Kiandra

Kiandra
Bayi ema.


__ADS_3

Saat mobil Romi sampai di halaman rumah pak Hatta.


Ia begitu terkejut saat melihat Queen sudah berada di dalam rumah.


"Aku langsung cabut ya Kiandra, Boy", seru Romi membuat Kiandra merasa heran.


"Lho, gak mampir dulu, aku bakal masakin kamu makanan yang paling enak, sebagai tanda terima kasih ku karna berkat kamu aku bisa bertemu dengan Ema", sahut Kiandra memaksa.


"Sorry Kin, kapan kapan aja, oke", seru Romi kembali melajukan mobil nya saat Kiandra dan Boy telah turun dari mobil nya.


Seketika itu juga, bayi Ema menangis dengan kencang nya.


Membuat Queen dan bu Rara terkejut.


"Mi !, kok ada suara bayi ?", tanya Queen clingukan.


"Bayi siapa ya ?, masak sih bayi tetangga ?", sahut sang mami ikut mencari asal suara.


"Cup, cup sayang !, tenang ya", ucap Kiandra memasuki rumah sembari mencoba menenangkan bayi Ema.


Saat melihat mereka, Queen dan bu Rara amat terkejut di buat nya.


"Bayi siapa tuh ?", seru Queen penasaran.


"Queen !, kapan kau pulang ?, kok gak minta supir buat jemput ?", timpal Kiandra begitu senang dengan kepulangan Queen.


"Ya suka suka aku lah !, aku mau pulang kapan kek terserah aku !", sentak Queen.


"Astaga tuh mulut !", seru Boy kesal.


"Diam aja kenapa sih Boy !, ikut campur urusan kita aja !", ketus Queen.


Sementara bayi Ema terus saja menangis mendengar Queen yang terus berucap dengan nada keras di samping nya.


"Cup sayang !, anak mama yang pinter", seru Kiandra membuat bu Rara dan Queen saling pandang.


"Anak ?, maksud kamu ?", tanya bu Rara semakin di buat penasaran.


"Iya tante, hari ini kami telah resmi mengadopsi bayi ini, yang kami beri nama Ema", seru Kiandra membuat bu Rara menatap nya dengan tak suka.


"Anak aja harus adopsi !, gak mampu punya anak sendiri ya udah !", sindir bu Rara membuat senyum Kiandra memudar.


"Bisa gak tante hargai perasaan kami sedikit !", sahut Boy tak terima.


"Alah !, yuk pergi Queen, males ngadepin mereka", seru bu Rara bergegas menarik tangan Queen masuk ke dalam kamar.


"Bahkan mereka tak mau melihat nya sekali saja, begitu cantik dan imut nya Ema ku ini", keluh Kiandra berjalan menuju kamar nya.


-------


Saat Queen berjalan melewati depan kamar Kiandra.


Seketika bayi Ema menangis dengan kencang nya.


Membuat langkah kaki nya sontak terhenti.


Ia memandang kesekeliling namun tak menemukan keberadaan Kiandra.


"Mungkin udah bosen kali dia ngurus bayi, aku mah ogah !, anak sendiri aja aku tinggal, apa lagi anak adopsi", ketus Queen entah kenapa merasa tertarik mendekati bayi Ema.

__ADS_1


"Duh, berisik !, apa setiap bayi itu selalu berisik kayak gitu ya ?", seru Queen terus mendekati box bayi Ema.


Saat diri nya hampir sampai di box bayi Ema, kedatangan Kiandra tiba tiba mengejutkan Queen.


"Astaga !, bersuara kenapa sih Kin !, seenak nya aja nongol !", sentak Queen kesal.


"Ya maaf, aku baru buatin Ema susu di dapur, tapi kamu kok di sini ?", tanya Kiandra heran.


"Gak usah berfikiran macem macem deh !, apa lagi berfikir aku simpati dengan tangisan bayi adopsi mu itu !, ketus Queen berjalan meninggalkan kamar Kiandra.


"Astaga !, gimana nanti kalau dia punya anak sendiri ?", ucap Kiandra sembari bergegas menggendong bayi Ema dan memberi nya susu.


-------


"Sebel !, tiap hari cuma denger tangisan bayi mulu !", ketus Queen berjalan menuju ke paviliun Puja.


"Kenapa sih ni orang marah marah mulu kerja an nya !", keluh Puja terus sibuk dengan majalah nya.


"Gimana gak marah !, bayi itu nangis mulu kerjaan nya !", seru Queen menyandarkan diri nya di sofa.


"Ya elah, nama nya juga bayi tuan putri Queen !, ya nangis mulu !, kayak gak pernah punya anak aja", timpal Puja.


"Eh tapi tunggu deh !, tangisan nya jadi ngingetin aku sama anak nya Romi", seru Queen.


"Anak mu juga kali Queen !", ketus Puja.


"Iya, iya !, gak usah keras keras ngomong nya kenapa sih ?, mau semua orang denger !, eh tapi ngomong ngomong bayi itu sekarang di mana ya ?, seru Queen.


"Tumben kamu ingat, kangen ya sama dia?", ledek Puja.


"Ih !, kangen apa an !, dia itu cuma jadi penghambat masa depan ku !, tau gak !", seru Queen.


"Ya kali", timpal Puja.


"Apa sih ini orang !", sentak Queen.


"Liat tuh !", seru Puja menunjuk ke arah dada Queen.


Begitu terkejut nya Queen saat menatap baju nya yang sudah basah akan sesuatu.


"Ampun deh !, harus aku apa in lagi biar gak basah !, bisa ketahuan orang rumah kalau gini terus", seru Queen bergegas menuju kamar Puja dan berganti baju memakai baju apapun yang ia temukan.


"Emang itu apa Queen ?, tanya Puja penasaran.


"Asi ku keluar !", sahut Queen.


"Astaga ", ucap Puja terheran heran.


"Udah jangan bengong aja !, bantuin bersihin gih !", sentak Queen.


"I, iya !", sahut Puja ikut kebingungan dengan setiap masalah yang di hadapi Queen.


"Kok tetep nrembes ya ?", keluh Queen kesal.


"Mending di pompa aja Queen", seru Puja memberi solusi.


"Kamu ngerti cara nya ?", sahut Queen.


"Gak tau sih !, tapi di coba dulu aja", seru Puja.

__ADS_1


'Ya udah, nih bawa atm aku kamu pergi beli pompa asi sana !", perintah Queen.


"Iya, iya bawel !", timpal Queen bergegas pergi.


------


"Lumayan juga asi mu Queen", seru Puja saat melihat botol berisi asi Queen.


"Kamu mau ?, ambil aja", seru Queen sembari merasa lega karna setelah di pompa payud*ra nya bahkan tidak terasa sakit lagi.


"Ih !, ogah !", seru Puja.


"Ya udah, buang aja", timpal Queen.


"Aku lagi !", keluh Puja bergegas membuang botol di tangan nya.


Saat ia akan membuang nya.


Nampak baby sister kebingungan menenangkan bayi Ema.


"Cepet di diemin napa sus !", sentak Puja menutup kuping nya.


"Aduh !, susu nya abis !, mbak bisa gendongin sebentar gak, aku mau buatin susu buat dia", seru sang suster segera menyodorkan bayi Ema ke tangan Puja.


"Ehh !, apa an nih !", sentak Puja tanpa di hiraukan oleh sang suster yang terus berjalan menuju dapur.


"Duh Ema !, rewel banget sih kamu ?", keluh Puja tak tahan.


Seketika Puja mendapatkan sebuah ide.


Ia mengambil botol susu kosong bayi Ema dan mengisi nya dengan asi milik Queen.


"Ema, jangan nakal ya", seru Puja sembari menyodorkan botol susu ke mulut Ema.


Seketika Ema meneguk nya dengan cepat dan kemudian tertidur di gendongan Puja.


"Wih !, hebat banget asi Queen, langsung buat Ema tidur pulas", seru Puja.


Sementara suster nampak tergopoh gopoh membawa botol susu yang baru untuk Ema.


Namun ia di buat terkejut saat melihat Ema sudah nyenyak dalam gendongan Puja.


"Mbak hebat banget", ucap suster itu.


"Iya dong !", sahut Puja menyombongkan diri nya.


"Kenapa Sus ?", seru Kiandra yang baru saja pulang dari Kantor.


"Ini nyonya, Ema langsung tenang di gendongan mbak Puja", seru suster membuat Kiandra heran.


Sejak kapan Puja suka sama bayi ?, dan tumben dia mau tenangin Ema ?, gumam Kiandra dalam hati.


"Makasih ya Puja", ucap Kiandra sembari mengambil bayi Ema dari gendongan Puja.


"Oke", sahut Puja singkat.


Bisa jadi sumber uang nih, kalau dia rewel lagi, gumam Puja dalam hati.


"Kalau dia rewel lagi gak usah sungkan sungkan panggil aku, tapi ya ada....?", ucap Puja.

__ADS_1


"Uang ?", seru Kiandra.


"Yap !, kamu tau aja", seru Puja membuat Kiandra hanya bisa menggelengkan kepala dengan sifat pamrih Puja.


__ADS_2