
"Hah...!!, lega sekali", ucap pak Hatta bersandar di sofa rumahnya.
"Lega kenapa pi...??", seru bu Rara berjalan keluar dari arah kamar nya.
"Hari ini, papi sudah membereskan semua nya mi", ucap pak Hatta merasa sangat bahagia.
"Apa pi...??, apa papi sudah bisa lenyap kan si Nurma itu...??", seru bu Rara kegirangan.
"Wow, wow mi, sabar mi, meskipun tak melenyapkan dia pun papi sudah menang dari dia", ucap pak Hatta.
"Kirain..!!, emang papi bisa dapetin semua harta itu kalau Nurma gak mati...!!", ketus bu Rara.
"Kita paksa aja dia tanda tangan surat kuasa nya mi, beres kan..!!", ucap pak Hatta membaca koran pagi nya.
"Lihatlah mereka Nurma, yang mereka bicarakan hanya harta dan harta", ucap lirih Boy pada Nurma saat mereka mengintip pak Hatta dari jendela depan.
"Tinggal selangkah lagi Boy", ucap Nurma menatap penuh amarah terhadap paman dan istrinya itu.
Nurma segera berjalan memasuki rumah.
"Kamu mau apa ...??", ucap Boy menghentikan langkah Nurma.
"Kita harus memancing mereka untuk bukti terakhir itu Boy", ucap Nurma kali ini benar benar memasuki rumah dan memulai rencana nya.
Pasti mereka akan mengomeli ku lagi, gumam Nurma dalam hati sembari terus berjalan tanpa menoleh ke arah pak Hatta dan bu Rara.
"Heh..!!!, gadis kampung ..!!", seru bu Rara berdiri dan berkacak pinggang mendekati Nurma.
"Ia", ucap Nurma singkat.
__ADS_1
"Lihatlah pi..!!, dia sudah tak masuk kantor seharian, malah keluyuran gak jelas...!!", ketus bu Rara.
"Dari mana kamu..??", tanya pak Hatta dengan tatapan tak suka terhadap Nurma.
"Aku hanya mencari angin segar", ketus Nurma.
"Lihat gaya bicara nya pi..!!, udah berlagak anak kota dia..!!, lagian cari angin kok seharian gak pulang..!!", ketus bu Rara sembari melotot ke arah Nurma.
"Lalu, bagaimana dengan Queen yang kluyuran setiap saat, kerja saja ia tak bisa", ucap Nurma dengan santai nya.
"Kurang aj*r ..!!, jaga ucapan mu...!!", teriak pak Hatta membanting koran nya.
"Gak usah marah, oh ya..!!, aku udah mulai menemukan titik terang siapa preman preman di balik sabotase Kiandra, aku akan secepat nya temukan mereka dan seret dalang dari semua ini", seru Nurma membuat pak Hatta dan bu Rara ketakutan.
"Apa maksud mu...??", tanya bu Rara gugup.
Tanpa menjawab, Nurma meninggalkan ruang tamu dan bergegas masuk ke kamar nya.
Bu Rara segera mendekat ke arah pak Hatta dengan amat ketakutan.
"Pi, katanya papi udah beresin semuanya", ucap lirih bu Rara membuat pak Hatta seakan kebingungan.
"Papi juga gak ngerti kenapa dia bisa tahu masalah itu..!!", ucap pak Hatta gelagapan mencari di mana ponsel nya.
"Cari apa sih pi...??, di ajakin ngomong juga..!!", ketua bu Rara kesal.
"Udah gak usah ngoceh mulu..!!, cepet bantu papi cari ponsel papi yang lain", ucap pak Hatta mengobrak ngabrik tas kantor nya.
Sementara di dalam kamar.
__ADS_1
Nurma terus menguping pembicaraan Bu Rara dan pak Hatta.
"Yes, berhasil..!!", ucap Nurma kegirangan.
"Gimana...??", seru Boy masuk ke kamar Nurma melewati jendela kamar.
"Kita tunggu Boy", ucap Nurma sembari mengeluarkan ponsel nya yang sudah ia hubungkan dengan ponsel pak Hatta.
Di ruang tamu, pak Hatta masih sibuk mencari ponsel nya.
"Ini bukan pi...??", tanya bu Rara menemukan ponsel dari dalam laci.
"Sini mi..!!", seru pak Hatta segera mencoba menghubungi seseorang.
"Halo...!!..!!, aku minta kalian selesaikan satu tugas lagi..!!, bunuh si Nurma sialan itu, ternyata dia memang butuh di singkirkan, setelah itu, aku akan transfer uang lebih untuk kalian bersembunyi sementara waktu, agar pembunuhan Kiandra, orang tuanya, bahkan pembunuhan Nurma yang kita sedang rencanakan tak bisa di lacak polisi", ucap lirih pak Hatta langsung menutup ponselnya.
"Gimana pi...??", seru bu Rara tegang.
"Beres mi", ucap pak Hatta dengan senyum nya yang licik.
Sementara di dalam kamar.
Nurma dan Boy saling pandang sembari mendengarkan percakapan yang berhasil mereka rekam dari ponsel mereka.
"Dapat Boy...!!", seru Nurma tak percaya rencana nya berhasil.
"Luar biasa..!!, tapi untuk kali ini, kita harus berhati hati terhadap rencana pak Hatta kepada mu, jangan sampai ke fatalan kecelakaan mu itu terulang lagi", ucap Boy memeluk Nurma.
Nurma pun membalas pelukan Boy dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
Ia sudah tak canggung lagi berpelukan dan membagi rasa dengan Boy sang asisten pribadi nya.
Usaha Kiandra hampir berhasil ayah, bunda..!!, gumam Nurma dalam hati.