
"Bagaimana pekerjaan kamu hari ini Nurma..??, baik baik saja bukan...??", seru pak Hatta dengan santai nya masuk ke ruangan Nurma, ia yakin Nurma tak tahu apa apa tentang kerja sebuah perusahaan.
Kamu berani menantang ku, aku hancurkan kamu..!!, gumam pak Hatta dalam hati.
"Apakah seperti ini pak..??", seru Nurma menunjukkan hasil kerjanya dalam beberapa hari ini.
Dokumen di baliknya satu per satu.
Karna merasa tak puas dengan penglihatannya, pak Hatta segera merogoh kacamata nya dan langsung memakainya untuk membaca dokumen hasil kerja Nurma.
Mata nya membelalak tak henti henti nya membaca setiap lembar yang ada.
"Ini kamu semua yang kerjakan...??", tanya pak Hatta tak percaya.
"Iya pak", ucap Nurma menahan tawa melihat raut wajah pak Hatta.
"Gadis panti asuhan seperti mu...!!", seru pak Hatta tak mengira semua meleset dari prediksinya.
"Gadis panti asuhan ini telah di didik Kiandra sebelum dia wafat pak", ucap Nurma semakin membuat pak Hatta syok.
Mau mati pun dia sudah siapkan semuanya...!!, gumam pak Hatta dalam hati.
"Bagaimana pak..??, apakah ada yang perlu di revisi lagi..??", seru Nurma menikmati momen itu selama mungkin.
Tiba tiba pak Hatta menyobek dokumen itu tepat di depan wajah Nurma.
"Kerjakan dengan benar....!!, sebenarnya apa saja yang di ajarkan Kiandra padamu sampai hal dasar seperti ini saja kamu tak becus..!!", seru pak Hatta lalu bergegas keluar dari ruangan Nurma.
Biar mampus dia..!!, kehilangan dokumen presentasi rapat hari ini, gumam pak Hatta dalam hati lagi lagi merasa kalau rencananya itu akan berhasil.
Bye paman..!!, tenang aja, aku masih punya file nya kok, gumam Nurma dalam hati sembari membereskan kekacauan yang pak Hatta buat.
"Ibuk gak pa pa..??", ucap sang sekretaris membantu Nurma membereskan sisa sisa dokumen yang telah sobek di lantai.
"Gpp kok", ucap Nurma kembali duduk di kursinya.
Seketika sekretaris itu bergegas keluar dari ruangan Nurma.
"Eh, tunggu..!!, kamu mau kemana...??", seru Nurma.
__ADS_1
"Mau kasih tau yang lain kalau rapat di batalkan buk", ucap sekretaris itu.
"Ngapain di batalin ...??", seru Nurma tersenyum.
"Kan udah sobek buk...", ucap sekretaris itu.
"File nya kan masih ada...", ucap Nurma membuat sekretaris itu berjalan kembali ke arah Nurma.
"Beneran buk...??", seru Sekretaris itu tak percaya.
"Udah ah, kamu bantuin aja saya cetak ini, oke...!!", ucap Nurma duduk santai di kursinya.
1 jam kemudian.
Semua telah hadir di meja rapat.
Hanya Nurma saja yang masih belum terlihat.
Padahal hari itu pengacara Yura dan Satria ikut hadir untuk mengevaluasi kerja Nurma dalam 2 minggu ini.
"Kamu lihat kan pak Yura...!!, Belum belum Nurma tak tepat waktu", seru pak Hatta mencoba menjelekkan nama Nurma di hadapan semua direksi.
Kemana sih kamu Kiandra...!!, kenapa lagi lagi kamu mau di tindas oleh paman mu ini, gumam Pak Yura dalam hati.
"Saya kasih tau kamu ya pak, kerja dia tuh gak becus..!!, buat dokumen aja gak bisa, apalagi mau pimpin perusahaan ini, cicak di atas bakal ikut tertawa", seru pak Hatta sambil tertawa di ikuti oleh tawa pak Satria.
"Maaf pak, tapi setahu saya, ibu Nurma sangat giat sekali dalam 2 minggu ini, bahkan saat kita mengajarinya ia cepat tangkap dan bisa melakukannya", ucap salah seorang direksi.
Ya iya lah...!!, dia itu Kiandra Soedipjo, ilmu bisnis mu tidak ada apa apa nya di banding dia, gumam Pak Yura dalam hati sambil melirik ke jam tangannya.
"Betul pak, dia juga cekatan sekali dalam bekerja", ucap direksi lainnya.
"Siapa yang menyuruh kalian bicara..!!", seru pak Hatta kesal.
Membuat semua direksi terdiam.
"Kita tunda saja dulu rapat ini, nanti saya akan buatkan materi baru nya", ucap pak Hatta bersiap bangkit dari duduknya.
"Tunggu...!!", seru Nurma mengejutkan semua yang hadir.
__ADS_1
"Kemana saja kamu...!!, buang buang waktu saya saja..!!", ketus pak Yura berakting di depan pak Hatta dan pengacaranya.
"Semuanya silahkan duduk kembali, saya akan mulai rapat nya", ucap Nurma berjalan melewati pak Hatta yang masih terkejut dengan kedatangan Nurma.
"Apa kamu semalam sudah drop semua file di laptop nya dia..??", bisik pak Hatta pada pengacaranya.
"Sudah pak, bahkan tak ada yang tersisa", ucap pak Satria.
"Jika kamu tak ada bahan, lebih baik kita bubar sekarang, jangan malah mempermalukan diri kamu sendiri", seru pak Hatta.
"Tenang saja pak, saya tak akan membuat malu diri saya sendiri bahkan perusahaan", ucap Nurma sengaja meletakkan sebuah card reader dan dokumen di atas meja, sengaja untuk membuat pak Hatta semakin terpojok.
"Kenapa kamu gak cari tuh alat juga sih...!!", ucap lirih pak Hatta pada pengacaranya.
"Maaf pak, saya gak tahu kalau dia juga punya card itu", bisik pak Satria.
Sementara itu, pak Yura dan Nurma menahan tawa atas kekalahan pak Hatta pagi itu.
"Baik, kita mulai rapat nya", Seru Nurma memulai rapatnya.
___
Gemuruh tepuk tangan terdengar dari para direksi yang ada.
Hanya pak Hatta dan pak Satria yang tak ikut bertepuk tangan dan bahagia atas keberhasilan Nurma menyelesaikan tugas pertamanya di perusahaan.
Bahkan Pak Hatta dan pengacaranya segera pergi saat ucapan selamat dan sanjungan tengah tertuju pada Nurma.
Tak berselang lama.
Ruang rapat telah sepi.
Hanya ada pak Yura dan Nurma yang masih mengobrol di sana.
"Hebat kamu..!!, saya kira kamu tak mau membalas perbuatan mereka", ucap pak Yura.
"Pak, saya sudah sejauh ini, dan saya sudah bertekad tak mau menjadi lemah lagi", ucap Nurma.
"Bagus, bagus, saya bangga sama kamu, kamu kok ya kepikiran gitu buat ngerjain paman mu itu", ucap pak Yura.
__ADS_1
"Percayalah pak, itu hanya senjata makan tuan, aku belum melakukan apapun sejauh ini", ucap Nurma tertawa bersama pengacaranya.