
Semalaman Nurma tak bisa tidur dengan nyenyak.
Pikirannya terus berusaha menerka nerka rencana apa yang telah di persiapkan sang paman untuknya.
Plak...
"Siapa itu..??", seru Nurma saat mendengar sebuah benda mengenai kaca jendelanya.
"Aku Boy...", ucap lirih Boy berusaha membuka jendela kamar Nurma.
"Boy...??", seru Nurma dengan refleknya segera berlari dan memeluk Boy.
"Non....??", seru Boy menjadi gugup seketika.
"Aku tahu, kamu gak bakal marah lama lama sama aku", ucap Nurma tak sadar jika ia sedang memeluk Boy.
"Iyaa", ucap Boy berkeringat dingin.
Sesaat kemudian, Nurma sadar akan pelukannya.
Ia segera melepas pelukannya dengan rasa malu teramat sangat terhadap Boy.
"Emm, aku kesini cuma nanya, ada apa dengan pak Hatta..??, kenapa ia memintaku mengantarmu dan dia ke perusahaan besok pagi..??", tanya Boy mencoba mengalihkan suasana.
"Ke perusahaan..??, yang benar kamu...??", seru Nurma tak percaya.
"Jadi kamu belum tahu...??", tanya Boy lagi.
"Aku juga baru dengar dari kamu Boy..!!", seru Nurma terkejut.
"Dan aneh juga..!!, kenapa kamu boleh tinggal di sini..??", seru Boy tak habis pikir.
"Kamu aja bingung apa lagi aku", ucap Nurma.
__ADS_1
"Kamu tetap waspada, oke...!!, besok aku akan awasi kamu dari jauh", ucap Boy memegang tangan Nurma.
"Makasih Boy", ucap Nurma sembari berusaha menyembunyikan detak jantungnya yang semakin kencang saat Boy memegang tangannya.
____
Keesokan harinya.
Ucapan Boy terbukti.
"Nih..!!, baju buat kamu..!!", ketus bu Rara melempar sepasang baju kantor ke ranjang Nurma.
"Untuk apa ini tante..??", tanya Nurma memastikan.
"Hari ini kamu di ajak ke perusahaan, aku gak mau ya kamu malu malu in di sana dengan penampilan kamu", seru bu Rara langsung keluar dari kamar Nurma.
"Keluarga aneh..", ucap Nurma bersiap siap untuk pergi ke kantor.
Sementara di teras depan.
"Dandan model apa sih dia..??, lama banget..!!", ketus Pak Hatta kesal.
"Jelek aja mau di apa apain juga tetap aja jelek..!!, lagian ngapain sih di bawa ke perusahaan segala..!!", seru bu Rara.
"Dah lah mi, papi kan udah bilang, nanti mami juga bakal tahu sendiri..!!", seru pak Hatta.
"Mari om", seru Nurma keluar dari dalam rumah.
Seketika penampilan Nurma membuat bu Rara tersedak teh nya.
Cantik juga dia..!!, gumam bu Rara dalam hati.
"Ayo..., kita sudah terlambat", ucap pak Hatta dengan sikap seakan semua baik baik saja.
__ADS_1
Selang 1 jam kemudian.
Mereka telah sampai ke perusahaan Soedipjo.
Tatapan Nurma seakan tak bisa berpaling dari perusahaan yang sudah ayah nya perjuangan kan selama ini.
Dia pasti tak pernah lihat perusahaan besar kayak gini...!!, berlagak mau nguasahin perusahaan lagi..!!, ngimpi...!!, gumam pak Hatta dalam hati.
"Kita turun..", ucap pak Hatta membuyarkan lamunan Nurma.
Saat mereka telah sampai di ruang kerja karyawan.
Pak Hatta segera memberi isyarat agar semua karyawan berkumpul.
"Pagi ini, saya mau perkenalkan seseorang", ucap pak Hatta di hadapan semua karyawannya.
Mau apa dia...??, gumam Nurma dalam hati merasa aneh dengan tingkah sang paman.
"Dia ini Bu Nurma, hari ini dia adalah pemimpin perusahaan yang baru", ucap Pak Hatta membuat semua orang terkejut, terutama Nurma sendiri.
"Apa aku gak salah dengar ..??", ucap Boy dari kejauhan.
"Maksud om..??", tanya Nurma masih tak percaya dengan pendengarannya.
"Ya..!!, sesuai dengan apa yang saya katakan tadi, kamu akan jadi pimpinan baru perusahaan Soedipjo, dan keputusan itu sudah mutlak", ucap pak Hatta.
"Tapi apa dia mampu pak...??", seru seorang karyawan.
"Harus mampu..!!, perusahaan ini ada di tangannya", ucap pak Hatta tersenyum sinis.
Mampus kamu...!!, kita lihat, seberapa jauh kamu bisa mengacaukan semuanya, gumam pak Hatta dalam hati.
Apa mungkin paman mau menjatuhkan ku melewati jabatan ini...??, gumam Nurma dalam hati menebak apa yang sedang direncanakan sang paman.
__ADS_1
"Kamu antar bu Nurma ke ruangannya", ucap pak Hatta meninggalkan Nurma begitu saja.
Aku akan ikuti rencana mu paman, dan jangan terkejut jika rencana ini nantinya akan berbalik menyerang mu, gumam Nurma dalam hati.