
Entah kenapa hari itu Romi ingin sekali mengunjungi bayi Ema.
Ia bergegas selesaikan semua urusan kantor dan segera pergi menuju ke kediaman pak Hatta.
"Pasti Cantika seneng banget aku bawain baju baru", seru Romi menyempatkan datang ke toko baju langganan nya.
"Ini mas pesanan nya", seru kasir toko memberikan pesanan yang sudah Romi pesan secara online saat dirinya masih di kantor.
"Makasih ya mbak", sembari menyerahkan kartu atm nya pada si kasir.
"Mas Romi belum nikah kan ya ?", tanya kasir itu sembari memproses pembayaran pesanan milik Romi.
Mendengar pertanyaan pegawai kasir, Romi mencoba bersikap setenang mungkin.
"Belum lah mbak, masak mbak gak tahu sih !, kan saya langganan tetap di sini", sahut Romi.
"Tapi kok belanjaan nya", seru pegawai kasir sembari menatap aneh pesanan pelanggan setia toko nya itu.
"Oh ini, kebetulan aku mau ke rumah temen, dia punya bayi, emang aneh ya mbak ?", seru Romi sembari mengelap keringat di kening nya.
"Oh gitu, mas Romi baik juga ya", sahut pegawai kasir.
Syukurlah dia gak curiga, batin Romi sembari segera bergegas keluar dari toko untuk menghindari pertanyaan lain dari pegawai itu.
------
Saat ia telah sampai di rumah pak Hatta.
Ia melihat Cantika tengah di gendong oleh Puja di teras Paviliun.
Ia pun segera bergegas menghampiri nya, tanpa mencari keberadaan Kiandra dan Boy terlebih dulu.
__ADS_1
"Aku kan kesini untuk Cantika, gak ada Kiandra pun gak masalah buat ku", ucap Romi segera mempercepat langkah nya.
Puja yang melihat kedatangan Romi mencoba memperbaiki rambut dan tatanan baju nya.
"Ya ampun ada pangeran dateng", ucap lirih Puja sembari berusaha terlihat telaten menimang bayi Ema.
"Hai", sapa Romi.
"Eh, Romi !, cari aku ya ?", sahut Puja dengan pede nya.
"Yah enggak lah", sahut Romi seketika.
"Kirain !, ya gak mungkin lah kalau nyariin aku gitu ya, secara di rumah ini kan ada ibu dari anak kamu, cinta terbesar kamu", ketus Puja.
"Aku cuma kebetulan lewat, jadi mampir, nih buat bayi nya Kiandra, ngomong ngomong siapa nama nya ?", seru Romi.
"Baik banget sih !, Kiandra kasih nama dia Ema", seru Puja singkat.
"Nih !, kebetulan aku mau ke belakang dulu, pegel banget !", seru Puja segera menyodorkan bayi Ema ke arah Romi dan bergegas masuk ke dalam Paviliun.
Tak berselang lama, Romi mendengar suara berdebat antara Puja dan Queen di dalam Paviliun.
Ia pun bergegas masuk dan memeriksa apa yang terjadi.
"Wah !, parah kamu Queen !", seru Puja berkacak pinggang.
"Biarin !, kamu gak mau kan bagi rata bayaran dari Kiandra !, ngapain juga aku harus kasih asi aku ke bayi itu terus !", sentak Queen membuat Romi mengetahui bahwa selama ini Cantika masih beruntung bisa mendapat asi dari ibu kandung nya.
Tapi Romi juga nampak geram karna Queen hari itu sengaja membuat bayi Ema kelaparan tanpa asi nya.
"Kalau aku yang minta asi kamu untuk Ema gimana ?", tanya Romi masuk tanpa permisi ke kamar Puja.
__ADS_1
"Romi !", seru Queen terkejut akan kedatangan Romi.
"Iya, kenapa !", sahut Romi kini lebih berani menghadapi Queen.
"Kamu ngapain kesini ?", tanya Queen menatap tajam ke arah Romi.
"Suka suka aku lah !, kamu aja seenak nya ninggalin bayi kamu !", ketus Romi membuat Queen semakin muak melihat Romi.
"Gak usah bahas masa lalu !, sekarang pergi dari sini !", sentak Queen.
"Oke, berikan asi mu pada Ema, aku akan bayar jika itu perlu", seru Romi membuat Puja dan Queen tercengang.
"Queen !, iya in aja kenapa sih ?", bisik Puja.
"Kamu mah enak !", ketus Queen mencoba memikirkan tawaran Romi.
"Ngapain juga kamu peduli sama bayi itu ?", tanya Queen merasa heran dengan tawaran Romi.
"Aku bukan kamu Queen, yang gak kasihan lihat seorang bayi kelaparan, lagian jika aku minta asi mu itu untuk bayi kita itu malah mustahil bakal kamu kabulin", sahut Romi membuat Queen kesal.
"Udah lah Queen !, gak usah ribut ah !", seru Puja menahan tangan Queen yang sudah berniat ingin menampar Romi.
"Gimana ?, 30 juta sebulan cukup ?", seru Romi membuat Puja kegirangan.
"Terima aja Queen !, kan lumayan, dua orang yang mau beli asi kamu, dapat uang dari Kiandra dapat uang juga dari Romi", bisik Puja meyakinkan Queen.
"Terserah kamu lah !", ketus Queen bergegas pergi dari sana.
"Kamu denger kan Rom !, terserah aku, jadi kita deal ya, 30 juta sebulan", seru Puja mengambil bayi Ema dari dekapan Romi.
"Tapi kamu harus pastikan Queen kasih asi nya ke Ema, oke !", seru Romi.
__ADS_1
"Siap !, ada uang semua lancar", sahut Puja kegirangan.