
Setelah Boy tahu akan semua tipu daya Puja.
Dengan wajah kesal, Boy segera bergegas menuju Paviliun dan langsung menggebrak pintu Paviliun dengan keras nya.
"Puja!, keluar sekarang!," teriak Boy membuat Puja ketakutan.
"Ka, ka, kamu mau apa Boy?," seru Puja gemetar ketakutan.
"Kamu harus membayar semua nya!," sentak Boy semakin keras menggebrak pintu Paviliun yang sengaja di kunci dari dalam.
"Aku tak melakukan kesalahan apapun!, aku juga tak harus mengganti rugi apapun!," sahut Puja sembari mendorong meja untuk mengganjal pintu dari dalam.
"Kamu bilang tak melakukan kesalahan?, lalu kamu anggap apa semua kekacauan yang kamu buat ini!," sentak Boy membuat semua orang di rumah besar bergegas menuju ke arah nya.
"Kamu gila ya!, pagi pagi udah teriak teriak!," sentak bu Rara kesal.
"Maaf buk, ini urusan saya dengan Puja," sahut Boy membuat Queen jengkel.
"Jaga bicara mu! jangan lupa kalau dia itu dulu juga majikan mu!," sentak Queen tak terima.
"Sudah!, cukup!," teriak Kiandra melerai pertengkaran mereka.
"Kalian!, bisa tidak hargai status Boy sebagai suami ku sekarang!, dan Boy!, bisa tidak kamu mengontrol emosi mu!," keluh Kiandra kesal dengan semua tingkah ke kanak kanak kan mereka.
"Maaf sayang, Puja tetap harus membayar atas semua ini!," ucap Boy terus berusaha mendobrak pintu Paviliun.
Karna pintu tak kunjung bisa ia buka.
Boy segera mencari jalan masuk lain.
Ia tanpa ragu mengambil sebuah batu dan melemparkan nya tepat ke arah jendela.
Pyarr!!.
"Mau kemana lagi kamu Puja!," ucap Boy langsung melesat masuk melewati jendela tanpa memperdulikan tangan nya yang tergores serpihan kaca.
"Boy!," seru Kiandra mencoba melarang suami nya bertindak lebih jauh lagi.
Namun Boy tetap saja mendekati Puja yang semakin ketakutan saat itu.
"Boy. A, apa mau mu?," ucap Puja terbata bata sembari terus menghindar dari kejaran Boy.
"Aku hanya ingin kamu membayar kesalahan mu, apa itu belum jelas?," seru Boy mengeluarkan sebuah tali dari saku nya.
"Kamu mau apa sebenar nya!, mundur!," sentak Puja saat melihat Boy memainkan tali yang ada di tangan nya.
Tak berselang lama.
__ADS_1
Teriakan Puja terdengar sampai ke luar.
Membuat semua orang di luar semakin penasaran dengan apa yang tengah terjadi di dalam.
"Boy!, keluar Boy!, itu hanya masalah kecil!, lepaskan Puja!," seru Kiandra semakin khawatir dibuat nya.
Bersamaan dengan itu
Romi yang kebetulan berkunjung, segera berlari ke arah Paviliun saat mendengar keributan yang terjadi.
"Ada apa ini?," seru Romi menatap bingung semua orang.
"Tolong Rom!, Boy sedang marah dan mengincar Puja di dalam," seru Kiandra membuat Romi mencoba mendobrak pintu Paviliun.
Namun, tak berselang lama.
Boy dengan sendiri nya membuka pintu Paviliun dari dalam.
Semua segera berhamburan masuk ke dalam Paviliun untuk memeriksa kondisi Puja.
Mereka begitu lega, terutama Kiandra saat melihat Puja hanya di ikat duduk di atas sebuah kursi.
"Syukurlah kamu gak gelap mata Boy," seru Kiandra segera memeluk Boy.
"Aku tidak sekejam itu sayang, aku cuma mau buat dia ketakutan tadi, setelah ini aku akan bawa dia pulang ke desa," ucap Boy memeluk sang istri.
"Gak!, aku gak mau pulang!," sentak Puja bersikeras.
"Penjara?, aku tak melakukan kejahatan apapun Kiandra!, kenapa aku harus di penjara?," sahut Puja.
"Aku akan laporin kamu karna telah memberi Ema susu palsu!," seru Kiandra membuat Puja, Queen dan Romi tercengang.
"Jaga bicara mu ya!, aku kasih susu terbaik buat Ema!," sentak Puja tak terima dengan tuduhan Puja.
Sementara itu, Queen nampak gelisah dengan arah pembicaraan Kiandra dan Puja saat itu.
Mati aku kalau mulut Puja beberin semua nya, batin Queen.
"Apa maksud kamu sayang!," tanya Boy tak tahu menahu akan hal itu.
"Sayang!, jika Puja berikan susu formula yang aku beli setiap bulan nya pada Ema, kenapa banyak kotak susu dengan isi utuh di dalam tong sampah?, kamu bisa jelaskan Puja?," seru Kiandra membuat Puja seketika menatap ke arah Queen.
Awas aja sampai dia bongkar semua nya, batin Queen menatap balik Puja dengan niat menakuti nya.
Kalau aku hancur, kamu juga harus hancur!, batin Puja.
"Mungkin Ema gak suka susu formula yang kamu beli Kin, jadi Puja beli yang baru, ya kan Puja?," seru Romi mencoba menolong Queen dan Puja.
__ADS_1
"Gak!, itu gak bener!," seru Puja langsung membuat Romi dan Queen kelabakan.
"Puja!," sentak Queen namun tak di hiraukan oleh Puja.
"Kamu mau tau kenapa Ema anteng banget sama aku Boy!, dan kamu mau tau aku ganti dengan apa susu Ema?," seru Puja membuat Queen berkeringat dingin.
"Kamu kok risau gitu sih Queen?," tanya bu Rara bingung dengan perubahan raut wajah Queen.
"Gimana gak risau tante!, yang aku mau omongin itu menyangkut tentang Queen!," seru Puja membuat bu Rara ikut penasaran.
"Maksud kamu?," tanya bu Rara tak sabar.
"Udah lah mi!, gak usah dengerin dia, kita masuk yuk!," seru Queen mengajak semua orang masuk.
"Queen pergi ke Semarang bukan untuk bekerja tante!," seru Puja berhasil menghentikan langkah kaki semua orang.
"Cukup Puja!," sentak Romi membuat Kiandra heran.
"Kenapa kamu begitu marah Rom?," tanya Kiandra semakin bingung dengan semua yang terjadi.
"Gimana gak marah Kin, yang aku omongin juga menyangkut dia!. Kamu tahu, surat yang dikirim sebagai panggilan kerja untuk Queen itu dari Romi!," seru Puja membuat semua orang terkejut.
"Apa benar Rom?," tanya Boy menunggu kejujuran dari Romi.
"Coba kalian pikir!, Queen yang gak punya skill apapun bisa di panggil kerja di perusahaan besar, harus nya kalian curiga dari awal," seru Puja membuat Queen semakin ketakutan.
"Langsung ke inti nya!," seru Kiandra tak sabar.
"Oke kalau kamu mau nya begitu, Queen di panggil ke sana hanya untuk menutupi aib mereka berdua," seru Puja membuat bu Rara menatap lekat lekat wajah putri nya.
"Aib?," ucap bu Rara bingung.
"Ya tante!, anak yang tante banggakan sudah hamil dan melahirkan di Semarang, sejauh ini pasti kalian sudah tahu bukan siapa ayah anak itu," seru Puja membuat semua orang langsung syok sembari menatap ke arah Romi.
"Rom?, dugaan kita salah kan?," seru Kiandra menatap wajah Romi yang kian tertunduk malu.
Rasain!, enak aja aku harus hancur sendirian!, batin Puja puas.
Seketika sebuah tamparan mendarat di pipi Puja.
"Jaga ucapan mu!, anak saya wanita terhormat dan masih suci!," sentak bu Rara tak terima.
"Jika tante mau marah, marah pada mereka!," sentak Puja kesal.
"Aku anggap diam mu sebagai jawaban iya Rom," seru Kiandra merasa kecewa dengan Romi dan Queen.
"Maafin aku mi!, ini bukan salah ku, Romi yang sudah menjembak aku mi!, mami percaya kan!," seru Queen mencoba membela diri nya.
__ADS_1
Namun sebuah tamparan lah yang di terima oleh Queen atas pembelaan nya itu.
"Berani nya kamu Queen!, mami memang gila harta, mami akui itu!, tapi mami bukan pelacur seperti mu!," sentak bu Rara tuk pertama kali nya bersikap tegas pada sang putri.