Kiandra

Kiandra
Rahasia takdir.(Tamat).


__ADS_3

Queen masih terdiam di sisi ranjang rawat Ema pagi itu.


Dokter memutuskan Ema harus di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari.


Ema mengalami demam tinggi dan sudah sangat dehidrasi.


Beruntung mereka membawa nya tepat waktu ke rumah sakit.


Kiandra serta Bu Rara juga sudah ada di sana.


"Kau kenapa?," tanya Romi membuyarkan lamunan Queen saat itu.


"Aku tak apa," sahut Queen masih tak memalingkan tatapan nya dari sang putri yang masih lelap tertidur.


Namun di hati nya, ia merasa begitu bersalah pada putri nya sendiri.


Saat ia mengingat, Ema telah ia telantarkan saat masih bayi dulu.


Aku begitu tega meninggalkan nya dulu, tapi kenapa sekarang hati ku begitu sakit saat melihat nya terbaring seperti ini, batin Queen begitu bingung dengan diri nya sendiri.


"Tenanglah, panas Ema sudah turun, dia akan segera pulang ke rumah," ucap Romi mencoba menenangkan Queen yang begitu jelas terlihat kalau diri nya sangat gelisah saat itu.


Queen hanya mengangguk dan tersenyum kecil menanggapi setiap kata penenang dari mulut Romi.


Melihat itu, Kiandra seketika mengurungkan niat nya saat akan masuk ke dalam.


Ia merasa bukan saat yang tepat ia menemani Ema saat ada kedua orang tua nya yang sudah menjaga nya.


"Masuklah Kin, dia juga anak mu," ucap bu Rara mengerti apa yang ada di benak keponakan nya itu.


"Dengan melihat Ema baik baik saja sudah cukup bagi ku tante," ucap Kiandra dengan begitu tegar nya.


Niat untuk mempertahankan Ema tidak terbesit lagi di pikiran Kiandra.


Dengan perubahan yang ia lihat di diri Queen saat itu, sudah cukup bagi nya untuk mengembalikan Ema kepada orang tua nya.


"Kin," sapa Queen yang tanpa sadar sudah berada di samping nya.


"Aku akan segera pergi, kau tenang saja," seru Kiandra berjalan pergi dari sana.


Tanpa menoleh lagi, Kiandra terus berjalan pergi keluar dari rumah sakit.


"Queen?, apa hati mu tak terketuk sama sekali?, jangan lakukan kesalahan yang pernah kita lakukan lagi Queen," ucap bu Rara memohon.


Dengan cepat, Queen segera bergegas menyusul Kiandra yang sudah tak nampak lagi di pandangan nya.


"Mau kemana dia?," ucap nyonya Fena begitu bingung saat berpapasan dengan Queen di lobby rumah sakit.


Bahkan panggilan nya tak Queen dengar saat itu.


"Udahlah mi, biarin aja," ucap Sofia tak mau sang mami semakin panas dengan sikap dan sifat Queen.


"Ini gak bener Sofia!, anak nya lagi sakit dia malah pergi," keluh nyonya Fena bergegas mengikuti kemana Queen pergi.


"Mi!," seru Sofia bahkan tak bisa mencegah yang sudah menjadi keinginan sang mami.

__ADS_1


Jika Queen terbukti lalai lagi menjaga Ema, kak Romi akan lebih sulit lagi bersatu dengan Queen, mami pasti bakal lebih benci sama dia, batin Sofia ikut bergegas mengejar sang mami.


"Tunggu!," seru Queen seketika menghentikan langkah kaki Kiandra.


"Queen?, ngapain juga di sini?, kalau Ema butuh apa apa gimana?," keluh Boy bergegas keluar dari mobil nya saat melihat Queen menuju ke arah mereka.


"A- ada yang mau aku omongin?," ucap Queen antara yakin dan tidak untuk mulai berbicara.


"Kamu mau tau tentang Puja?, sahabat mu itu?, dia sudah aku bawa pulang ke kampung, orang tua nya juga sudah memutuskan untuk tak mengizinkan dia lagi keluar dari desa, apalagi bertemu kamu," seru Boy membuat Queen tak terkejut sama sekali, ia seakan sudah memperkirakan itu semua terjadi.


"Bukan itu Boy," seru Queen memberanikan diri.


Meskipun tubuh nya seakan terlihat gugup dan gemetar saat itu.


"Lalu?, kamu mau kami jauhi Ema?, iya!, kita memang tahu Ema itu anak kandung mu, tapi kami bukan kamu yang bisa nya seenak nya sendiri!, kamu pasti minta itu semua kan?, kembalikan Ema ke kamu?, kami akan kembalikan, tapi Ema tetap anak kami juga!, dan dia pasti akan datang mencari kami nanti nya," seru Boy naik pitan.


Ia sudah nampak muak dengan sikap Queen selama ini.


Bahkan saat ia memberi kepercayaan untuk membawa Ema keluar dari rumah sejenak, ia malah harus mendengar Ema harus masuk ke rumah sakit.


Mendengar kata kata kasar dari mulut Boy, Queen menangis saat itu juga.


Ia tidak menangis karna tersinggung dengan semua ucapan Boy.


Ia malah menangis meratapi buruk sikap dan perilaku nya selama ini.


"Sudah, sudah!, jangan berdebat di rumah sakit," seru Kiandra mencoba mendekat ke arah Queen.


Meskipun Queen telah banyak melakukan kesalahan, tapi Kiandra masih mengingat dengan jelas amanah dari paman nya untuk memaafkan dan mencoba membimbing Queen serta bu Rara setelah kepergian nya.


"Jangan menangis, semua orang punya kesalahan sendiri dalam hidup nya, aku akan menyerahkan Ema kembali pada mu, asal!, jaga Ema dengan baik, kami tak apa," seru Kiandra membuat Boy mendengus pelan.


"M- maaf!, aku hanya ingin meminta maaf," seru Queen sembari bersujud di kaki Kiandra.


Membuat Boy seakan bungkam melihat semua itu.


Queen yang sombong dan angkuh, bisa melakukan hal yang begitu mustahil seperti itu.


"Queen?," ucap Kiandra tak percaya.


Ia mencoba memapah Queen untuk berdiri.


Namun Queen masih bersikeras bersujud meminta maaf pada nya.


"Aku tak meminta apa apa!, aku tak meminta kekayaan atau anak kandungku kembali pada ku!, aku hanya meminta maaf dari kalian, tolong maafkan aku," seru Queen membuat Kiandra serta Boy menatap heran kepada nya.


Bahkan nyonya Fena hanya berdiri terpaku menyaksikan kejadian itu dari jauh.


Sementara Sofia menangis haru menyaksikan itu semua.


Ia begitu berharap, sang mami akan luluh hati nya dan mau menerima hubungan Romi dengan Queen.


"Bangun!, bangun Queen!, apa kamu benar benar yakin dengan yang kamu ucapkan barusan?," tanya Kiandra menatap lekat lekat wajah sayu Queen di hadapan nya.


Wajah yang kini tak sedikitpun menampakkan kesombongan dan keangkuhan nya.

__ADS_1


"Aku bersumpah Kin, aku minta maaf akan semua nya, aku tak peduli kamu mau sebar aib ku ini ke semua orang, tapi berikan maaf mu Kin, dan tolong biarkan aku ikut merawat Ema," seru Queen dengan begitu serius nya.


Membuat Boy memilih masuk ke dalam mobil nya dan menyeka air mata nya secara diam diam.


"Ya Queen!, kita akan rawat Ema sama sama, aku janji," seru Kiandra membuat Queen begitu bahagia.


"Maaf," ucap Queen sekali lagi dengan berderai air mata.


Ia begitu malu saat mengingat masa lalu nya yang begitu buruk.


"Iya!, aku maafin kamu!, terima kasih juga atas semua ini Queen," seru Kiandra segera menangis memeluk sepupu nya itu.


Bersamaan dengan itu, nyonya Fena mulai berjalan mendekat sembari menyeka air mata nya.


Membuat Queen tertunduk malu dan takut menatap nya.


"Tante, aku mohon jangan marahi Queen lagi, dia sudah berubah," seru Kiandra begitu takut nyonya Fena kembali memaki maki Queen lagi.


Tanpa berucap apapun, nyonya Fena segera memeluk erat Queen dalam dekapan nya.


Membuat semua nya begitu terkejut dan bercampur haru melihat nya.


Bahkan bu Rara dan Romi yang baru saja sampai di sana ikut terharu akan semua itu.


"Mami," ucap Romi tersenyum dengan bahagia nya.


"Kali ini, aku tak malu lagi menerima mu sebagai menantu ku serta ibu dari cucu ku, aku sendiri yang akan menikahkan kalian setelah Ema pulih," seru nyonya Fena membuat semua yang mendengar nya begitu bahagia.


"Kau dengar itu pi, anak kita kini memiliki hari bahagia nya sendiri," ucap lirih Bu Rara tersedu sedu.


Ayah, bunda, kalian melihat nya kan?, keluarga kita kini kembali utuh tanpa sebuah perpecahan, doakan aku agar lebih kuat lagi ke depan nya, batin Kiandra sekali lagi memeluk Queen sembari mengingat pelukan bahagia mereka saat masih kecil dulu.


Masa di mana hanya ada canda dan tawa bersama tanpa ada nya pertikaian yang berarti.


Masa tak ada istilah saling menyakiti antar saudara.


Perlahan kita mulai dewasa dan mengenal banyak hal baru.


Membuat kepribadian dan pola pikir kita pun berubah.


Tapi ingatlah satu hal, dunia akan memberikan seluruh kebaikan nya jika kita juga melakukan kebaikan kepada sesama tanpa terkecuali.


---------The End----


Terima kasih semua, alhamdulillah, untuk novel ku kali ini, cukup sampai di sini ya☺️, terima kasih yang sudah dukung dan mampir.


See you, jangan lupa beri like, favorit dan Vote nya ya, 😘.





__ADS_1



Dan masih banyak lain nya🤭🤭, semoga suka, di tunggu waktu singgah nya ya😘


__ADS_2