
"Pulang sana,"
Begitu turun dari motor pacarnya, Arani langsung mengibaskan tangannya untuk mengusir Areno.
Areno melepas helm nya lalu terkekeh seraya mengusap puncak kepala gadisnya.
"Gak usah di usir juga aku bakal pulang kali,"
Arani menghela bahunya cuek. Ia mengangkat alisnya saat Areno menarik lengannya agar posisi mereka lebih dekat.
"Jangan kangen," Bisik Areno persis di depan telinganya. Arani memukul kencang pundak kekar yang beberapa bulan ini selalu menjadi sandarannya.
"Buruan pulang!"
Teriakan Arani mengundang tawa Areno semakin kencang. Ia menarik pipi cewek itu gemas.
"Kenapa sih? Emang mau ngapain nyuruh aku buru-buru pulang?" Ucapannya terdengar tidak santai memang. Areno bukannya tersinggung tapi Ia hanya penasaran kenapa gadis itu menginginkan Dia segera pergi.
"Aku mau belajar. Besok ada ulangan, Areno," Jawab Arani dengan penekanan agar cowok di depannya ini mengerti.
"Ya elah, kamu udah pinter gak usah belajar lagi,"
Arani mendorong kening Areno kesal.
"Saya tidak sepintar anda. Yang gak perlu belajar tapi nilai tetep bagus,"
Entah itu pujian atau sindiran untuk Areno yang tidak pernah belajar. Hidup santai tanpa beban. Walaupun sering buat kasus di sekolah, uang jajan tetap mengalir.
"Orang kalau udah jenius emang gini. Gak perlu baca, nilai seratus," ucap Areno dengan bangganya. Ia menepuk dada dengan gaya arogan. Terkesan lucu di mata Arani.
Hah? apa?
Lucu?
"Aku mau masuk sekarang jadi lebih baik kamu pergi!" tangan Arani menunjuk wajah cowoknya dengan galak. Areno terkekeh lalu menggigit pelan telunjuk Arani.
"Aku tuh jijik sama kamu!!"
"Apa sih? drama banget,"
Areno menarik pipi Arani dengan gemas. Hingga kulit putih itu berubah menjadi merah.
"Kurang ajar lo!! skin care gue mahal nih. Jangan sentuh gue!!"
Arani mengusap wajahnya berusaha menghilangkan jejak tangan Areno.
"Tapi kalau udah nikah boleh pegang kan?"
__ADS_1
Mata Arani memicing tajam.
"Pegang apa maksudnya?! Hah?!" tanya gadis itu dengan galak.
"Ya pegang apa aja. Kan udah halal,"
Arani menggeleng pelan. Ternyata bukan hanya prestasinya saja yang tinggi, tetapi daya khayalnya pun demikian. Patut di acungi jempol.
"Semahal apapun skin care kamu, nanti kalau udah jadi istri aku mah semuanya aku beliin buat kamu," ucap Areno dengan mata berkedip genit. Arani bergidik geli lalu berlari memasuki rumahnya. Areno tertawa keras melihat tingkah gadis itu yang terlihat unik di matanya.
"Kenapa sih gue bisa suka sama cewek model begitu? bingung gue," gumam Areno pelan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
************
"Anjay! udah pada nyampe aja nih?"
Aremo kaget begitu melihat teman-temannya sudah sampai lebih dulu di rumahnya. Rencananya, malam sabtu ini mereka akan menghabiskan waktu bersama di rumah Areno dengan bermain PS dan barbeque party.
"Lama banget ngebucinnya najis," ledek Jojo.
Demi dan kembaranya, Koko yang hampir sebulan izin tak masuk sekolah karena orang tua mereka yang sakit keras di luar negeri pun turut bergabung dalam perkumpulan itu.
"Maklum, baru pertama kali nemu cewek bener,"
"Eh kamvret! maksud lo selama ini gue kenal sama cewek yang gak bener gitu?" solot Areno dengan ancang-ancang melempar asbak rokok yang ada di atas meja ruang tamu.
"Lah emang iya, dugong! lo kalau kenal cewek pasti anak malem mulu. Udah gitu, sukanya joget-joget lagi,"
"Emang kenapa kalau anak malem?"
Feri yang sedang bergelut dengan chatingnya bersama dengan Firda, kekasihnya langsung memukul meja karena terlalu kaget. Tapi hal yang dilakukannya itu juga berhasil membuat teman-temannya terlonjak heboh.
"Anak siang aja lah, yang terang. Lo suka yang gelap-gelap?! hah?!"
"Lo kebiasaan banget sih. Suka banget bikin orang jantungan," dumel Koko.
"Gue hajar lo!!"
Demi menggulung lengan kausnya berlaga ingin mengajak Feri beradu. Jangan kan beradu, melihat wajah dingin Feri saja, Ia langsung menelan ludah pahit seraya terkekeh menjijikan.
"Heh! jangan belagu jadi bocah!!" seru Areno dengan tangan menunjuk Koko.
Areno tidak ingin rumahnya di hiasi dengan petengkaran. Walaupun sebenarnya itu tidak akan pernah terlewati. Selalu ada hal yang berhasil membuat mereka berdebat.
"Bercanda gue, dugong. Lebay lo ah!!"
*********
__ADS_1
Areno sibuk berbincang dengan Arani di chatnya. Sementara teman-temannya masih bermain, ada juga yang sedang membakar daging di pekarangan rumahnya.
Demi melempar stik PS ke arah Areno. Ia terlalu lelah mencari strategi agar menang. Sekarang perutnya lapar. Mungkin setelah mengisi perut, Ia akan lebih mudah menjadi pemenang.
"Main, Ren!! sibuk sama HP mulu,"
"Ogah ah, gue lagi nemenin Arani belajar,"
Demi memasang mimik wajah seolah ingin muntah. Ia berdecak meledek.
"Dasar kaum bucin. Seharusnya kalau mau nemenin, lo nya juga belajar!!"
"Males gue belajar. Mendingan gue rebahan,"
Melihat Areno yang benar-benar merebahkan tubuhnya di atas karpet, Demi menggeleng pelan.
"Enak jadi lo ye, gak usah belajar tapi nilai bagus. Gak usah kerja, harta berlimpah,"
"Coba kalau ngomong tuh ngaca dulu!! harta lo kayaknya yang gak pernah habis,"
"Punya orang tua itu mah," jawab Demi.
Areno : Woy!! kok g bls chat lg?
Arani : Aku lg bljr. Jd di mhn pengertiannya!!!
Areno : Bljr mulu dr td. Gk pegel otaknya?
Arani : SUKA-SUKA GUE. DAH YAA JGN GANGGU LAGI!! GANGGU? BSK PULANG LEWAT MANA LO?!
Arenp tertawa terpingkal-pingkal ketika membayangkan bagaimana wajah kesal Arani sekarang. Demi mengerinyit dalam dengan dengusan gelinya.
"Ternyata bener, Cinta bisa buat orang jadi gila,"
Areno tidak mendengar ucapan Demi. Ia malah sibuk mengirim pesan lagi untuk Arani.
Areno : Night , Aranique😘😘
Di kamarnya, Arani menggeram kesal. Bunyi notifikasi yang masuk ke ponselnya benar-benar mengganggu. Ia memutuskan untuk mengaktifkan mode silent.
Melihat pesan terakhir Areno di home screen nya, Ia tersenyum dengan wajah menghangat. Sedetik kemudian Ia baru menyadari kalau Areno mengirimkan emoticon yang sebelumnya tidak pernah Ia terima.
Sebelum benar-benar fokus dengan bukunya, Arani membalas pesan terakhir pacarnya itu.
Arani : Tlng emot di kondisikan. W bkn angin yg bs di cium sembarangan😡😒
Areno : Iya... iya aku tau kok km mau yg lbh dr itu kan? sabar ya, sayang. Ntr kl udh nikah, km bs mnta apa aja kok.
__ADS_1
Gigi Arani bergemelutuk marah. Tangan kecilnya sampai memukul buku yang sedang di pelajarinya.
Arani : ANAK DUGONG SYALAN!!!!