Kiandra

Kiandra
Terkuak nya identitas asli.


__ADS_3

Tok tok....


Berulang kali pintu kediaman pak Hatta di ketuk.


Tapi belum ada satu pun penghuni rumah yang membukakan pintu.


Sementara di kamar.


Bu Rara yang sedang bersantai membaca majalah dengan Queen, akhirnya bangun dari rebahan nya secara terpaksa karna merasa risih dengan bunyi pintu yang terus di ketuk berulang kali.


"Siapa sih..!!, ganggu aja...!!", ketus bu Rara berjalan ke arah pintu depan.


"Ikut mi...!!", seru Queen membuntut di belakang mami nya.


Belum sempat mereka membuka pintu.


Nurma terlihat sudah membuka pintu nya dari luar.


"Jadi kamu...!!, buat kuping saya panas tau gak..!!, sok penting aja mau nya di bukain pintu...!!", ketus bu Rara berkacak pinggang di depan Nurma dan Boy.


"Nyonya sebaiknya bersikap lebih sopan", ucap Boy memperingatkan.


Seketika Queen segera melototi Boy.

__ADS_1


"Heh..!!, supir..!!, ada hak apa kamu sok nasehati mami ku, dan lebih bela gadis kampung ini...!!, majikan kamu tuh sebenarnya siapa...??", seru Queen tak terima.


"Boy benar..!!, kalian harus jaga sikap pada nya", seru pak Yura berjalan memasuki rumah kediaman pak Hatta.


"Ini lagi...!!", ketus Queen.


"Tunggu aja sampai suami saya pulang...!!, bisa tamat riwayat mu..!!", seru bu Rara menunjuk muka pengacara Yura.


"Pak Hatta sudah pulang, tapi bukan ke sini, tapi di penjara", ucap pengacara Yura membuat Queen dan bu Rara terkejut.


"Gak mungkin...!!", seru bu Rara menyangkal kenyataan itu.


"Tante bisa lihat laporan penahanan nya", seru Nurma memberikan seberkas dokumen pada Queen dan bu Rara.


Tapi ada satu hal yang membuat mereka heran.


Di bagian nama pelapor, tertulis nama Kiandra Cecylia pradipta Soedipjo.


Membuat bu Rara dan Queen tiba tiba tertawa lepas dan melempar dokumen itu ke wajah sang pengacara Yura.


"Kami itu tidak bodoh...!!, jika pun kabar suami saya telah di tahan itu benar, bagaimana bisa kepolisian menerima laporan atas nama orang yang sudah meninggal...!!, kalian cuma mengarang itu semua kan...??, hanya untuk membuat kami takut dan lari meninggalkan rumah ini", seru bu Rara dengan angkuh nya.


"Justru kalian lah yang menunjukkan bahwa kalian memang benar benar bodoh...!!, jika memang sang pelapor mengatas nama kan Kiandra, apakah kalian tidak berfikir..??, bahwa mungkin saja Kiandra itu belum meninggal", seru pak Yura membuat wajah Bu Rara dan Queen menjadi pucat pasi.

__ADS_1


Sembari memandang kesekeliling rumah, mereka mencoba mencari kalau kalau Kiandra benar benar masih hidup dan mungkin saja sedang memata matai mereka.


"Nyonya pasti bingung..??, nyonya bisa baca dokumen ini jika mau", ucap Boy mengulurkan sebuah dokumen ke hadapan bu Rara.


Dengan tangan gemetar, bu Rara mencoba mengambil dokumen itu.


Rasa penasarannya lebih kuat di bandingkan rasa takut nya saat itu.


Perlahan ia membuka dokumen itu.


Mata mereka seketika membulat sempurna, keringat dingin mengalir di dahi mereka.


Kaki mereka seakan tak sanggup lagi berdiri.


Dalam sekejap, mereka ambruk bersimpuh di lantai rumah mereka sendiri.


Setelah selesai membaca dokumen itu, mereka seakan tak berani memandang ke arah Nurma.


Isi dokumen itu ternyata merupakan riwayat operasi wajah Kiandra yang berganti wajah menjadi wajah yang amat berbeda dari sebelum nya, yang saat ini pemilik wajah itu mereka kenal sebagai gadis bernama Nurma, itulah yang membuat mereka nampak syok bukan main.


Mereka tak percaya, musuh terbesar mereka masih bersama mereka selama ini, demi mencari keadilan untuk diri nya dan orang tua nya.


"Nurma itu Kiandra...??", ucap lemas Queen dengan wajah yang masih nampak kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2