
Siang itu mobil Romi memasuki halaman rumah megah yang ada di sudut komplek.
Masih banyak orang terlihat sedang sibuk membersihkan sisa pesta pernikahan semalam.
Nampak bu Rara berdiri di teras dan terlihat menerka nerka siapa yang tengah datang ke rumah nya.
"Awas jika kau menceritakan kejadian semalam kepada siapapun juga, aku akan buat perhitungan dengan mu..!!", ancam Queen sebelum Romi sempat bertemu dengan orang lain hari itu.
"Aku akan terima konsekuensi nya Queen, aku juga akan bilang mama ku kalau aku akan melamar mu, kamu gak usah gelisah", ucap Romi.
"Sudah ku bilang..!!, siapa yang sudi nikah sama kamu..!, hidup ini masih enak ..!, gak harus terikat pernikahan apa lagi dengan pria buruk macam kamu", timpal Queen terus mengeluarkan hinaan hinaan nya sampai mobil itu benar benar berhenti.
Hinaan Queen membuat Romi sedikit jengkel.
Kalau dulu semasa kuliah ia memang selalu diam saat di hina oleh Queen karna rasa suka nya pada Queen.
Tapi sekarang, setelah ia berhasil meniduri nya, ia merasa hinaan itu begitu menyakitkan terlebih hinaan itu terus bertubi tubi mengarah padanya dalam waktu hanya beberapa jam saja bersama Queen.
Hinaan nya tak berhenti saat di Villa maupun di sepanjang perjalanan menuju rumah kediaman pak Hatta.
"Sebelum niat baik ku berubah Queen, pikirkan lagi..!", seru Romi dengan nada serius.
Queen yang melihat wajah serius Romi malah memalingkan wajah nya.
"Bodo..!!, emang niat baik dengan cara nidurin orang seenak nya gitu..!, gila...!!, kutu buku gila..!", cerca Queen bergegas keluar dari mobil saat mobil itu hampir berhenti sempurna di halaman Queen.
Senyum bu Rara mengembang saat melihat Queen keluar dari dalam mobil meskipun dengan wajah yang cemberut.
"Siapa itu Queen..??, mobil nya bagus banget, tapi emang sih lelaki nya agak cupu, beda banget sama kriteria kamu, tapi gpp lah yang penting kaya", ucap lirih bu Rara menarik tangan Queen saat mendekat ke arah diri nya.
"Apa an sih mi..!!, dia itu cuma nganterin aku pulang..!, dia itu pantas nya sama gadis model Kiandra, sama sama cupu...!, sekelas tuh sama Boy, kriteria idaman Kiandra", seru Queen berjalan meninggalkan Romi yang baru ingin bersalaman dengan bu Rara yang lebih dulu di tarik masuk ke dalam rumah oleh Queen.
"Queen...!!", tegur Kiandra tak suka saat mendengar ia menjelek jelek kan suami nya dan juga teman baik nya Romi.
"Bodo amat..!!", ketus Queen melewati Kiandra begitu saja.
"Biarin aja Kiandra, sifat nya emang begitu, oh ya, maaf ya semalam aku gak sempet ucapin selamat ke kamu", ucap Romi.
__ADS_1
"Santai aja Rom, dan maaf kalau sikap Queen selalu kasar ke kamu aku di sinj juga lagi berusaha merubah sikap buruk nya itu, padahal kamu baik, selalu menghargai wanita", ucap Kiandra membuat Romi sedikit merasa bodoh.
Aku sudah menghancurkan penilaian baik mu pada ku Kiandra, sekarang aku hanyalah lelaki bejat yang telah tega meniduri sepupu mu, gumam Romi dalam hati.
"Oh ya, ngomong ngomong, kenapa Queen bisa sama kamu..?, aku gak tau kalau kamu sama Queen se akrab itu, padahal dia suka hina hina kamu kayak barusan, aneh aja..", ucap Kiandra membuat Romi clingukan.
"Emm, itu, saat aku perjalanan ke sini aku lihat Queen sendirian di jalan, jadi aku tawari dia tumpangan, eh dia ketiduran di mobilku, jadi aku biarin aja dia tidur sampai pagi", ucap Romi mengingat ancaman Queen jika ia membeberkan kejadian semalam.
"Owh gitu", ucap Kiandra tak curiga sedikitpun pada Romi.
"Kalau gitu aku pulang dulu, kapan kapan aku boleh ke sini kan ketemu Queen..?", tanya Romi membuat Kiandra merasa heran.
"Boleh..,boleh kok", ucap Kiandra heran dengan kedekatan Queen dan Romi.
"Thanks, aku pamit dulu", ucap Romi berjalan memasuki mobil nya.
"Iya, hati hati", seru Kiandra melihat mobil Romi hingga menghilang dari pandangan nya.
"Kenapa sayang...?", tanya Boy sembari melingkarkan tangan nya di pinggang sang istri.
"Nama nya juga manusia sayang, benci jadi cinta itu wajar", ucap Boy.
"Tapi tadi Queen masih sempet hina Romi kayak biasa nya lho", seru Kiandra semakin heran.
"Ya udah kita doain aja biar Queen luluh hati nya", ucap Boy membuang kekhawatiran Kiandra.
"Oh ya sayang, kita disini aja ya untuk sementara, aku udah suruh orang buat rawat rumah papi, aku mau di sini sampai sikap Queen berubah jauh lebih baik", ucap Kiandra mengutarakan keinginan nya.
"Apa kamu yakin..?, apa mereka bisa berubah..?", ucap Boy merasa ragu.
"Paman aja bisa sadar kenapa mereka tidak", ucap Kiandra.
"Aku tuh heran ya sama kamu, mereka itu dalang dari kematian orang tua kamu lho", seru Boy tak habis pikir.
"Sayang, aku gak mau hidup dengan rasa dendam, jika aku membunuh mereka pun, orang tua ku gak akan kembali lagi..!, sebaik baik nya orang ialah yang berguna bagi orang lain, dan aku ingin menjadi itu sebelum aku meninggalkan rumah ini, aku mau buat Queen dan tante merubah sikap nya", ucap Kiandra memeluk sang suami.
"Mungkin itu yang membuat ku juga cinta mati sama kamu", ucap Boy mengecup kening sang istri.
__ADS_1
"Cie....!!", teriak semua asisten rumah tangga mereka yang sedang sibuk membersihkan halaman.
"Mbok..!, apa sih..!", seru Kiandra malu.
"Non, cepat atuh pesen tiket, cus berangkat keluarga negeri, biar bisa puas aduhai", ucap mbok Beta membuat rekan nya yang lain tertawa.
"Iya non..!, biar cepet gendong momongan", timpal satpam mereka.
"Kalian ada ada aja", ucap Boy merasa malu.
"Oh gitu, oke..!, niat nya sih uang nya bakal aku buat bonus untuk kalian, tapi kalau kalian mau nya gitu ya aku pakek liburan aja deh, kayak nya seru", ucap Kiandra melirik Boy.
"Bener juga ya sayang", ucap Boy melihat ekspresi yang berubah dari asisten rumah tangga mereka.
"Eh..!!, kalau rencana nya gitu gak usah liburan deh non, iya mending jadi bonus aja", seru mbok Beta.
"Lhooo, ya gak bisa", ucap Kiandra menahan tawa sembari masuk ke dalam rumah bersama Boy.
"Yah.., gara gara mbok nih, bonus kita di bawa liburan kan", ketus satpam dan yang lain nya.
"Hangus deh", keluh mbok Beta.
Sementara di dalam kamar.
Queen segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur badan nya serta menggosok nya terus menerus.
"Queen..?, kamu lama banget di kamar mandi..?, kamu gpp..?", seru bu Rara heran.
"Mami pergi dulu..!, tinggalin Queen..!", teriak Queen dari kamar mandi.
"Tuh anak..!!", ketus bu Rara segera meninggalkan kamar Queen.
Sembari menggosok tubuh nya, Queen tak henti henti nya menggerutu kesal.
"Dasar gila...!, kenapa otak nya bisa berfikiran sampai sejauh itu", keluh Queen terus menyikat tubuh nya berulang ulang kali.
Bahkan berhari hari setelah kejadian itu, Queen masih tetap terbayang bayang Romi yang telah lancang menyentuh nya.
__ADS_1