Kiandra

Kiandra
Hari persidangan.


__ADS_3

"Pak Hatta...!!", seru seorang polisi merasa heran saat menemui pak Hatta di depan sel nya.


"Iya pak, saya siap", seru nya sambil merapikan baju dan rambut nya sekali lagi.


"Tumben bapak sudah bangun dan bersiap...??", tanya polisi itu heran.


"Ini kan hari nya pak", ucap pak Hatta sumringah.


"Hari kau di vonis mati saja bangga...!!, sinting ya...!!", seru seorang napi dari balik jeruji besi.


"Hai...!!, hentikan...!!, kalian juga akan mendapat giliran nanti nya...!!", teriak polisi itu sembari berkacak pinggang menunjukkan kekuasaan nya di sana.


"Sudah lah pak, jangan dengarkan mereka, bisa kita berangkat sekarang...??", seru pak Hatta tak sabar.


Polisi segera membuka gembok sel, seketika pak Hatta berjalan dengan penuh semangat.


"Hei....!!, pelan kan langkah mu...!!, borgol ini harus ku pasang dulu di tangan mu", seru polisi itu menghadang jalan pak Hatta.


"Astaga...!!, silahkan pak, terserah bapak mau lakukan apa", ucap nya masih dengan senyum yang mengembang.


Setelah borgol terpasang, mereka berjalan menuju mobil yang akan mengangkut mereka ke pengadilan.


Di situ, tatapan polisi itu masih penuh tanda tanya.


"Mungkin hakim akan memutuskan hukuman mati untuk mu", ucap polisi itu memancing reaksi pak Hatta yang tak wajar bagi seorang napi yang akan menghadapi hari keputusan hukuman nya.


"Tak apa, yang penting aku bisa bertemu mereka lagi", ucap pak Hatta terus memandangi jalanan saat mobil itu melaju meninggalkan Rutan.


"Istri dan anak mu...??", tanya polisi itu penasaran.


"Ya, sudah lama aku tak bertemu mereka, tapi setiap minggu nya mereka sempatkan mengirimi ku sarapan, itu sudah cukup bagi ku", seru pak Hatta terlihat nampak bahagia walaupun di hari tersuram di hidup nya.

__ADS_1


Polisi itu langsung mengingat wajah dua orang yang selalu mengantarkan sarapan untuk pak Hatta bahkan untuk semua warga rutan.


"Mungkin mereka yang bapak maksud", ucap polisi itu ikut bahagia dengan kebahagiaan kecil pak Hatta.


"Pak polisi melihat nya...??, kenapa mereka tak masuk menjengukku juga pak...??", tanya pak Hatta penasaran dengan alasan istri dan anak nya yang tak mau menemui nya.


"Saya tak tahu pak, bapak bisa tanyakan itu nanti di pengadilan saat bertemu mereka, itukan yang bapak inginkan", ucap polisi itu menghilangkan rasa penasaran nya untuk sesaat.


Tak berapa lama.


Mobil mereka sudah sampai di pengadilan.


Dengan senyum yang masih berada di bibir pak Hatta.


Ia mulai melangkah memasuki ruang dakwaan sembari memandang kesekeliling ruangan.


Tapi tiba tiba senyum nya mulai pudar.


Kini senyum nya mulai memudar.


Polisi yang mendampingi nya langsung mengerti arti dari raut wajah pak Hatta yang berubah seketika.


Apakah istri dan anak nya tak datang...??, gumam polisi itu ikut mencari pandang di setiap sisi ruang pengadilan.


Tiba tiba, dua wajah yang ia kenal muncul di sana.


"Alhamdulillah", seru polisi itu mencoba mendekati pak Hatta.


"Bersikaplah tenang pak, istri dan anak bapak telah datang", bisik polisi itu membuat senyum pak Hatta kembali merekah dan mantap menatap hakim di depan nya.


Putusan demi putusan dakwaan demi dakwaan telah di capai putusan seadil adil nya, yaitu hukuman mati.

__ADS_1


Bagi pak Hatta itu sudah takdir hari tua nya.


Ia tak menyesal melakukan itu, asalkan anak dan istri nya tak terlunta lunta di jalanan.


Tapi tiba tiba, Hakim memberi putusan ulang akan hasil nya, yaitu pak Hatta akan di hukum seumur hidup, sesuai keringanan yang di berikan oleh pihak pelapor yaitu Kiandra.


Pak Hatta sedikit tercengang mendengar putusan hakim tuk yang kedua kali nya.


Apa maksud di balik Kiandra kali ini...??, gumam pak Hatta dalam hati masih menaruh curiga pada Kiandra.


Saat sidang itu selesai, pak Hatta langsung di borgol kembali dan di bawa menuju ke rutan.


"Tunggu pak..!!, dimana anak istri saya, saya ingin bertemu mereka walau sebentar", seru pak Hatta amat berharap.


"Mari ikut saya pak", ucap polisi itu mengajak pak Hatta menuju ke tempat dimana ia melihat kedua orang yang dinanti nanti oleh pak Hatta.


Polisi itu nampak kebingungan saat melihat kursi di hadapan nya telah kosong.


"Dimana mereka pak ...??", seru pak Hatta memandang kesekeliling ruangan.


"Tadi mereka ada di sini, entahlah", ucap polisi itu mencoba membawa pak Hatta ke arah teras, ia berharap mereka belum jauh dari sana.


"Itu mereka pak ....!!!!", seru polisi itu mencoba mengejar kedua orang yang hampir masuk ke dalam mobil nya.


"Mami...!!, Queen...!!", seru pak Hatta saat telah berhasil mengejar kedua wanita itu.


Saat mereka membalik kan badan nya.


Pak Hatta amat terkejut dengan apa yang ia lihat.


"Kalian...!!", seru pak Hatta amat syok dan terduduk di tanah dengan lemas.

__ADS_1


__ADS_2