
"Tiket nya mbak", seru seorang kenek bus kepada seorang gadis yang tengah tidur dengan masker yang menutup sebagian wajah nya.
Dengan setengah tertidur, ia menyodorkan uang kepada kenek bus itu.
"Mau ke kota mbak ?, cari kerja atau gimana ?" tanya kenek bus mencoret coret secarik kertas di tangan nya dan mengulurkan nya pada gadis itu.
"Bukan urusan bapak", ketus gadis itu berusaha untuk kembali tidur.
"Ya elah mbak, sombong amat !", keluh kenek itu segera menyingkir dari sisi gadis itu.
Beberapa jam kemudian.
Bus telah berhenti di sebuah terminal kota.
Kenek bus dengan ogah ogah an kembali mendekat ke arah gadis sombong itu.
"Jika aku tak segera membangunkan nya, aku akan di kira penculik saat ia bangun dan melihat pemberhentian nya sudah terlewat jauh", keluh nya mencoba menepuk bahu gadis itu.
"Kenapa lagi sih ?, bisa tidak kau biarkan aku tidur !", sontak nya terkejut.
"Astaga !, kau gadis macam apa, sudah sombong, pemarah lagi !, gak baik mbak, bisa jauh dari jodoh, apa mbak juga tak ingin turun ?, aku ingin pulang, jam kerja ku sudah habis, akan ada pekerja lain yang memakai bus ini pergi ke kota lain, apa kau mau ikut mereka ?", seru nya sembari berjalan meninggalkan gadis itu yang masih tertegun dengan ucapan sang kenek yang panjang lebar memarahi nya.
Dengan menggerutu kenek itu menunggu gadis sombong itu turun dari bus nya dan segera menutup pintu bus dengan keras saat gadis itu sudah benar benar turun dari badan bus.
"Dasar !, aku juga membayar saat menaiki bus mu !", teriak wanita itu kesal.
Tak di duga, kenek itu masih memiliki niat meladeni gadis sombong itu dengan membuka kaca bus dan menyiramnya dengan sebotol air mineral.
"Segarkan diri mu !, jangan sampai otak mu terbakar", seru nya sembari tertawa dengan rekan nya di dalam bus.
"Sial !", teriak gadis itu mencoba mengelap ponsel nya yang basah dan mencoba menghubungi seseorang sembari berjalan menjauh dari kenek bus yang amat tak suka dengan nya.
Ia kembali kesal saat seseorang yang ia telfon tak mengangkat panggilan nya.
"Ia langsung lupa dengan ku saat aku tak ia butuhkan lagi", keluh gadis itu berjalan meninggalkan terminal dan menaiki sebuah ojek untuk pergi ke tempat tujuan nya.
___
"Stop bang", seru nya saat mereka telah sampai di depan rumah megah yang tak lain ialah kediaman pak Hatta.
"30 ribu mbak", seru sang ojek mengulurkan tangan nya.
__ADS_1
"Nih , nih !, kalau urusan uang aja cepet !", ketus gadis itu.
"Ya nama nya manusia normal mbak, bini ama anak juga butuh ini", sahut nya bergegas melajukan motor nya pergi dari sana.
Tak terlihat ada satpam yang menjaga di depan, bahkan gerbang depan nampak terbuka lebar.
"Mungkin mereka ada di rumah, syukurlah, lebih mudah bagi ku", ucap nya berjalan memasuki halaman rumah dan berhenti di depan pintu rumah megah itu.
Ting tong.., Ting tong..
Bel berulang kali ia tekan, merasa tak sabar, ia juga mengetuk ngetuk pintu rumah dengan keras nya.
"Halo !", teriak gadis itu terus menekan bel dan mengetuk pintu.
"Siapa sih !, berisik !", teriak Queen marah sembari membuka pintu depan.
Ia kemudian merasa heran saat melihat seorang gadis tengah berdiri di luar pintu dengan memakai masker wajah yang membuat Queen sulit mengenali nya.
Siapa dia ?, dari tampang nya seperti orang udik, gumam Queen dalam hati masih menatap gadis di hadapan nya dengan tatapan aneh.
"Siapa kamu ?, di sini tak menerima sumbangan", ucap Queen bersiap menutup pintu rumah.
"Aku bukan meminta sumbangan", ucap Puja.
"Oh !, aku tahu, apa kau pembantu baru ?, syukurlah, akhir nya ada yang meringankan pekerjaan kami", seru nya mengajak masuk gadis itu.
Sontak gadis itu menepis tangan Queen dan membuka masker nya.
Membuat Queen terkejut melihat siapa gadis itu sebenar nya.
"Apa kamu benar benar lupa pada ku ?, enak saja kamu tak memperdulikan aku saat aku membutuhkan mu, aku telfon pun tak kamu angkat", ketus gadis itu yang ternyata ialah Puja.
"Pu, Puja !, kenapa kau bisa sampai ke sini ?", seru Queen.
"Ya mencari my hanny ku lah !, mau ngapain lagi, aku penasaran kenapa dia sampai menjual rumah nya di desa, tanpa pulang lagi mengurus proses nya, hanya di wakilkan oleh teman nya", seru Puja sembari merebahkan diri nya di atas sofa.
"Apa tak ada yang memberi tahu mu ?", seru Queen penasaran.
"Memberi tahu apa ?, sumber informasi ku dan orang yang ku kenal di sini hanya kamu, jadi bagaimana ku bisa tahu apapun yang terjadi di sini kalau kamu tak mau mengabari ku sejak kamu kembali ke istana mu ini, keluh Puja.
Dengan santai, Queen segera duduk di samping Puja dengan memasang wajah iba.
__ADS_1
"Kenapa wajah mu seperti itu ?", tanya Puja. mulai khawatir.
"Aku sungguh kasihan pada mu", ucap Queen membuat Puja semakin khawatir.
"Jangan bertele tele !", seru Puja kesal.
"Lihat lah ke arah belakang mu", ucap Queen membuat Puja langsung menghadap ke arah belakang.
Seketika itu juga, raut wajah Puja terlihat begitu syok dan pucat.
Mulut nya sampai menganga dan mata nya tak berkedip cukup lama melihat apa yang ada di hadapan nya kini.
Ia berdiri dengan lemas nya sembari berjalan mendekati sebuah foto besar yang terpampang di tembok rumah itu.
"Ini gak mungkin !", teriak Puja histeris.
"Maaf aku tak memberitahu mu ", ucap Queen berpura pura iba dihadapan Puja.
"Kenapa kau tak memberitahuku ?, jika kamu memperingatkan ku aku bisa mencegah semua itu terjadi !", seru Puja tak bisa mengontrol emosi nya.
"Aku lupa", ucap Queen singkat.
"Tega nya kau !", seru Queen duduk di lantai sembari menangis tersedu sedu.
"Sudahlah Puja, itu sudah terjadi", ucap Queen mencoba menenangkan Puja.
"Hancur sudah semua nya", ucap Puja sembari menangis tersedu sedu.
"Mereka memang sudah menikah, tapi bukan tidak mungkin Boy tidak bisa kau rebut lagi bukan, woles lah ", ucap Queen membuat tangisan Puja agak mereda.
"Maksud nya ?", tanya Puja heran mendengar ucapan Queen.
"Ya kamu rebut kembali cinta mu, gampang kan", ucap Queen.
"Bagaimana cara nya ?, apa kau akan membantuku ?", tanya Puja mengusap air mata nya.
"Tentu !, apa yang tidak untuk kamu, lagian aku juga muak melihat kemesraan mereka setiap hari", seru Queen.
"Kamu serius ?, kamu akan bantu aku sampai aku bisa mendapatkan Boy lagi ?", tanya Puja penuh harap.
"Iya, iya bawel !", seru Queen membuat Puja kembali tersenyum dan memeluk Queen.
__ADS_1