masa kecil nya itu.


"Apa yang bisa ku bantu..??", tanya roh Viona.


"Aku sudah lelah mengikuti permainan dari pamanku, bisa kah kakak mencari tahu, dimana berkas berkas miliknya yang membuktikan kalau ia telah menyalah gunakan jabatannya di perusahaan...??", ucap Nurma.


Seketika, roh Viona menghilang tanpa sepatah kata pun dari hadapan Nurma.


"Tinggal langkah berikutnya...!!", ucap Nurma berjalan keluar kamar dan mengamati sekeliling rumah.


Aku harus cari bukti keterlibatan paman dalam kasus kecelakaan itu, gumam Nurma dalam hati.


"Kayaknya Queen dan tante lagi keluar deh...!!, dan kemana paman...??, bukannya dia juga udah pulang kantor tadi..", ucap Nurma sembari mengawasi sekelilingnya dengan hati hati.


Samar samar Nurma mendengar sebuah suara di teras depan rumah.


Nampak pak Hatta sedang sibuk berbicara di telfon dengan seorang kolega nya.


Aman....!!, gumam Nurma dalam hati sembari berjalan pelan menuju ke kamar pak Hatta.


Saat ia melewati ruang tamu.


Ia sempat melihat sebuah ponsel terselip di tas kantor sang paman.


"Aku kok gak pernah tahu ya kalau paman punya 2 ponsel, model jadul lagi", ucap Nurma penasaran.

__ADS_1


Ia mengambil ponsel itu dan mengecek isi nya.


Yah...!!, kosong...!!, cuma ada 1 nomer.., nomer siapa ya..??, kok istimewa banget sampai harus di buat ponsel pribadi..??", gumam Nurma dalam hati sembari mencoba menyalin nomer ponsel itu, siapa tahu bisa berguna untuk nya.


Ia juga mencoba menyetel ulang ponsel itu agar merekam setiap pembicaraan yang terjadi setelahnya dan otomatis mengirim file ke ponsel Nurma.


Sementara itu.


Pak Hatta telah selesai dengan obrolannya.


Ia masuk ke dalam dan agak geram melihat Nurma duduk santai di ruang tamu nya.


"Nurma...!!, sedang apa kamu..??", seru pak Hatta membuat Nurma mencoba mengembalikan ponsel itu ke tempatnya semula.


Karna tidak mendapat jawaban.


Dengan muka kesal ia menatap wajah Nurma yang mencoba tetap santai sembari membolak balik kan koran di tangannya.


"Kamu tuli..!!", seru pak Hatta.


"Kenapa sih om..??, tiba tiba marah marah, tiba tiba baik sama saya, sebenarnya mau om apa sih..??, kalau om suruh saya pergi ya udah saya pergi aja", ucap Nurma membuat pak Hatta terdiam.


Rencana ku bahkan belum membuahkan hasil, gumam pak Hatta dalam hati sembari mengambil tas kantor nya dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.


Aku tau kok paman, paman nahan aku di sini agar bisa membalik surat warisan itu atas nama paman bukan.., tapi tenang aja paman, aku juga masih punya tujuan sehingga masih bertahan di sini, gumam Nurma dalam hati.


"Aku menemukan beberapa dokumen yang kamu maksud di brangkas nya, brangkas rumah paviliun, bukan di rumah ini", ucap roh Viona kembali muncul di samping Nurma.


"Lalu, kamu membawanya..??", tanya Nurma penuh semangat.

__ADS_1


"Tidak...!!, aku tak bisa menyentuh barang barang manusia, maaf aku cuma bisa membantumu sampai di sini", ucap roh Viona langsung menghilang dari samping Nurma.


"Terima kasih kak", ucap Nurma menghargai bantuannya.


Sementara itu.


Queen dan bu Rara yang melihatnya dari arah pintu depan merasa aneh dengan kelakuan Nurma.


"Ih, lihat deh mi..!!, saraf kali dia ya... !!!", ucap Queen menghentikan langkah kaki nya.


"Ih, iya kayaknya, apa coba namanya..??, orang ngomong sendiri gitu..!!", seru bu Rara.


"Gimana sih Kiandra kalau cari teman..!!, punya teman satu aja gak jelas banget..!!", ucap Queen merasa ngeri melihat Nurma yang beberapa kali terlihat berbicara sendiri.


Tiba tiba, roh Viona muncul di belakang mereka.


Dengan muka flat, ia seakan tak suka dengan apa yang di ucapkan Queen.


"Kamu menghina temannya, berarti juga menghinaku..!!", ucap lirih roh Viona di telinga Queen.


Membuat Queen seketika berteriak ketakutan.


"Hantu mi...!!", seru Queen berlari menuju kamarnya, mengagetkan Nurma yang sedari tadi duduk di ruang tamu.


"Apa an sih Queen...!!, jangan ngaco deh..!!, mami gak mau ya punya anak ikutan saraf...!!", seru bu Rara berjalan mengikuti Queen masuk ke dalam kamarnya.


Nurma menahan tawa melihat Queen yang lari terbirit birit.


Pasti kak Viona....., gumam Nurma dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2