Kiandra

Kiandra
Pertemuan Puja dan pak Hatta


__ADS_3

"Apa sebenarnya hubungan Nurma dan keluarga majikan Boy..??".


"Kenapa dia bisa menjadi ahli waris satu satunya dari keluarga Kiandra..??".


"Aku yakin sekali..!!, Nurma yang di maksud adalah Nurma anak angkat bu Sri..??".


"Tapi kenapa...??".


"Ah, jadi bingung aku...??".


"Bertanya langsung ke Boy itu mustahil, nanti dia bakal marah besar".


Puja nampak berbicara seorang diri sembari mondar mandir di dalam kamarnya.


"Nah...!!, gimana kalau aku temui langsung yang namanya pak Hatta..??", seru Puja tiba tiba mendapatkan sebuah ide.


"Ya...!!, lebih baik begitu..??, dan aku bisa bertemu dengannya lewat pak Satria".


"Tapi..., gimana aku hubungi pak Satria ya...??, aku kan gak punya nomer ponselnya..?".


Tiba tiba ada ide lagi yang terlintas di fikiran Puja.


"Yap...., aku akan temui pak Hatta", ucap Puja sembari merebahkan dirinya di tempat tidur.


___


Pagi pagi sekali, Puja sudah mengintai rumah pak Hatta.


Ia menunggu pak Hatta berangkat ke kantor hari itu.


"Duh Boy...!!, kamu kok makin ganteng pakai seragam itu", ucap Puja bersiap mencari ojek untuk mengikuti Boy yang akan mengantar pak Hatta ke kantor.

__ADS_1


Setelah sampai di kantor.


Puja menunggu sampai Boy pergi dari lingkungan kantor.


Ia tak mau semua rencananya berantakan.


Sesaat kemudian, ia melihat mobil pak Satria masuk ke halaman kantor.


"Pak Satria...!!", seru Puja saat melihat pak Satria turun dari mobilnya.


"Kamu...??", ucap pak Satria mengingat ngingat wanita yang ada di hadapannya itu.


"Bapak masih ingat saya kan...??", seru Puja.


"Kamu mengikuti saya sampai kemari...??, apa uang pengobatan masih belum cukup kemarin..??", seru pak Satria.


"Saya kesini bukan masalah uang pak, saya mau membahas tentang surat wasiat Kiandra yang sempat saya baca di mobil bapak", ucap Puja dengan percaya dirinya.


"Berlagak sekali kamu...!!, apa hubungan kamu sehingga kamu menyuruh saya membahas surat wasiat itu denganmu.??", gumam pak Satria tertawa.


"Gak mungkin...!!, bahkan Boy saja, seorang asisten pribadi non Kiandra tak mengenalnya", ucap pak Satria.


"Benarkah..??, bagaimana bapak bisa tahu..??", seru Puja.


"Pak Hatta sudah memata matai Boy sudah lama, dan tak ada tanda tanda ia mengenal Nurma", seru pak Satria.


"Penglihatan bapak sudah berhasil di tipu oleh Boy", ucap Puja tertawa.


Lalu ia menunjukkan foto Nurma yang sedang bersama mbak Sri dan Boy.


"Lihat..!!, bagaimana bisa kebetulan, seorang gadis bernama Nurma, dekat dengan Boy dan bu Sri...??", ucap Puja membuat pak Satria dengan seksama mengamati foto itu.

__ADS_1


"Baiklah, kita bicarakan ini di dalam", ucap pak Satria, mengamati sekeliling.


"Saya mau bicarakan ini langsung dengan pak Hatta", ucap Puja menepis tangan pak Satria.


"Ya sudah, ayo..!!", ucap pak Satria mengantar Puja bertemu pak Hatta.


Awal pertemuan, Puja sempat diremehkan oleh Pak Hatta.


Ia di anggap gadis kampung yang hanya mencari kesempatan untuk mendapat keuntungan dari masalahnya.


Tapi setelah ia menyebutkan nama Nurma, perhatian pak Hatta sepenuhnya langsung ia tujukan pada Puja, terlebih setelah pak Satria membenarkan semua yang dikatakan oleh Puja.


"Ini foto gadis yang bernama Nurma pak, menurutnya selama ini dia di sembunyikan oleh Boy di kampung tempat neneknya berasal", ucap pak Satria.


"Kamu yakin..??, jika kamu berani menipu saya, rasakan akhibat nya", seru pak Hatta membuat Puja menelan ludah.


"Jika bapak mau, saya akan antar bapak ke sana", ucap Puja membuat pak Hatta seakan telah menemukan titik terang atas pencariannya.


"Hahaha, saya salut dengan semangatmu..!!, baik, saya akan percaya padamu, dan jika semua informasi mu benar, saya akan turuti semua permintaanmu", ucap Pak Hatta.


"Saya gak minta apa apa kok pak, yang saya inginkan hanya bapak membawa pergi Nurma jauh jauh dari desa kami dan dari sisi Boy", seru Puja.


"Owhhh, jadi rupanya kamu suka Boy..!!", seru Pak Hatta mengerti alasan Puja ingin membantunya.


"Kalau begitu saya permisi", ucap Puja.


"Tunggu..!!, kamu tak boleh pergi dengan tangan kosong jika menjadi mitra saya, Satria..!!, cepat kamu bawa dia ke mall, turuti semua apa yang ia mau", ucap pak Hatta membuat Puja senang bersekutu dengannya.


"Terima kasih pak", ucap Puja.


"Etss, tapi jangan lupa..!!, besok kamu akan di jemput supir saya dan kamu antar saya ke desa tempat Nurma berada, lebih cepat saya menemukannya itu lebih baik", seru pak Hatta.

__ADS_1


Puja hanya mengangguk dan segera pergi dari kantor pak Hatta.


Lebih cepat juga lebih baik pula bagiku, gumam Puja dalam hati.


__ADS_2