
"Malu malu in...!!", ketus bu Rara membuka pintu rumah dengan kasar nya dan merebahkan diri nya di sofa.
"Kenapa sih mi...??", seru Queen sembari asyik bermain game online di ponsel nya.
"Papi mu itu gak punya otak atau gimana sih...!!, bisa bisa nya semua media isinya berita buruk papi mu..!!, kan malu lah mami.., di mall di tempat arisan cuma jadi gunjingan", keluh bu Rara menyalakan ac ruangan.
"Parah emang papi mi, ponsel aku aja pemberitaannya papi semua, jadi aku buat main game aja deh...!!", ucap Queen sambil terus bermain game di ponsel nya.
"Harus nya kan papi bisa bermain cantik..!!, kenapa bisa tledor sih...!!", seru bu Rara.
"Iya mi...!!, kan kita juga yang susah..",keluh Queen meletakkan ponsel nya.
"Biarin...!!, biar papi mu tanggung sendiri semua nya, kita tinggal baik baikin si gadis kampung itu biar bisa tetap hidup mewah", ucap bu Rara mengantisipasi kemungkinan buruk yang akan terjadi dengan hidup nya.
"Ide bagus tuh mi...!!, gak apa apa sedikit memohon, tapi kita tetap bisa hidup enak", ucap Queen mendukung ide sang mami tanpa memikirkan kesulitan pak Hatta demi mereka.
__ADS_1
"Kalau mami jadi papi, langsung aja habisi Nurma saat ada kesempatan, dibilangin gak percaya sih...!!", seru bu Rara.
"Oh ya, emang mami gak penasaran, kemana papi sekarang berada..??", tanya Queen.
"Ngapain....!!, penting kan mami hidup nyaman di rumah ini", timpal bu Rara meneguk segelas jus dingin di depan nya.
"Kamu sebaiknya bantu mami beresin simpanan mami sama papi, kalau kalau papi mu masuk penjara, harta kita aman dan kita suruh Nurma tunjang hidup kita", ucap Bu Rara menarik tangan Queen menuju ke ruang kerja pak Hatta.
Sementara di hutan.
"Ini makan malam nya pak, bisa tolong lepaskan anak kami, biar dia bisa makan dan minum, kami janji tak akan memberi tahu siapa pun", ucap suami seorang wanita yang tinggal di sebrang hutan itu.
"Bagus juga kerja kalian...!!, aku minta makan lauk ayam kalian sediakan", ucap pak Hatta lalu memandang ke arah gadis yang ia sekap.
Jadi ingat Queen, biarkan saja lah dia makan, lalu setelah itu akan ku sandera lagi dia, gumam pak Hatta dalam hati lalu melepaskan jeratan tangan nya di tubuh gadis itu.
__ADS_1
Gadis itu segera di rangkul oleh ibu dan bapak nya, dengan berderai air mata, sang ibu menyuapinya dengan ber lauk kan garam.
"Buk, lauk diah mana...??", ucap seorang anak paling kecil di keluarga mereka dengan terus memandangi ayam goreng milik pak Hatta.
"Maaf ya nak, besok bapak belikan untuk kamu, hari ini uang bapak habis hanya cukup membeli sepotong ayam untuk tamu kita", ucap ibu itu mencoba memberi pengertian pada sang anak.
Sementara pak Hatta terus makan dengan lahap nya.
Ia tak menghiraukan rengekan anak kecil di samping nya.
Pasti mami dan Queen sangat cemas saat ini, mungkin mereka bahkan tak bisa makan lahap sebelum aku pulang, gumam pak Hatta dalam hati sembari menatap nasi yang belum sempat ia habiskan.
Jauh dari perkiraan pak Hatta, bu Rara dan Queen sama sekali tak memikirkan nya.
Bahkan mereka makan dengan nikmat nya, lengkap dengan porsi 3 kali sehari dengan delivery resto ternama favorit mereka.
__ADS_1