
Berbeda 360 derajat dengan kepribadian Kiandra membuat kehidupan Queen hanya sebatas bersenang senang.
Setiap hari ia hanya habiskan waktu untuk berfoya foya dan bersenang senang dengan teman temannya.
"Kita have fun...!!, uang papi ku gak akan habis sampai 7 turunan sekalipun", seru Queen terus berjoget di sebuah club malam favoritnya.
Queen yang mengandalkan Kiandra sejak kecil, kali ini setelah kepergian Kiandra tak ada lagi yang bisa ia manfaatkan.
Jika pun ia ingin meraih karir dan jabatan di perusahaan, dirinya tak mampu untuk melaksanakan tugas apapun, bahkan ia tak mengerti caranya membuat dokumen dan mengeditnya.
"Sayang...!!, sini deh..!!", ucap pak Hatta melihat anaknya yang baru pulang dari club malam.
"Iya pi", ucap Queen sambil bermanja di bahu sang ayah.
"Kamu sampai kapan bermain terus, ayolah ikut papi ke perusahaan, untuk siang hari saja, jika malam hari terserah kamu mau ngapain juga", ucap pak Hatta mempersiapkan Queen untuk menggantikannya di perusahaan.
__ADS_1
"Papi...!!, aku ini masih muda, itu urusan nanti, oke....!!", Seru Queen mencium pipi pak Hatta dan segera berlalu masuk ke dalam kamarnya.
Pak Hatta hanya menggelengkan kepala tanpa berani memarahinya.
Yang terpenting baginya ialah kesenangan sang anak, walaupun sifat dan perilakunya sudah terlanjur tak bisa di perbaiki lagi.
"Kenapa pi..??", ucap bu Rara berjalan mendekati suaminya.
"Si Queen, dia susah sekali di ajak masuk ke perusahaan", keluh pak Hatta.
"Ya ampun pi...!!, dia itu masih muda, biarin lah dia have fun, lagian karyawan papi kan banyak, suruh mereka aja yang kerjain semuanya", timpal bu Rara.
"Nilai Queen aja di sekolah pas passan, itupun karna bantuan Kiandra, kalau dia gantiin papi sekarang, bisa bangkrut tuh perusahaan..!!, mami gak mau ya hidup miskin", seru bu Rara.
"Jadi menurut mami, anak kita tuh gak hebat gitu..??, kalah sama Kiandra yang udah mati itu..!!", ketus pak Hatta.
__ADS_1
"Papi...!!, hidup harus lihat kenyataan...!!, mami emang ibu kandung Queen, tapi realitanya memang Queen gak bakal mampu untuk itu, papi jangan pernah ngelak itu, papi sendiri kan yang ngajarin Queen memperalat Kiandra selama hidupnya, nah kalau dia udah mati gini, siapa lagi yang bisa di peralat sama anak kita..??", ucap bu Rara sembari pergi ke kamar meninggalkan suaminya.
Bersamaan dengan itu.
Dari kejauhan, Boy ternyata mendengar semua pembicaraan pak Hatta dan istrinya.
Memang setelah kabar kematian palsu Kiandra, Boy tetap bekerja menjadi supir keluarga soedipjo meskipun bedanya sekarang majikannya ialah pak Hatta.
Itu ia lakukan agar bisa memata matai pergerakan pak Hatta, dan mengantisipasi jika ia merencanakan hal hal buruk lainnya.
Benar benar keluarga bobrok mereka, tega sekali dengan keponakan sendiri, gumam Boy dalam hati sembari pergi karna merasa muak dengan apa yang ia dengar.
"Ehh...., mau kemana lagi sayang...??", seru pak Hatta saat melihat putrinya kembali keluar kamar dan bergegas pergi lagi.
"Mau ke club lagi pi, bosen di rumah, lagian tadi Queen pulang cuma mau ambil kartu kredit, yang Queen pakai dah habis limitnya, dah pi", ucap Queen sambil mencium pipi pak Hatta.
__ADS_1
"Tapi Queen...!!", seru pak Hatta, tetapi tak di gubris oleh sang anak.
Mau jadi apa anak itu nantinya, kurang apa lagi aku padanya..??, semua sudah aku turuti, tapi satu keinginanku saja ia tak mau melakukannya, keluh pak Hatta dalam hati.