
Kring...., kring...(Suara ponsel berdering).
Dengan ogah ogah an pak Hatta terbangun dari tidurnya dan melirik ke arah jam beker nya.
"Pukul 1...!!, apa mereka bergurau...??", seru pak Hatta mengambil ponsel nya dari atas laci.
Seketika mata pak Hatta melotot.
Ada feeling bagus yang ia rasa telah terjadi.
"Pasti mereka telah berhasil menculik gadis kampung itu...!!", ucap pak Hatta mengangkat panggilan telfon nya.
Ada sebuah senyum yang terukir di bibir pak Hatta saat itu.
Dengan seksama ia mendengarkan setiap ucapan orang orang suruhan nya dari balik telfon.
"Bagus...!!, kerja kalian bagus..!!, tapi saya minta eksekusi terhadap nya di tunda dulu, saya masih membutuhkannya", ucap pak Hatta menutup telfon nya.
____
Keesokan pagi nya.
Pak Hatta segera bergegas menuju tempat pertemuan nya dengan para orang orang suruhan nya.
"Akhirnya...!!", ucap pak Hatta saat dirinya sampai di tempat tujuan.
__ADS_1
"Kebetulan bos udah sampai, cepet lah bos kelarin urusannya, selebihnya biar urusan kita, ya gak bro..!!", seru seorang preman suruhan pak Hatta.
"Aku hanya butuh satu tanda tangannya, selebihnya dia milik kalian, terserah mau kalian apakan dia.., yang terpenting aku bisa mendengar kabar kematian gadis kampung itu", ucap pak Hatta berjalan menuju ke tempat Nurma di sekap.
Di dalam sebuah ruangan, Nurma nampak masih tenang dengan kondisinya saat itu.
"Wah, wah....!!, sepertinya kamu menikmati waktu mu di sini, apa kamu tak terkejut melihatku...??", ucap pak Hatta tertawa terbahak bahak.
"Kenapa aku harus terkejut...??, aku juga sudah menduga ini semua pasti ulah mu...??", ucap Nurma masih duduk dengan kedua tangan yang terikat.
"Baguslah kalau kamu sudah tau, jadi aku tak perlu berpura pura lagi", ucap pak Hatta melempar sebuah dokumen ke arah Nurma.
"Apa mau mu ..??", tanya Nurma menatap tajam ke arah pak Hatta.
"Tanda tangani surat kuasa itu, lalu aku akan membebaskan mu", ucap pak Hatta memberikan sebuah penawaran pada Nurma.
"Alah...!!!, cukup basa basi nya, cepat tanda tangan...!!", teriak pak Hatta melempar sebuah bolpoin ke muka Nurma.
"Kalian...!!, cepat buka ikatannya dan pastikan ia tanda tangan dokumen itu", seru pak Hatta berjalan menuju pintu keluar.
"Jika aku jadi kamu, aku tak akan keluar dari ruangan ini", ucap Nurma menggertak.
"Persetan dengan mu....!!", ucap pak Hatta segera membuka pintu keluar dan begitu terkejutnya ia saat melihat beberapa orang polisi telah menodongkan pistol ke arah nya.
Membuat kedua preman itu ketakutan dan bersiap untuk kabur.
__ADS_1
Tapi tanpa mereka ketahui, dari pintu belakang juga sudah ada Boy yang sudah bersama para perwira polisi.
"A, ada apa ini pak...??", seru pak Hatta gugup sembari mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Apa anda bisa jelaskan kenapa wanita di dalam sana dalam kondisi terikat seperti itu...??", tanya polisi membuat pak Hatta semakin gugup.
Pak Hatta hanya bisa terdiam.
Dan saat polisi lengah, ia mencoba kabur dari aparat kepolisian.
"Hei..!!, hentikan...!!", teriak seorang polisi menembakkan pistol nya ke udara untuk memberi peringatan pertama pada pak Hatta.
Pak Hatta pun berlari memasuki kawasan hutan dan lenyap dari pencarian polisi.
Sementara Para preman suruhan pak Hatta berhasil di ringkus polisi dan Nurma pun bisa di bebaskan.
"Apakah paman berhasil di tangkap..??", tanya Nurma penasaran.
"Kita tunggu kabar dari kepolisian", ucap Boy membuka ikatan kedua tangan Nurma.
Hampir 3 jam mereka menunggu, tapi tak ada kabar dari pihak kepolisian tentang pengejaran pak Hatta.
"Mana pak Hatta. ??", seru Nurma segera bergegas menghampiri aparat polisi yang telah kembali tanpa terlihat membawa pak Hatta bersama mereka.
"Maaf mbak, pak Hatta berhasil kabur, kami kehilangan dia, tapi tak usah khawatir,besok kita akan lakukan pencarian lagi", ucap aparat polisi bergegas pamit dari tempat itu.
__ADS_1
Terlebih hari sudah mulai petang dan cukup jauh dari pemukiman warga.
"Kenapa dia selalu lolos si Boy...!!", ketus Nurma tak percaya rencananya yang tinggal selangkah lagi malah bisa di kecoh oleh pak Hatta.