Kiandra

Kiandra
Sebuah pertemuan 1.


__ADS_3

"Tunggu!," seru Queen saat ia keluar dari rumah sakit hari itu.


"Apa ada yang tertinggal?," tanya Kiandra.


"Aku sudah berjanji pada mami," ucap Queen membuat Kiandra mengerti arah pembicaraan mereka saat itu.


"Kita bahas itu nanti, kamu harus istirahat total, kita pulang ya," sahut Kiandra sembari membuka bagasi mobil dan segera membereskan semua barang barang bawaan mereka.


"Aku tak mau pulang!, aku sudah berjanji pada mami, jika aku keluar dari rumah sakit, aku bakal temuin papi," ucap Queen bersikeras.


"Tolong Kiandra, untuk kali ini saja, kami tak minta apapun lagi," seru bu Rara dengan nada memohon.


Namun tanpa menjawab, Kiandra hanya berdiri mematung di tempat nya dalam waktu cukup lama.


Hingga prasangka buruk dalam hati bu Rara kian muncul.


"Kin?, kamu gak sembunyikan apa pun kan?," tanya bu Rara mulai khawatir.


"Dia itu memang asli nya gak peduli sama kita mi!, dia sok baik di depan kita itu cuma kedok doang!," seru Queen kesal.


Mendengar ucapan Queen, Kiandra segera menarik nafas panjang.


"Baik, aku akan antar kalian," sahut Kiandra segera masuk ke dalam mobil nya tanpa basa basi lagi.

__ADS_1


"Gitu dong!, dasar!," ketus Queen bergegas masuk ke dalam mobil.


"Queen, tolong mulai sekarang, jaga lisan mu!", ucap bu Rara mencoba menasehati sang putri.


"Terserah!," sahut Queen segera membuat Kiandra memacu mobil nya dengan cepat meninggalkan area rumah sakit.


------


"Nah lho!, kamu masih waras kan Kin?, harus nya rutan papi belok kanan, bukan belok kiri!," keluh Queen.


Namun lagi lagi tak ada jawaban dari mulut Kiandra.


Ia hanya terus berfokus menatap jalan aspal di hadapan nya.


"Ih!, mami kenapa sih!, gak usah jadi lembek kayak gitu kenapa sih mi!, mana mami ku yang dulu begitu power dan berwibawa," keluh Queen tuk yang kesekian kali nya atas perubahan sikap dari bu Rara, terutama pada Kiandra.


"Tenanglah Queen, aku masih waras kok, pak Hatta sudah di pindahkan ke tempat lain setengah tahun yang lalu," seru Kiandra tanpa mau memandang langsung wajah Queen dan bu Rara.


"Tumben kamu gak cerita?," tanya Queen heran.


Padahal sebelum nya, Kiandra selalu memberitahukan kondisi pak Hatta setiap ia berkunjung ke Rutan.


Meskipun cerita tentang pak Hatta selalu tak di dengarkan oleh Queen dan bu Rara sendiri.

__ADS_1


"Sudahlah, tak usah di bahas, aku sudah berusaha semampu ku, tapi kalian yang tak mau mendengarkan," keluh Kiandra sembari kedua tangan nya memeras kuat stir mobil yang sedang ia kendarai.


Seruan Kiandra seketika membuat Queen serta bu Rara terdiam.


Ada rasa bersalah dalam diri mereka kepada sosok pak Hatta, sosok yang rela melakukan apapun untuk kebahagiaan istri dan anak nya.


Rasa bersalah itu semakin menjadi saat Kiandra menyempatkan diri menghentikan mobil nya di depan sebuah warung makan.


Kiandra segera turun dari mobil lalu masuk kembali ke dalam warung makan di hadapan mereka.


"Banyak sekali Kin?," tanya bu Rara menatap heran sekantong penuh makanan yang telah di beli oleh Kiandra.


"Aku tak pernah datang dengan tangan kosong, kasihan paman. Dan teman teman nya?, pasti mereka juga menantikan makanan ini," seru Kiandra kembali melajukan mobil nya.


"Dan ini apa?," tanya Queen sembari meraih sebuah kantong kresek hitam di sebelah bungkusan makanan.


"Jangan!," sahut Kiandra menepis tangan Queen saat itu juga.


"Pelit amat!," ketus Queen kesal.


"Sudahlah Queen, tersenyum lah, sebentar lagi kita akan bertemu dengan papi," seru bu Rara membuat raut wajah Kiandra kembali muram.


Iya, kalian akan segera bertemu dengan nya, batin Kiandra terus menatap lurus ke depan tanpa bergeming sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2