Kiandra

Kiandra
Bayi adopsi ~2~


__ADS_3

Siang itu Kiandra nampak tak sabar duduk terlalu lama di mobil nya.


Ingin segera ia sampai di panti asuhan, dan mendapatkan seorang anak yang akan melengkapi kehidupan rumah tangga mereka.


Sudah berminggu minggu Kiandra tak terlihat tersenyum sebahagia hari itu.


Beruntung Boy sangat setia berada di sisi nya selalu, dan tak mempermasalah kan jika memang mereka tak akan pernah memiliki anak darah daging mereka sendiri.


Semua anak itu sama, entah anak kandung ataupun anak adopsi, kata kata itulah yang kini di yakini oleh Boy dan Kiandra.


Membuat Kiandra berangsur angsur melupakan kesedihan nya dan mencoba membuka lembaran baru.


Tak berselang lama.


Romi menghentikan mobil nya di sebuah halaman rumah yang cukup luas.


"Turunlah !, kita sudah sampai !", seru Romi bergegas keluar dari mobil di ikuti oleh Kiandra dan juga Boy.


Sekilas tak ada yang istimewa sejauh pandangan Kiandra saat itu.


"Sepi Rom", seru Boy mencari cari keberadaan seseorang di rumah itu.


"Tunggu ya !, satu, dua..", sahut Romi sembari menatap jam tangan nya.


Dalam hitungan ke tiga, seketika pintu rumah panti terbuka dan berpuluh puluh anak nampak berlari dengan riang nya keluar dari dalam rumah.


Membuat senyuman Kiandra mekar seketika itu juga.


Bahkan air mata haru sempat menetes dari kedua mata Kiandra.


"Boy !", ucap Kiandra sembari menggenggam tangan sang suami.


"Rumah kita akan di isi suara tawa salah satu dari mereka sayang !", seru Boy membuat Kiandra bahagia.


Tentu Boy, dan aku akan pastikan suara Cantika anak ku lah yang akan kalian dengar setiap hari nya, gumam Romi dalam hati sembari mengajak Boy dan Kiandra bertemu dengan rekan kerja nya yang sudah sampai lebih dulu sembari bertemu pengurus panti.


"Selamat siang buk", sapa Romi memberi salam kepada bu Nikmah dan juga Rere yang merupakan anak bu Nikmah.


"Ini rekan saya yang akan membantu program orang tua asuh bagi anak anak panti di sini buk", ucap Rio menjelaskan.

__ADS_1


"Mohon bantuan nya nak", timpal bu Nikmah.


Lalu tiba tiba pandangan nya teralihkan pada pasutri yang berada di belakang Romi.


"Mereka ?", tanya bu Nikmah penasaran.


"Oh mereka, mereka ini pasutri yang akan menjadi orang pertama yang memulai program orang tua asuh di sini buk", seru Romi menjelaskan.


"Masyaallah, semoga niat kalian menjadi berkah ya nak", seru bu Nikmah mempersilahkan Kiandra dan Boy berkeliling panti asuhan.


"Anak anak nya lucu ya buk, jadi bingung saya milih nya", ucap Kiandra bersemangat.


"Ia, mereka bahkan sudah diajarkan belajar mandiri dan sopan sejak kecil nak, yang itu usia nya 10 tahun nama nya Kela, itu Robi 6 tahun", seru bu Nikmah memperkenalkan satu persatu anak anak panti nya.


Membuat Romi berusaha mencari cara agar Kiandra bisa memilih Cantika pada akhir nya.


"Emm bu Nikmah, bisa saya beri usulan ?", seru Romi menghentikan percakapan antara bu Nikmah dan Kiandra.


"Silahkan Rom", sahut Kiandra tak keberatan.


"Kalian kan masih muda, ya kan bu Nikmah", ucap Romi mulai memprovokasi mereka.


"Kenapa tak mengadopsi anak yang masih bayi saja ?", seru Romi membuat mereka bertiga terdiam.


"Tapi mengurus bayi itu sulit lho nak, mereka kan masih muda, punya karir, apa gak keberatan ?", sahut bu Nikmah membuat Kiandra dan Boy saling pandang.


"Maksud saya biar mereka ini bisa mengasuh nya dengan full gitu lho bu, mereka bisa merasakan gimana merawat bayi, keluh kesah nya gimana ?, nikmat nya dan lelah nya mengasuh anak sejak ia bayi", seru Romi membuat Kiandra tertarik.


"Mungkin ada benar nya buk, saya ingin sepenuh nya merasakan mengasuh anak sejak ia masih bayi", sahut Kiandra langsung mendapat persetujuan dari Boy.


Membuat Romi sedikit senang karna sedikit lagi rencana nya akan berhasil.


Tinggal menggiring mereka berdua


mengenal Cantika, gumam Romi dalam hati sembari membenarkan kaca mata nya.


"Kalau begitu mari ikut saya", seru bu Nikmah mengajak mereka masuk ke ruangan para bayi.


Romi segera menelisik di mana Cantika berada, sementara Kiandra dan yang lain sibuk mengamati satu persatu bayi yang ada.

__ADS_1


Ketemu !, apa kabar Cantika nya ayah ?, gumam Romi dalam hati mencoba menggendong Cantika.


"Dia bayi baru di sini", seru bu Nikmah saat melihat Romi menggendong bayi yang ia temukan semalam di teras panti.


"Kenapa dia bisa sampai ke sini bu ?", tanya Kiandra penasaran sembari berjalan mendekat ke arah bayi Cantika.


"Entahlah !, dia di tinggalkan begitu saja di teras panti ini semalam, seperti nya ia sengaja di buang", ucap bu Nikmah menjelaskan.


"Astaga !, jahat sekali orang tua nya", keluh Boy.


Kamu tak tahu rasa nya jadi aku Boy, gumam Romi dalam hati menanggapi ucapan Boy.


"Cobalah kau gendong", ucap Romi.


Kiandra langsung bersedia dan menggendong bayi Cantika di dekapan nya.


Cantika bahkan terlihat nyaman di pelukan Kiandra.


Bagus nak, gumam Romi dalam hati.


"Cantik sekali kamu sayang, gimana Boy ?, kita adopsi saja dia, ya ?", seru Kiandra membuat Romi senang karna rencana nya berhasil.


"Kamu gak mau lihat bayi yang lain dulu ?", seru Boy membuat Kiandra terdiam dan menatap Cantika.


"Kenapa harus cari bayi lain kalau Kiandra sudah cocok dengan bayi itu, begitu pun sebalik nya, bukan begitu bu Nikmah ?", seru Romi terus memprovokasi Kiandra.


"Betul, dia nampak nya nyaman di pelukan kamu nak", sahut bu Nikmah tak sadar telah membantu Romi mewujudkan apa yang telah ia rencana kan.


"Aku tetap mau adopsi dia sayang", ucap Kiandra dengan mantap.


"Baiklah kalau begitu", sahut Boy mencium kening Kiandra.


Kamu tahu Cantika, betapa lega nya ayah saat ini, gumam Romi dalam hati.


"Kalian mau menamai nya siapa ?, biar ibu urus surat surat nya", tanya bu Nikmah.


"Emm, Ema bu, nama nya Ema", sahut Kiandra seketika membuat Romi agak keberatan.


Ya sudahlah, tapi bagi ayah nama mu tetap Cantika sayang, gumam Romi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2