Kiandra

Kiandra
Masuk ke lubang buaya.


__ADS_3

Di mata Nurma kini terlihat jelas bangunan mewah di hadapannya.


Rumah dari seorang paman yang sangat menginginkan kematiannya.


Akhirnya aku kembali ke sini, gumam Nurma alias Kiandra.


"Heh..!!, takjub ya sama rumah ku..", ucap Queen meledek Nurma.


"Rumah mu sangat bagus", ucap Nurma masih tak berpaling dari rumah mewah di depannya.


"Ya iya dong...!!, itulah rumah surga, semua ada dan tersedia, kamu tak akan tau rasanya", ucap Queen dengan sombongnya.


Seketika, tatapan Nurma mengarah ke arah Queen.


Ia memandang jijik terhadap sepupu manjanya itu.


Andai kau tau..!!, aku pernah merasakannya dan kalian lah yang telah menghancurkan nya, gumam Nurma sembari meredam emosinya.


"Oh ya...!!, sepertinya menyenangkan, tapi aku lebih suka hidup di desa, tempat sederhana yang jauh dari dunia politik dan persaingan", ucap Nurma seketika membuat raut wajah Queen berubah flat.


"Apa kamu bilang...??, bahkan aku tak bisa bernafas di sana", ketus Queen.


Tanpa menjawab.


Nurma turun dari mobil dan berjalan menuju teras rumah besar itu.

__ADS_1


"Nurma...??", seru Boy dari kejauhan.


"Hai Boy", ucap Nurma berjalan ke arah Boy.


Ia segera menarik tangan Nurma dan bergegas menjauhkannya dari Queen.


"Apaan sih..??, lagian aku gak akan kepo sama urusan kalian..!!", ketus Queen sembari memasuki rumahnya.


"Kamu ngapain di sini...??, kamu sadar yang kamu lakuin..!!", ucap Boy lirih.


"Jika aku punya pilihan, aku gak bakal ada di sini Boy", seru Nurma.


Lalu Nurma menceritakan akar persoalan yang terpaksa membawanya ke sana.


"Kamu sadar telah masuk lubang buaya Nurma..!!", seru Boy tak habis pikir.


"Tapi mengertilah....!!, nyawamu pernah hampir melayang karna ulah mereka", ucap Boy meyakinkan Nurma bahwa tindakannya itu salah.


"Di saat ini aku tak berdaya Boy, kita coba ikuti saja permainan mereka dulu, oke..!!", ucap Nurma malah membuat Boy pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata pun.


Andai kamu tau rasanya jadi aku Boy, gumam Nurma dalam hati kembali melangkahkan kakinya menuju pintu masuk.


Seketika angin berhembus mengibaskan rambutnya.


Nurma tercengang dan memandang ke sekeliling nya.

__ADS_1


"Apa kamu di sini..??", ucap lirih Nurma.


Nurma kembali melangkahkan kakinya, tapi kali ini ia berjalan mendekati semak semak.


"Keluarlah teman masa kecil ku..!!, teman mu memanggil", ucap Nurma.


Seketika sebuah wujud terbentuk di depannya.


Wujud seorang gadis yang pernah muncul semasa Kiandra masih kecil.


"Tak sia sia aku kemari, aku tau kamu masih hidup", ucap gadis di hadapannya yang tak lain ialah sebuah roh.


"Aku hargai perhatianmu ", ucap Nurma.


"Apapun untuk gadis kecil ku", ucap roh gadis itu.


"Aku belum pernah melakukan ini, tapi untuk kali ini, aku butuh bantuan sebuah roh sepertimu untuk menegakkan keadilan bagi orang tua ku, apa kamu mau...??", ucap Nurma.


"Panggil aku jika kamu butuh bantuan ku", ucap roh itu segera memudar dari hadapan Nurma.


Segera Nurma masuk ke dalam rumah sang paman.


Nampak sang paman beserta istri dan anaknya sedang menunggu kehadirannya.


Dengan tatapan tajam dari ketiganya menandakan bahwa Nurma merupakan ancaman bagi mereka.

__ADS_1


Bahkan tak ada keramahan yang di dapat Nurma sebagai tamu mereka.


Sebenarnya apa rencana mereka...??, gumam Nurma dalam hati.


__ADS_2