
Malam itu, Kiandra dan Boy baru saja pulang dari rutinitas harian mereka.
Penat dan lelah sangat terasa di tubuh mereka.
"Aku capek sekali hari ini", keluh Boy berjalan menggandeng tangan istri nya.
"Aku pun sama, di kantor banyak sekali tugas yang harus aku urus, belum lagi ulah ulah Queen di kantor yang membuat pusing", keluh Kiandra sembari menyandarkan kepala nya di lengan suami nya.
"Gimana kalau aku buatin wedang jahe ?, kamu mau ?, kita minum sama sama sambil bersantai di taman belakang", seru Boy memberi usul.
"Boleh !, aku juga rindu banget wedang jahe khas desa kamu sayang, ibu juga sibuk ngurus butik di desa akhir akhir ini, biasa nya kalau malem aku minta ibu yang bikinin", keluh Kiandra mengingat ibu angkat nya.
Mereka berdua segera menuju ke dapur dan membuat bersama wedang jahe kesukaan mereka.
Duduk di kursi taman saling sandar satu sama lain dengan tatapan ke atas menatap bintang dan langit malam, seakan membuat lelah di tubuh dan pikiran mereka hilang seketika.
Secangkir wedang jahe hangat menambah kenikmatan waktu bersantai mereka malam itu.
"Aku boleh gabung gak ?", seru sebuah suara tiba tiba membuyarkan saat saat bersantai mereka.
Boy dan Kiandra sama sama terkejut saat melihat seorang gadis yang tak asing lagi bagi mereka.
"Puja ?, kenapa kamu bisa ada di sini ?", seru Boy terkejut.
Sementara Kiandra hanya terdiam melihat Puja ada di rumah nya.
Perasaan nya berubah menjadi tak karuan, terlebih sejak dulu Puja sangat mencintai Boy suami nya.
Mampus !, aku gak nyangka keberuntungan masih berpihak pada ku, hingga tanpa melakukan apa apa, aku bisa mendapat tontonan se menarik ini, gumam Queen dalam hati.
Queen segera bergabung ke sisi Puja.
Membuat Kiandra menatap tajam ke arah Queen.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu ?, bukan aku yang membawa nya ke sini, tapi dia sendiri yang datang", ketus Queen berkacak pinggang.
__ADS_1
"Aku datang untuk mengucapkan selamat pada kalian, tega sekali kalian tak memberi kabar bahagia itu pada ku dan pada seluruh penduduk desa", ucap Puja tersenyum, padahal dalam hati ia begitu ingin menjambak pasutri di hadapan nya.
Boy dan Kiandra tak bisa berhenti menatap heran terhadap Puja.
Wanita seperti dia ?, mengucapkan selamat pada ku ?, gumam Boy dalam hati.
"Terima kasih", ucap Kiandra berusaha menghargai niat baik Puja, meskipun ia merasa seorang Puja tak akan mudah melepaskan Boy dari hati nya.
"Sudah malam, di mana tempat kos kamu ?, biar supir kami yang mengantar", seru Boy.
"Kamu keterlaluan Boy !, dia baru datang dari desa, bagaimana dia bisa sempat menemukan tempat kos secepat itu", seru Queen.
"Lalu ?", seru Boy mencoba menebak pikiran kedua wanita iblis di hadapan nya.
"Aku akan menginap di sini sampai aku menemukan tempat tinggal, boleh kan ?", seru Puja membuat Kiandra dan Boy lagi lagi terkejut di buat nya.
"Enggak bisa !", seru Boy keberatan.
"Ayolah Boy, kamu gak kasihan pada nya", seru Queen.
"Aku kesini juga untuk mencari pekerjaan, ingin merubah hidup ku lebih baik lagi di kota", ucap Puja memelas.
"Sayang !", ucap Boy merasa heran dengan keputusan Kiandra.
Kena kamu !, gumam Queen dalam hati.
"Asal !, kamu tinggal di paviliun belakang", seru Kiandra mencoba memberi batasan pada Puja untuk mengantisipasi niat terselubung nya yang mungkin ingin mendekati suami nya lagi.
Ucapan Kiandra membuat senyum Puja memudar.
Dalam hati ia terus mengumpat dan mengata ngatai Kiandra.
"Kamu tak sopan sekali pada tamu Kiandra", keluh Queen.
"Baiklah, aku bersedia", ucap Puja membuat Queen terkejut dan kesal.
__ADS_1
Cepet banget nyerah !, dasar bego !, sama aja kalau gitu, rencana kita akan lebih sulit tercapai, gumam Queen dalam hati.
"Tapi setelah kamu dapat tempat tinggal, kamu harus segera pindah dari sini, gak enak juga dengan para tetangga jika ada wanita luar tinggal di rumah ini", ucap Kiandra meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Boy.
"Dia bilang orang luar !", ucap lirih Puja meluapkan kekesalan nya saat Kiandra dan Boy sudah menghilang dari pandangan nya dan masuk bersama ke dalam sebuah kamar.
"Udah ah !, sana ke paviliun !, bersihin dulu sebelum di tempatin, udah lama tempat itu kosong", ketus Queen berjalan meninggalkan Puja.
"Eits !, bantuin kenapa !", ketus Puja menghadang Queen.
"Aku ngantuk !, siapa suruh mau tidur di tempat begituan", sentak Queen masuk ke dalam rumah begitu saja.
"Dasar !, baru aja janji mau bantuin aku dapetin Boy lagi, eh belum apa apa udah pergi aja", seru Puja kesal sembari berjalan menuju ke tempat yang di maksud Kiandra.
Sementara di dalam kamar, Kiandra tak berbicara sama sekali.
Raut wajah nya menandakan bahwa ia sedang gelisah.
Boy segera memeluk Kiandra dari belakang dan mulai membisik kan kata kata penenang bagi istri nya itu.
"Tenang lah sayang, dulu dan sekarang aku milik mu, Puja hanya sebatas teman untuk ku", ucap nya menyandarkan kepala nya di bahu sang istri.
"Aku hanya khawatir, orang orang seperti mereka punya seribu cara untuk mendapatkan apapun yang mereka ingin kan", ucap Kiandra mengutarakan kegundahan hati nya.
"Sudahlah, tenangkan pikiran mu", ucap Boy sembari membalik lembut tubuh Kiandra, membuat tatapan mereka kini beradu.
Boy seketika mendaratkan sebuah ciuman lembut nya di bibir Kiandra.
Membuat Kiandra terpejam dan melepas semua beban pikiran nya.
Melihat sang istri merasa tenang mendapat kecupan dari nya.
Boy segera mematikan lampu dan merebahkan tubuh istri nya ke atas ranjang peraduan mereka.
Melihat lampu kamar Boy dan Kiandra tiba tiba mati.
__ADS_1
Membuat Puja semakin gelagapan dan kesal.
"Kalian nikmati saja selama kalian bisa menikmati nya, tunggu saja permainan dari ku di mulai", keluh Puja memukul daun pintu paviliun berulang ulang kali.