Kiandra

Kiandra
Garis 2.


__ADS_3

Dengan lesu, Kiandra keluar dari kamar mandi membawa sebuah alat tes pack di tangan nya.


Melihat istri nya tak bersemangat, Boy mengerti apa yang tengah terjadi.


"Garis satu lagi ?", tanya Boy mencoba memeluk istri nya dari belakang.


"Ku kira akan mudah", keluh Kiandra menghela nafas panjang.


"Sabar sayang, kita baru menikah 2 bulan", ucap Boy menenangkan Kiandra.


"Tapi teman ku kuliah nikah 2 bulan langsung hamil", ketus Kiandra.


"Kalau kita mampu, Allah pasti titipkan, oke !, senyum dong", seru Boy mengecup kening sang istri.


"Semoga", ucap Kiandra singkat.


"Yuk ah ke kantor !", ucap Boy sembari merangkul istri nya keluar dari kamar.


Sementara di meja makan, bu Rara sudah terlebih dulu selesai sarapan dan segera beranjak dari tempat duduk nya saat melihat kedatangan Boy dan Kiandra.


"Mau ke mana tante ?", tanya Kiandra.


"Ahh, males di sini !", ketus bu Rara beranjak dari sana.


"Kamu yang masak, dia yang makan, dia juga yang sewot, emang tante kamu ya", keluh Boy.


"Kayak baru kenal tante aja Boy, pusing kalau harus ladeni dia", seru Kiandra sembari menikmati sarapan bersama sang suami.


"Kemana juga 2 nenek lampir itu ?, tumben belum makan ?", seru Boy.


"Entah, mungkin di Paviliun", ucap Kiandra.


Sementara di rumah Paviliun, Puja kebingungan melihat Rahel yang terus saja muntah muntah.


"Kamu muntah di bawa ke sini !, gak jelas banget !, aku jadi gak bisa ke kantor kan !", ketus Puja sembari menepuk nepuk punggung Queen.


"Uek !", Queen terus muntah sampai tak ada lagi yang bisa ia muntahkan.


"Kamu kenapa sih ?", tanya Puja memapah Queen ke arah sofa.


"Gak tau, badan ku gak enak dari kemarin, makan apapun gak bisa", ucap Queen sembari menahan mual nya.


"Kenapa gak ke dokter ?, udah hampir sebulan lho kamu lemes gini", tanya Puja.


"Kamu antar aku ya ?", pinta Queen.


"Guna nya mami kamu trus apa coba !", ketus Puja.

__ADS_1


"Dia sibuk sama urusan nya, capek aku denger dia ngomel mulu", timpal Queen.


"Trus kita ke rumah sakit emang mau jalan kaki gitu ?", keluh Puja.


"Bener juga, bisa mati lemas aku di sini !", ucap Queen merebahkan diri nya di sofa.


Tak berselang lama.


Terlihat sebuah mobil memasuki halaman rumah utama.


"Mobil itu datang lagi Queen, siapa sih sebenar nya dia ?", tanya Puja membuka pintu depan Paviliun.


"Lelaki itu lagi !", keluh Queen berusaha bangkit dari duduk nya.


"Kayak nya tajir, pakaian nya rapi, ganteng juga, seru Puja mengamati seorang lelaki yang turun dari sebuh mobil.


"Cupu kayak gitu kamu bilang ganteng !, juling ya mata mu !", ketus Queen tak sadar kalau lelaki yang baru saja datang telah melihat nya dan kini berjalan ke arah nya.


"Woles kali Queen !", seru Puja kesal.


"Queen !", teriak sebuah suara yang tanpa mereka sadari sudah setengah jalan menuju Paviliun.


"Apa an sih !", ketus Queen tak suka sembari memilih masuk ke dalam Paviliun.


"Tunggu !", seru Lelaki itu yang tak lain ialah Romi, dengan nafas yang masih ngos ngosan ia mencoba masuk ke dalam paviliun.


"Maaf, tapi bisa panggilkan Queen, mbak ?", seru Romi.


"Puja, nama ku Puja", timpal Puja.


"Oh Puja, aku Romi, bisa aku bertemu Queen ?, tanya Romi dengan ekspresi memohon.


"Ada perlu apa kamu sama Queen ?, tanya Puja penasaran.


"Sudah 1 bulan ini aku kemari mencari nya, aku khawatir dia berbuat nekat pada bayi ku", seru Romi membuat Puja tercengang.


"Ba, ba, bayi apa ?", seru Puja syok.


"Lihat ini !, aku tak sengaja melihat Queen membuang tes nya di tempat sampah", ucap Romi memperlihatkan dengan jelas tes pack bergaris dua di tangan nya.


Sementara Puja hanya diam menganga tak percaya dengan ucapan lelaki itu yang bisa di artikan bahwa Queen saat itu sedang hamil.


Mendengar obrolan Romi dengan Puja, Queen segera bergegas keluar dan menarik tangan kedua nya untuk masuk ke dalam Paviliun.


"Kalian gak punya otak atau gimana sih !, Kiandra sama suami nya belum berangkat kerja, kalau pembantu dan mami ku denger juga gimana !", sentak Queen.


"Lagian kamu, aku telfon, aku dateng ke sini, tapi kamu gak respon sama sekali, aku ini mau tanggung jawab sama anak kita Queen", seru Romi membuat Queen semakin panas kuping .

__ADS_1


"Bisa gak kamu sekali aja gak usah ngomong masalah tanggung jawab !", ketus Queen.


"Trus, kamu mau lahirin anak itu tanpa suami ?", seru Romi semakin membuat Puja nampak Syok.


Kok bisa bisa nya, ya ampun !, pasti bentar lagi aku bakal kena, gumam Puja dalam hati sembari berusaha menyingkir dari percakapan mereka.


"Ada Puja kok yang urus aku !, sebulan ini juga dia yang bantu aku saat aku mual mual, ya kan Puja !", seru Queen membuat Puja menghentikan langkah nya dan mengangkat tangan.


"Aku sampai di sini aja, oke !", ucap Puja.


"Gak bisa !, kamu harus temenin aku gugurin kandungan ini !", seru Queen membuat Puja dan Romi terkejut.


"Bu, bu, bunuh bayi !, gak Queen, aku gak mau !", seru Puja ketakutan dengan rencana Queen.


"Gak, aku gak akan biarkan itu terjadi, mau kamu aku beberkan aib kamu ke semua orang", seru Romi dengan ancaman nya.


"Silahkan !, itu berarti kamu juga mau mencoreng nama kamu sendiri !, sok sok an nidurin aku !, cupu !", ketus Queen kesal.


"Baik !, gak masalah bagi ku, aku masih punya tangan sama kaki buat cari uang kalau pun semua karir ku hancur ", seru Romi membuat Queen lah yang kini merasa ketakutan akan ancaman Romi.


"Dengerin Queen, gugurin janin itu resiko nya besar, bisa nyawa kita yang melayang, lebih baik kamu terima aja nasib kamu sampai melahirkan", ucap Puja memberi solusi.


"Kamu dengar Queen !, dia saja tau konsekuensi, kita menikah ya ?", ucap Romi membujuk.


"Gak !, titik !", ketus Queen masih dengan pendirian nya.


"Gak usah keras kepala kenapa sih Queen !", sentak Puja.


"Oke, oke !, aku gak bakal gugurin janin ini !, tapi aku tetep gak mau ya nikah sama kamu !, tapi kalian harus cari cara gimana orang orang gak tahu tentang kehamilan ku ini, sampai aku melahirkan", ketus Queen berjalan dengan santai nya masuk ke dalam kamar tanpa beban sedikit pun.


"Astaga, kok jadi gini sih, bukan nya dia nolong aku buat dapetin Boy, eh malah aku yang harus ribet sama urusan nya", keluh Puja memijat kening nya.


"Aku titip Queen ya Puja, kabari aku kalau butuh sesuatu", seru Romi berjalan keluar dari Paviliun.


"Eh tunggu !, trus ke depan nya gimana ?, lama lama perut nya juga bakal membesar", seru Puja.


"Aku akan cari cara, kamu sabar ya", seru Romi bergegas meninggalkan Paviliun dan segera masuk ke dalam mobil nya.


"Lho, Romi ?, kamu kapan datang ?, gak masuk dulu ?", seru Kiandra saat berpapasan dengan Romi di halaman rumah.


"Cari Queen ya, mau aku panggilin ?", seru Boy.


"Gak usah, aku udah ketemu dia kok di belakang, maaf aku buru buru, aku pamit dulu", ucap Romi bergegas melajukan mobil nya meninggalkan rumah pak Hatta.


"Aneh banget dia, kayak habis lihat hantu", seru Boy.


"Udah ah, kita berangkat, udah siang nih", seru Kiandra masuk ke dalam mobil nya dan bergegas menuju ke kantor.

__ADS_1


"See you", seru Boy melambai ke arah sang istri sembari masuk ke dalam mobil nya dan bergegas menuju perkebunan.


__ADS_2