
Kiandra menatap dokter dengan tatapan mata kosong.
Seakan dunia nya sudah hancur kala itu.
Lalu ia memandang ke arah sang suami yang coba menenangkan nya.
Tapi seakan tidak ada suara yang bisa di dengar oleh telinga nya saat itu.
Hanya pertanyaan pertanyaan dalam diri nya lah yang kini terngiang ngiang di fikiran nya.
"Bagaimana bisa ?".
"Rahim ku bermasalah ?".
"Setelah semua kesulitan yang ada, kini kau uji aku kembali tuhan ?".
"Bagaimana sekarang aku menghadapi suami ku ?".
"Bagaimana aku kuat mendengar gunjingan buruk dari orang orang nanti nya ?".
"Bahwa aku mandul !".
"Aku tak bisa memberikan keturunan pada suami ku ".
Keluh Kiandra dalam hati hingga membuat nya pingsan saat itu juga.
Dokter dan Boy segera bergegas membawa Kiandra ke ruang perawatan.
Diagnosa dokter memang bukan tuhan.
Tapi terkadang, diagnosa dokter bisa membuat seseorang langsung lemas dan seakan mati saat itu juga saat mendengar nya.
"Saya sarankan istri bapak di sini sampai ia tenang, kami akan memberi nya vitamin untuk membantu nya pulih", ucap sang dokter menepuk nepuk punggung Boy, seakan ia ikut berduka dengan kabar yang telah ia sampaikan sebelum nya.
"Terima kasih dok ", ucap Boy masih menatap lekat lekat wajah Kiandra yang belum sadarkan diri.
Hari itu impian mereka hancur.
Tapi bagi nya, menikah bukan tentang seorang keturunan saja.
__ADS_1
"Berdua pun aku akan tetap mencintai mu, jadi jangan rapuh seorang diri, aku bersama mu", ucap Boy mencoba kuat dan memegang erat tangan sang istri.
____
2 hari yang lalu.
Kiandra dan Boy memutuskan datang ke rumah sakit untuk memulai program kehamilan.
Sudah hampir 9 bulan Kiandra tak kunjung mengandung.
Kedua pasangan itu sudah sangat menantikan hadirnya seorang anak di tengah tengah keluarga mereka.
Saat dokter mulai memeriksa perut Kiandra, wajah nya terlihat tak senang.
Membuat Kiandra merasa ada yang tak beres dengan Rahim nya.
"Rahim saya baik baik saja kan dok ?", tanya Kiandra memegang erat tangan Boy di samping nya.
"Apa datang bulan ibu lancar ?", tanya dokter mengakhiri pemeriksaan nya.
"2 bulan ini saya tidak datang bulan dok", sahut Kiandra.
"Setiap satu bulan sekali dok, karna kami sangat mengharapkan seorang anak, memang nya kenapa ?", tanya Boy mulai gelisah.
"Apa selalu garis satu ?", tanya dokter sembari menulis sesuatu di laporan medis Kiandra.
"Iya dok", ucap Kiandra risau.
"Ini surat rujukan dari saya untuk ibu periksa kandungan secara keseluruhan, nanti suster yang akan mengantar ibu ke ruang usg dan CT Scan", ucap dokter menjelaskan.
"Memang nya kenapa dengan rahim saya dok ?", keluh Kiandra.
"Saya belum bisa memastikan bu, nanti rekan saya akan memeriksa ibu lebih teliti lagi", ucap dokter memberikan surat rujukan itu pada suster dan mempersilahkan Kiandra serta Boy mengikuti panduan suster.
Boy dengan cemas menunggu di kursi tunggu.
Sedangkan Kiandra dengan gelisah mencoba mengikuti setiap arahan dan pemeriksaan dari dokter.
Bunda, aku takut !, keluh Kiandra dalam hati mencoba kuat dengan segala kemungkinan buruk yang akan ia terima.
__ADS_1
Setelah 12 jam lama nya.
Pemeriksaan Kiandra pun selesai.
Lagi lagi, ia dan Boy di buat menunggu.
"Kalian bisa ambil hasil nya 2 hari lagi, perbanyak sholawat ya", ucap dokter mencoba menenangkan Kiandra.
Selama 2 hari, entah malam atau siang.
Kiandra terus saja gelisah.
Bahkan pekerjaan rumah maupun kantor tak ada yang beres untuk pertama kali nya.
Sekretaris nya lah yang menghandel urusan kantor selama Kiandra mengambil cuti.
"Duh pusing !, kayak babu !, masak sendiri ngurus rumah sendiri, enak aja Kiandra mau nguasai rumah ini", ketus bu Rara sembari memasak makan malam.
"Yah !, kok asin banget sih !, kuah apa air laut nih !", sentak bu Rara semakin kesal.
____
"Awhh kepala ku ", seru Kiandra mulai tersadar dari pingsan nya.
Melihat tangan nya di pakaikan selang infus.
Kiandra mulai mengingat kejadian pahit itu.
"Miom dok !", seru Boy amat syok mendengar penuturan dokter.
"Itulah alasan ibu tidak datang bulan secara teratur, kami mohon maaf, itulah hasil pemeriksaan atas nama Ibu Kiandra Cecylia", seru dokter menjelaskan.
"Tidak mungkin dok !, selama ini tidak ada keluhan dari istri saya !", sentak Boy tak terima.
"Kami hanya menyampaikan apa yang kami ketahui pak", ucap dokter.
Sementara Kiandra hanya terdiam di tempat duduk nya dengan tatapan mata yang mulai kosong.
"Apa lagi ini ?", keluh Kiandra lalu kehilangan kesadaran nya.
__ADS_1