
"What....!!, no..!!, aku gak mau pi...!!", seru Queen menolak sebuah tugas dari pak Hatta.
"Ayolah sayang...!!, papi mu ada tugas penting besok di kantor, ini hanya tugas kecil", ucap bu Rara membujuk sang anak.
"Tapi mi, bisa alergi aku jika harus masuk kampung..!!", seru Queen bersikeras.
"Lalu kamu mau apa...??, apa kamu yang harus kerja di perusahaan dan papi yang cari tuh si Nurma...!!", seru pak Hatta kesal dengan sikap manja sang anak yang pada dasarnya ia sendiri yang menciptakan sifat itu.
"Jangan pi..!!, bisa porak poranda sumber keuangan kita", seru bu Rara tak setuju jika Queen menghandel pekerjaan kantor.
"Mami...!!", ketus Queen.
"Kenapa...??, mami benar kan...??, otak anak mami tuh brilian, encer kalau masalah kekayaan dan uang apa lagi hura hura, tapi kalau masalah cari uang, apalagi mimpin perusahaan, aduhhh jangan deh...!!, bisa jadi gembel mami", keluh bu Rara.
"Benar juga sih apa kata mami, aku gak paham soal perusahaan pi..!!", timpal Queen.
"Lalu tugas apa yang bisa kamu lakukan...??, kalian berdua sama saja...!!", seru pak Hatta sembari memijat kepalanya yang akhir akhir ini begitu terasa berat.
"Cari Nurma besok besok saja lah pi, setelah masalah perusahaan kelar", ucap bu Rara di dukung oleh sang anak.
"Besok kapan...??, tugas perusahan gak akan ada habisnya, apa kita tunggu sampai dia datang kesini sendiri dan ambil semua harta kita gitu..??", ucap pak Hatta membuat bu Rara dan Queen saling pandang.
"Ya jangan boleh dong pi...!!", ucap bu Rara.
"Makanya di pikir dulu mi..!!, mami minta uang saja gak bisa nunggu besok, tapi gak mikirin kerjaan papi di kantor..!!, ke desa itu butuh waktu berhari hari, gak mungkin sehari urusan kelar beres dan papi bisa pulang segera", seru pak Hatta.
"Iyaa deh..!!, aku yang berangkat besok", ucap Queen terpaksa menyetujui tugas dari pak Hatta.
"Nah gitu kan enak dari tadi, kamu urus Nurma, papi urus perusahaan, ini kan juga buat kamu juga", ucap pak Hatta.
___'
Keesokan harinya, Queen berangkat dengan Puja menuju desa.
__ADS_1
Mata Puja seakan tak berkedip saat melihat sosok Queen di sampingnya.
Ya ampun..!!, mulus banget...!!, cantiknya kayak kajol artis bolywood favoritku, gumam Puja dalam hati.
"Ih, jangan deket deket..!!, bau..!!", seru Queen menutupi hidungnya dan segera membuka kaca mobil di sampingnya.
"Aku udah mandi kok, bahkan ini parfum terbaik di desaku", ucap Puja mencium aroma badannya sendiri.
"Kamu bilang itu parfum terbaik..!!, Nih...!!, ini baru parfum terbaik", seru Queen menyemprotkan sebuah parfum yang ia bawa.
"Wanginya...", ucap Puja seakan melayang saat mencium aroma parfum milik Queen.
"Beli di mana mbak...??, aku mau beli juga dong..!!", seru Puja membuat Queen tertawa terbahak bahak.
"Kamu tau harga parfum ini...??", seru Queen.
"Emang berapa...??", tanya Puja penasaran.
"Ti, ti...., tiga puluh....!!", seru Puja amat terkejut.
Bisa habis 2 sapi aku, cuma buat beli parfum, gumam Puja dalam hati.
"Gak mampu kan...!!, sok banget...!!", ketus Queen.
"Terus...., itu badan bisa mulus gitu perawatan salon berapa duit mbak..??", tanya Puja masih penasaran dengan tubuh sempurna Queen.
"100 juta sekali ke salon, dari ujung rambut sampai kaki, kamu mau...??", bisik Queen membuat Puja pucat dan reflek menggelengkan kepalanya.
Bisa di cekik aku sama bapak, gumam Puja dalam hati, setelah pertanyaan itu Puja tak lagi bertanya masalah perawatan tubuh pada Queen.
Ia sudah bisa menebak, bahwa tak ada yang murah untuk hasil yang sesempurna itu.
"Ini benar jalannya...??", seru Queen menatap jalan masuk menuju perdesaan asal Puja.
__ADS_1
"Iya mbak, kita lurus aja, bentar lagi sampai kok, cuma memang jalannya nanjak, karna desanya memang berada di atas bukit, makanya cocok untuk perkebunan teh", ucap Puja.
"Lho, kok macet sih..!!, kenapa nih...??", seru Queen memaksa mobilnya untuk terus berjalan walaupun sepertinya ban mobilnya telah terjebak sesuatu.
"Coba aku cek mbak", ucap Puja turun dari mobil.
"Kenapa...??", seru Queen mengamati dari dalam mobil.
"Sepertinya kita harus jalan kaki mbak, kayaknya habis hujan lebat dan jalannya penuh lumpur", ucap Puja membuat Queen menganga.
"Serius...!!!, jijik dong kaki ku..!!", seru Queen mencoba berjalan di atas lumpur.
Puja yang melihatnya berusaha menahan tawa.
Tubuh yang sempurna, kaki yang putih mulus, kini berlumpur dan berwarna coklat.
"Kayak es lilin coklat susu", ucap Puja sedikit tertawa.
"Apa kamu bilang..!!", seru Queen emosi.
"Gak mbak, yuk jalan", ucap Puja memandu perjalanan mereka.
"Katanya udah mau sampai", ucap Queen tak melihat tanda tanda pemukiman warga.
"Masih 2 km di depan mbak", seru Puja lagi lagi membuat Queen terkejut.
"Itu namanya jauh Puja...!!", seru Queen kesal.
"Ya kalau kita gak terus jalan ya gak bakal nyampek nyampek mbak", ucap Puja.
"Terus mobil ku gimana..??", tanya Queen.
"Nanti biar temen aku yang derek, tenang aja", seru Puja sembari sesekali tertawa kecil melihat Queen dengan segala tingkahnya.
__ADS_1