
"Kita sudah sampai Queen..", ucap lelaki itu menyibak rambut Queen yang menutupi wajah cantik nya.
Queen masih tak sadarkan diri saat mereka tiba di sebuah rumah yang berdiri megah di kawasan puncak.
Lelaki itu segera memanggul tubuh seksi Queen dan membaringkan nya di dalam sebuah kamar yang gelap.
Saat lampu menyala.
Nampak seluruh bagian dalam kamar itu penuh dengan potret Queen.
Hampir tak ada bagian tembok yang tak di hiasi foto nya.
Lalu ia berjalan mendekat ke arah Queen yang masih tak sadarkan diri di atas ranjang.
Lelaki itu mulai mengendus aroma parfum di leher Queen.
"Hemm, persis seperti bau parfum yang ku ingat", ucap lelaki itu mengimbangi hasrat nafsu nya yang mulai bangkit.
Meskipun nampak kebingungan.
Tapi lelaki berkaca mata itu mulai mencoba meraba tubuh halus Queen dengan panduan insting nya.
Bukan perkara mudah bagi nya.
Karna baru kali ini ia menyentuh wanita.
Selama ini ia hanya mengenal buku dan buku.
Wanita yang mau berbaur dengan nya hanya Kiandra seorang.
Karna di dorong kesamaan mereka yang sama sama suka akan hal buku dan materi kuliah semasa mereka kuliah dulu.
Keringat gugup nya tak henti henti nya bercucuran.
Terkadang ia mundur dan mencoba mengurungkan niat nya.
Tapi saat ia melihat Queen yang begitu ia kagumi, nafsu nya kembali bergejolak mengalahkan akal sehat nya.
Dengan gugup nya ia mencoba membuka jas yang menempel pada tubuh nya.
Dengan tangan gemetar ia mencoba menurunkan resleting gaun milik Queen.
Perlahan tapi pasti.
Tangan nya yang gemetar mampu membuat gaun yang di pakai Queen terlepas sempurna dari tubuh nya.
Saat pakaian dalam Queen mulai ia lucuti.
Tubuh lelaki itu tersentak ke lantai sembari memalingkan muka nya.
"Itukan tubuh wanita...?", seru lelaki itu awal nya memalingkan muka nya sendiri dari pemandangan polos yang ia ciptakan sendiri.
Di tengah rasa gugup yang teramat sangat.
__ADS_1
Ia merasakan senjata kekar nya mulai menegang.
Membuat nafsu nya seketika itu kembali bangkit.
"Apa memang begini rasa nya ..?, begitu panas walaupun ac telah menyala, dari buku yang ku baca aku harus melakukan pemanasan terlebih dahulu", ucap nya kebingungan.
Ia kemudian membaringkan badan nya di samping Queen.
Dia masih berfikir keras saat akan melakukan aksi nya.
Lalu perlahan ia membuka resleting celana nya sendiri.
"Kenapa dia lebih peka dari pada aku..?", keluh lelaki itu menatap senjata nya yang sudah tak sabar masuk ke bagian kenikmatan yang sudah tak tertutup sehelai kain pun di samping nya.
Lelaki itu dengan cepat menindih tubuh Queen dan merasakan kehangatan dari pertemuan dua tubuh polos mereka.
Lelaki itu dengan perlahan mendekat ke arah bibir Queen dan menciumi nya secara perlahan.
"Di buku mengatakan, ciuman adalah pemanasan yang tepat untuk memulai aksi ranjang", ucap lelaki itu terus mengikuti instruksi dari buku yang pernah ia baca.
Lelaki itu sedikit tercengang dengan sensasi yang ia dapatkan dari gerakan kecil yang ia lakukan.
Ia terus beradu di bibir ranum milik Queen dengan menggila.
Tak butuh lama untuk nya mempelajari semua nya.
Seperti nafsu alami seorang manusia terhadap lawan jenis.
Begitu pun yang terjadi dengan nya saat itu.
Kali ini lelaki itu mulai menikmati nya.
Diimbangi dengan gerakan tangan nya mulai turun semakin ke bawah.
Kini mata nya kembali terbelalak saat tangan nya menyentuh kedua gundukan kenyal milik Queen.
"Lembut sekali, seperti squisy", gumam nya terus memainkan gundukan itu semakin liar dan bersemangat.
Gundukan itu pun tak luput dari hisapan mulut lelaki yang sedang kalap itu.
Kali ini dia sudah mahir memainkan irama gerakan nya sendiri.
"Coba saja mata mu itu terbuka dan bibir mu tersenyum padaku, tangan mu yang lentik itu bermain di senjata ku ini, oh..!!, mungkin akan terasa lebih nikmat lagi, saat kita berbagi kesenangan ini bersama, tapi itu pasti tak mungkin..!, bisa bisa jika kau sadar kau akan menendang ku dan memukul ku habis habisan", seru lelaki itu mulai terus turun ke bawah tubuh putih mulus milik Queen.
Kali ini ia mengecup dan meraba dengan brutal.
"Tubuh indah pujaan setiap lelaki di kampus, tak ku sangka aku bisa menikmati nya", ucap nya senang.
Sudah tak sabar rasa nya, adrenalin nya sudah memuncak di ubun ubun.
Senjata panjang nan kekar nya sudah berkedut kedut ingin masuk ke bagian inti Queen.
Ia raba bagian inti Queen dengan lembut dan dengan nafas yang menggebu gebu.
__ADS_1
Ia ***** dengan nikmat nya seperti seorang anak mendapatkan sebuah permen.
"Uek...!, apa rasa nya memang seperti ini..?, di buku tertulis cairan inti sangat nikmat", keluh lelaki itu meludah di lantai.
Ia mencoba lagi membenamkan muka nya di bagian inti yang makin membuat nya penasaran.
Beberapa kali hisapan, ia mulai terbiasa dengan khas aroma dan rasa nya.
Kedua kaki Queen bahkan ia angkat sedemikian tinggi agar ia bisa leluasa mencicipi nya.
Bahkan ia dengan puas mengulang pergerakan nya di setiap bagian sintal milik Queen dengan begitu buas nya.
"Maaf Queen, tapi aku akan bertanggung jawab jika kau mau", ucap lelaki itu telah bersiap membobol pertahanan bagian inti Queen.
Berulang ulang kali ia mencoba, tapi liang itu sangat sempit.
Ia mengusap peluh di dahi nya.
Lalu mencoba dan mencoba lagi.
Pinggung nya ia gerak kan ke depan dan kebelakang dengan perlahan supaya senjata nya bisa menerobos masuk.
"Ahh..!!", pekik lelaki itu saat senjata nya terbenam sebagian di bagian inti Queen.
Hangat nya, walaupun agak sedikit perih rasa nya, gumam lelaki itu mulai menambah kecepatan gerak pinggul nya.
Ia semakin tenggelam dalam kenikmatan.
Dengusan, erangan bahkan ocehan tak berarti lain nya terus keluar dari mulut nya.
"Queen..!!, nikmat sekali..!", seru lelaki itu terus mempercepat ritme gerakan nya.
Sampai ranjang yang mereka tempati bergetar hebat mengikuti gerakkan brutal yang di lakukan oleh lelaki berkaca mata itu.
"Apakah ini saat nya..?", pekik lelaki itu merasa bingung dengan sensasi baru yang mulai muncul di senjata kekar nya itu.
Bersamaan dengan suara erangan panjang, tubuh nya seakan tersentak dan seketika itu melemas dan ambruk di dada Queen dengan nafas yang tak beraturan.
Saat ia menatap wajah Queen.
Ia segera bangkit dan melepas senjata nya yang mulai lunglai dan berlari menjauh dari tubuh Queen dengan tergesa gesa.
"Apakah tadi itu ******* nya..!!, bodoh nya aku, bagaimana nanti jika Queen hamil..??, mami akan marah besar pada ku", keluh nya sembari terhuyung huyung duduk lemas di sofa kamar nya.
Setelah lama berfikir dan menenangkan diri.
Ia mulai berfikir jernih dan meredam ketakutan nya.
Ia lalu berjalan mendekati Queen yang telah ia gagahi.
Lalu ia dibuat terkejut lagi saat melihat bercak darah menetes di atas ranjang peraduan mereka.
"A, apa, itu yang dinamakan darah perawan..??", seru lelaki itu tak percaya.
__ADS_1
"Jadi aku lelaki pertama yang melakukan nya pada Queen..??, wanita se ekstrim dia ternyata masih perawan...?", seru lelaki itu antara senang dan merasa bersalah.
"Ternyata aku tak salah menjadi penggemar rahasia nya disaat semua orang menganggap nya wanita rusak, memang benar yang dikatakan kebanyakan orang, kalau buku bagus tak selalu bersampul indah", ucap nya lalu berjalan masuk ke kamar mandi dan menyegarkan diri nya.