Kiandra

Kiandra
Upaya menyatukan hubungan yang retak 1.


__ADS_3

"Enak aja aku suruh nyembah dia!," keluh Queen berjalan memasuki halaman rumah nya.


Saat itu nampak Sofia telah berdiri di teras rumah dengan wajah yang terlihat tak bersahabat.


"Dia siapa?," ucap Queen tak mengenali wanita yang kini menatap tajam ke arah nya.


"Akhir nya aku bisa ketemu kamu juga!," seru Sofia dengan nada kasar.


"Heh!, ini rumah ku!, siapa kamu?, gak sopan!", ketus Queen.


"Aku adik nya kak Romi, jangan bilang kamu gak kenal sama kakak ku ya," seru Sofia membuat Queen terkejut.


"Owh, gimana keadaan dia?, masih hidup kan?," seru Queen tanpa mengontrol ucapan nya.


"Kamu bener banget, kakak ku masih hidup, tapi dia lumpuh gara gara kamu!," sentak Sofia tak bisa lagi mengontrol emosi nya.


"L-lumpuh?," ucap Queen seakan tak percaya.


"Ya, dan kamu juga bertanggung jawab atas keadaan nya kini," ucap Sofia tegas.


"Aku?, hey!, bukan kakak mu aja ya yang terkena imbas kecelakaan itu!," sentak Queen tak terima.


"Kamu benar lagi Queen, tapi apa aku salah jika aku membandingkan keadaan kalian sekarang, kakak ku yang hanya bisa duduk di kursi roda, sedangkan kamu, bisa pergi kemana pun sesuka mu?, siapa yang lebih terlihat menyedihkan sekarang," seru Sofia menunjuk muka Queen.

__ADS_1


"Tutup mulut mu!, kamu gak tau apa apa!," seru Queen memalingkan wajah nya dari Sofia.


"Oke!, aku bakal tutup mulut, tapi kamu harus bersedia ikut aku ke rumah," ucap Sofia.


"Apa aku gak salah denger?, kalian benci aku tapi mau bawa aku ke rumah kalian?, gila!, apa kalian mau habisi aku di sana, hah!," sentak Queen membuat Sofia kesal, namun ia masih mencoba meredam emosi nya demi sang kakak.


"Kakak ku selalu mengigau akan anak nya dan juga diri mu, Queen," ucap Sofia lagi lagi membuat Queen tercengang.


"J- jadi, kamu udah tau?," seru Queen gugup.


"Bahwa Ema adalah keponakan ku?, sudahlah Queen, gak ada yang harus di tutup tutupi lagi," ucap Sofia.


"Gak!, aku gak mau!," seru Queen menolak tawaran Sofia.


"Mungkin kakak ku hanya bisa tersenyum dengan kehadiran kalian, dan soal mami, biar aku yang bujuk dia untuk nerima kalian," ucap Sofia.


"Oke kalau gitu, setidak nya kamu bisa lakukan permintaan ku demi nama baik mu," ucap Sofia mulai menggertak.


"Kamu!," sentak Queen tak berkutik kalau berurusan dengan nama baik nya di khalayak umum.


"Sebaik nya kamu ikut Sofia Queen, apa salah nya?," seru Boy tiba tiba datang sembari menggendong bayi Ema.


"Gak usah ikut campur!," balas Queen.

__ADS_1


"Ya sudah, siap siap aja buat jadi bahan gosip di mana pun kamu pergi," ucap Boy menggertak.


"Oke!, oke!, puas!," sentak Queen menerima ajakan Sofia.


"Kamu gak mau gendong Ema?," tanya Boy.


Dengan ogah ogahan, Queen meraih bayi Ema dari dekapan Boy.


Saat itu bayi Ema langsung tersenyum dan membuat luluh perasaan Queen serta Sofia.


"Keponakan tante, kita temua ayah ya," ucap Sofia mendapat dengusan pelan dari Queen.


"Mari kak," ucap Sofia berpamitan.


-----


"Kita udah sampai," ucap Sofia menghentikan mobil nya tepat di depan halaman rumah nya.


"Boleh aku gendong Ema?," ucap Sofia menatap gemas bayi Ema yang nampak tertidur pulas selama perjalanan mereka.


"Nih!, kebetulan banget," ucap Queen segera turun dari mobil.


Saat mereka akan masuk ke dalam rumah, nyonya Fena menghadang jalan mereka dan menatap tajam ke arah Queen.

__ADS_1


"Apa apa an ini Sofia?," tanya nyonya Fena dengan wajah kesal.


"Mi, aku bisa jelasin semua nya," sahut Sofia gugup.


__ADS_2