
"Nih..!!, sapu semuanya nya sampai bersih ya..", seru Nurma memberikan tugas pertama pada Queen.
"Nih..!!, kerjain...!!", seru Queen malah memberikan sapu nya pada Puja.
"Enak saja..!!", seru Puja malah memilih mengambil lap dan membersihkan jendela butik.
"Awas kamu ya...!!", seru Queen geram.
"Aku kasih tugas kamu, bukan dia...!!", seru Nurma kembali memberikan sapu pada Queen.
"Kamu bisa lihat gak..!!, tanganku tuh mulus, kuku bagus..!!, emang pantas pegang gituan...!!, pakek otak dong..!!", seru Queen melempar sapu dihadapannya.
"Mata ku masih jernih kok, otakku juga masih bekerja, dan yang ku tahu sekarang kamu itu pegawai ku dan kamu harus bekerja", seru Nurma memberikan sapu itu ke genggaman Queen.
"Huh", seru Queen mencoba mengayunkan sapu ditangannya dengan terpaksa.
Tak lama kemudian.
Nurma pergi meninggalkan area butik.
Merasa ada kesempatan.
Queen mencoba mencari petunjuk tentang keterlibatan Nurma dengan surat wasiat Kiandra.
__ADS_1
Aman...!!, gumam Queen dalam hati mencoba mencari di semua laci yang ada.
Berharap ia bisa mendapatkan jalan keluar atas masalah keluarganya.
"Apa nih...!!", seru Queen mencoba membaca dokumen yang ia temukan di laci kerja Nurma.
Seketika wajah Queen menjadi pucat pasi.
Sesekali ia menelan ludah dan kembali membaca dokumen itu berulang kali.
"Ini gak mungkin...!!", seru Queen tak percaya dengan apa yang ia baca.
Ia terus membaca dan membaca dengan seksama isi dokumen itu.
Ia semakin syok membaca sepenggal bab dari dokumen itu.
Tangannya bahkan di buat gemetar dan seketika dahinya juga penuh akan keringat dingin.
*Keluarga pak Hatta Soedipjo, selaku adik kandung dari pak Sam Soedipjo, dinyatakan tidak akan mendapatkan apa pun dari harta kekayaan yang ada.
Bahkan untuk putrinya Queen Soedipjo, tidak akan mendapat tunjangan hidup maupun fasilitas apapun jika di usianya yang ke 25 tahun ia tetap masih dalam kondisi menganggur atau tak memiliki sebuah bisnis apapun*.
Kalimat itu cukup membuat Queen pucat pasi.
__ADS_1
"25 tahun...??, itukan tahun depan...!!, mati aku
.!!", seru Queen meremas kepalanya sendiri.
Sementara, Nurma yang sedari tadi mengintip dari balik jendela terus saja tertawa melihat ekspresi Queen saat membaca dokumen itu.
"Queen, Queen, sebenarnya itu cuma dokumen palsu, itulah jadinya kalau semasa sekolah kamu hanya mengandalkan aku, membedakan dokumen asli dan palsu pun tidak becus..!!, kalau dulu aku memang selalu terima dengan semua tingkah mu, tapi sekarang ..!!, Terima pelajaran dariku untuk anak manja sepertimu...!!, sekarang aku tak mau jadi boneka mu, terlebih setelah tahu kelicikan kalian di balik kematian orang tau ku", ucap Nurma menyeka air matanya.
Tiba tiba, telfon Queen berdering.
"Hallo pi...", ucap Queen.
Seketika Queen berdiri dari tempat duduknya.
"Boy akan pulang lagi minggu depan...!!, bagaimana mungkin..??, cuti nya kan habis minggu lalu", seru Queen, takut Boy berhasil memergoki nya dan malah membuat Nurma tahu akan alasannya berada di desa itu.
Padahal tanpa Queen ketahui, Nurma sudah bisa menebak akan rencana Queen.
Bahkan Nurma tahu dan mengenal dengan baik luar maupun dalam dari diri Queen.
Karna memang Nurma bukan orang lain, melainkan ia adalah Kiandra yang tak di kenali lagi oleh Queen.
"Kalau gitu tolong segera transfer uang ke rekening Puja pi, biar aku bisa bebas dari butik sialan ini, dan pulang sebelum Boy datang", ucap Queen menutup panggilan telfonnya.
__ADS_1