
Sinar matahari sudah sedari tadi memaksa masuk melalui celah jendela kamar Arani.
Arani mulai membuka matanya secara perlahan seiring mengumpulkan kesadarannya. Setelah matanya terbuka sempurna, ia mencoba meregangkan ototnya yang terasa kaku saat ia tidur. Hari ini ia merasa jauh lebih segar daripada hari kemarin. Keadaan nya semakin membaik, usai sakit kemarin. Setelah ia bermalasan di ranjang nya setelah bangun tidur tadi, sekarang ia memutuskan untuk mandi, agar tubuhnya terasa lebih segar.
"Pagi Ma, Pa"
Sapa Arani pada kedua orangtuanya yang sudah menunggunya di meja makan untuk sarapan bersama. Setelah
Arani mandi, ia memang memutuskan untuk turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya. Karena ia pikir, kedua orangtuanya juga pasti telah menunggu nya. Benar saja, kedua orangtua Arani telah duduk di meja makan.
"Pagi juga, Sayang."
Balas kedua orang tua Arani secara bersamaan.
"Gimana keadaan nya? Udah makin baik?"
Tanya Hellen, mama Arani sembari memberikan nasi goreng buatannya ke dalam piring putrinya itu.
"Udah kok, Ma,” jawab Arani yang baru saja sembuh dari sakitnya. Mama nya menganggukkan kepala nya sambil mengucap rasa syukur.
"Oh iya, mama sama papa Gak balik lagi ke singapore?" Tanya Arani pada kedua orangtua nya di sela ia menyantap sarapan nya.
"Nggak, urusan Papa di sana udah selesai,”
Jawab papa Arani. Ucapan itu sontak membuat raut wajah Arani menjadi sumringah. Ia menatap kedua orangtuanya tak percaya. Ia tidak tinggal ditinggal lagi oleh orangtuanya. Biarpun sementara tapi rasnaya tetap kehilangan karena adiknya masih nyaman di rumah sepupu mereka sehingga Ia kesepian.
"Papa sama mama serius?" tanya Arani meyakinkan.
"Serius dong. Masa papa sama papa bohong."
Balas papa Arani. Dan lagi ucapan papanya itu membuat Arani sangat bahagia.
"Yeaayy akhirnya bisa tinggal bareng papa sama mama lagi. Arani kangen banget sama mama dan papa." Balas Arani sumringah.
"Kita juga kangen sama kamu sayang. Makanya kita nggak mau lagi balik ke singapore. "
Ucap mama Arani. Senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajah Arani setelah ia mendengar keputusan kedua orangtuanya tadi. Akhirnya sekarang ia tak tinggal sendiri lagi bersama asisten di rumah mereka, karena Akan ada mama dan papa nya yang menemani hari-harinya.
Setelah selesai sarapan, Arani memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Entah mengapa ia sangat malas melakukan aktivitas apapun hari ini.
Tiba-tiba ponsel Arani berdering. Mata Arani sangat berbinar, setelah ia melihat siapa yang telah menelepon nya.
"Assalamualaikum, Ran,”
Sapa Aurel pada seseorang yang telah menelpon nya. Ya, orang itu adalah Areno.
"Waalaikumsalam. Pagi, Arani cantik,”
"Pagi juga."
"Gimana keadaan kamu? Udah lebih baik belum?"
"Alhamdulilah udah baikan kok. Oh Iya kenapa pagi udah telpon aku?"
"Ya nggak papa. Cuma kangen aja sama kamu."
Balas Areno yang berhasil membuat Arani tersipu malu.
"Oh"
"Gitu doang respons nya? Nggak peka banget."
Ucap Areno dengan nada kecewa nya. Arani mengernyitkan dahinya heran. Ada yang salah dengan jawaban nya tadi?
"Terus mau nya apa donh?"
Tanya Arani.
"Kamu nggak kangen aku juga apa? Padahal aku berharap banget kalau kamu kangen sama aku."
Jawab Areno dengan nada kecewanya lagi. Jawaban Areno sontak membuat Arani terkekeh.
"Aku kangen kamu juga kok. "
"Beneran kangen?"
"Iya bener."
Jawab Arani meyakinkan Areno.
"Ya udah kalau gitu nanti malam aku jemput kamu ya. Aku mau ngajak kamu dinner sama aku,” Ucapan Aremo membuat Arani mengerutkan dahinya bingung.
"Kamu mau ngajak aku dinner?" Tanya Arani yang sedikit tidak yakin.
"Iya, Rani cantik. Kamu mau kan?lagian waktu sebelum kamu sadar aku kan juga udah janji sama kamu, kalau kamu udah sembuh aku bakal ajak kamu makan malam berdua,” Balas Areno. Memang benar adanya, sebelum Arani siuman dari koma nya, Areno pernah berjanji pada diri nya sendiri dan Arani , kalau ia akan mengajak Arani dinner. Dan ia juga berjanji akan membuat dinner kali ini lebih romantis daripada dinner mereka waktu itu. Tapi Apakah benar Areno akan menjadikan dinner nya kali bersama Arani lebih romantis?
"Ya udah, nanti malam aku jemput kamu ya. Jangan lupa dandan yang cantik." ujar Areno lagi.
"Emang selama ini aku nggak cantik?"
Tanya Arani dengan mengerucutkan bibirnya. Areno terkekeh mendengar nada kecewa dari kekasihnya itu.
"Kamu selalu cantik, Sayang. Tapi malam ini harus lebih cantik ya,”
"Oh okay,”
"Ya udah jangan lupa ya Assalamualaikum,”
"Waaalaikumsalam."
Sambungan telepon pun terputus. Wajah Arani tampak sangat bahagia. Ia amat penasaran Areno akan membawa nya dinner kemana. Apakah akan romantis seperti dinner mereka waktu itu? Atau lebih romantis? Entahlah.
******
"Assalamualaikum. Malam, Om,"
Sapa Areno pada papa Arani yang sedang duduk di ruang tamu. Malam ini Areno datang dengan gagahnya. Ia siap membawa Arani makan berdua.
"Waalaikumsalam. Malam juga, Ren. Ayo silakan duduk." Balas papa Areno yang langsung menoleh ke asal suara.
"Iya Om makasih."
Kini Aremo sudah duduk di sofa ruang tamu.
"Maaf om sebelumnya. Saya mau minta izin sama om untuk mengajak Arani dinner malam ini,”
Kini Areno meminta izin pada ayah dari kekasihnya itu dengan nada yang serius.
"Om izinkan kamu. Tapi kamu harus janji bisa menjaga anak om dengan baik."
Balas papa Arani sembari menatap Areno.
"Saya akan menjaga Arani lebih dari saya menjaga diri saya sendiri “ Ucap Areno dengan mantap.
"Makasih ya, Om atas izinnya,” lanjut Areno lagi.
"Sama-sama, Ren,”
Balas papa Areno sembari tersenyum pada Areno.
"Ya ampun anak mama cantik banget,”
Ucap mama Arani pada Arani saat ia sedang menuruni anak tangga.
"Mama bisa aja."
Balas Arani dengan tersipu malu.
Arani sangat terlihat cantik dengan gaun berwarna biru pastelnya yang dilengkapi berlian di bagian pinggangnya dengan panjang gaun hanya sebatas lutut. Rambutnya di biarkan terurai dengan model curly di bagian bawah dan terdapat jepitan permata pula di dekat telinga nya. Jepitan permata itu membuat nya terlihat anggun. Ditambah lagi dengan make up yang sangat natural membuatnya makin terlihat menawan. Seketika Areno dan papa Arani langsung beralih fokus.
Arani tampak menghampiri papa nya dan Areno yang sedang duduk di ruang tamu.
"Ayo kita berangkat." Ajak Arani saat Areno bangkit dari duduknya.
"Kamu cantik banget, benerna nggak bohong tau,” gumam Areno pelan. Namun sangat terdengar jelas oleh Arani. Seketika wajah Arani merona saat mendengar pujian dari kekasihnya itu. Arani hanya melirik papanya yang sedang berada di hadapan mereka saat ini. Papanya hanya melemparkan senyum nya saat menyadari kalau anaknya sangat grogi dipuji kekasihnya di depannya.
"Om, Tante kita pergi dulu ya. Assalamualaikum,."
Pamit Areno pada kedua orangtua Arani sembari mencium punggung tangan kedua orangtua Arani.
"Waalaikumsalam,”
"Ma, Pa, Arani pergi dulu ya sama Areno,” Pamit Arani pula pada kedua orangtua nya.
"Iya, Sayang. Kalian hati-hati ya,”
Balas kedua orangtuanya.
Setelah berpamitan pada kedua orangtua Arani, kini Arani dan Areno memasuki mobil Areno yang sudah terparkir di depan pagar rumah Arani.
"Silakan masuk, Tuan putri."
Ucap Areno sembari diiringi senyum manis nya saat ia membuka pintu mobilnya untuk Arani dan mempersilakan Arani masuk ke dalam mobil nya.
"Makasih, Ren,”
Balas Arani sembari membalas senyum Areno. Setelah itu ia memasuki mobil Areno di susul Areno.
---------
Selama di perjalanan Menuju tempat dinner, hanya suasana hening yang menyelimuti mereka. Arani sibuk memperhatikan pemandangan malam hari dari luar jendela mobil Areno, Sedangakan Areno fokus menyetir mobilnya sambil sesekali melirik Arani.
"Ren,” panggil Arani yang berusaha memecahkan suasana hening di antara mereka.
"Iya?"
Jawab Areno dengan nada lembut. Sembari menoleh pada Arani sejenak.
"Sebenarnya kamu mau bawa aku dinner Kemana sih?"
Tanya Arani pada Areno. Sedari tadi, Areno tidak Memberi tahu Arani Kemana mereka akan pergi.
"Nanti juga kamu bakal tau,”
Jawab Areno sembari mengelus pucuk kepala Arani.
"Ih ngeselin main rahasia-rahasiaan"
Balas Arani sembari mengerucutkan bibirnya yang membuat Areno terkekeh.
************
Kini mobil Areno terparkir di depan sebuah taman tulip yang sangat indah. Taman itu di penuhi bunga tulip berbagai macam warna yang terhampar luas. Rerumputan segar berwarna hijau menambah kesan rindang di taman ini. Semua ini sungguh indah.
"Aaaaa keren banget."
__ADS_1
Pekik Arani girang saat sudah keluar dari mobil Areno. Arani sangat antusias melihat pemandangan di taman ini. Areno yang melihat antusias dari kekasihnya itu hanya tersenyum gemas.
"Ternyata bunga tulip lebih indah dari bunga mawar ya?"
Tanya Arani sembari menoleh pada Areno. Areno menganggukkan kepalanya, pertanda ia setuju dengan penuturan Arani. Arani kembali fokus dengan taman tulip ini.
"Kita mau dinner di sini?"
Tanya Arani lagi pada Areno. Areno hanya menjawab pertanyaan Arani dengan senyum manis nya. Dan hal itu Membuat Arani mendengus kesal.
"Ih aku lagi nanya ini. Kok malah senyum-senyum sih?"
Arani mencibir atas sikap Areno yang tak menjawab pertanyaan nya.
"Sekarang aku mau tutup mata kamu sebentar ya,”
Ucapan Areno sontak membuat Arani kaget. Untuk apa mata nya ditutup?
"Ngapain mata aku di tutup? Aku Gak mau ah. Apaan sih kamu aneh-aneh aja deh."
Balas Arani yang tak setuju dengan permintaan Areno.
"Sebentar aja kok, Ran. Plis mau ya?"
Bujuk Areno dengan wajah memelas nya. Arani menarik nafas nya pasrah.
"Iya deh iya,”
Balas Arani pasrah. Arani hanya tak tega melihat wajah kekasihnya yang memelas itu. Areno langsung berdiri di belakang Arani, lalu menutup mata Arani dengan kain hitam pekat.
Setelah itu ia mengarahkan Arani untuk berjalan.
"Aku takut “
Ucap Arani sembari berjalan atas arahan Areno.
"Ada aku, Ran. Jadi kamu nggak usah takut,”
Balas Aremo berusaha membuat tenang kekasihnya itu. Arani menghentikan langkahnya atas arahan Areno di dekat hamparan bunga tulip yang sangat indah itu. Setelah itu, Areno membuka kain penutup mata Arani, lalu ia bergegas pergi. Dan kini hanya Arani sendiri di taman yang sepertinya private itu.
Arani membuka matanya karena sudah tak ditutup kain itu lagi. Tapi saat ia membuka matanya ia sangat terkejut. Kenapa Areno tidak ada di dekatnya ?dimana Areno?
"Areno,"
Panggil Arani yang sudah mulai panik.
"Areno,"
Panggil Arani lagi yang tak kunjung menemukan Areno.
Rasa takut menyelimuti Arani. Bagaimana tidak? Di taman private ini hanya ia sendiri. Tak ada satu orang pun.
Ketika ia berjalan untuk mencari Areno, ia dikejutkan dengan banyaknya kelopak bunga mawar merah yang bertebaran di rumput taman ini. Sepertinya kelopak bunga mawar merah ini mengarahkan Arani untuk berjalan ke suatu tempat. Akhirnya Arani memutuskan berjalan mengikuti arahan kelopak bunga mawar merah itu.
Tapi tunggu dulu. Mengapa di setiap satu meter rumput yang sudah dipenuhi bunga ini terdapat satu tangkai bunga mawar merah dilengkapi juga dengan satu lembar kertas di tangkainya?Arani berjalan sembari mengambil bunga mawar itu satu persatu.
Di bunga pertama terdapat tulisan di tangkainya.
"Aku suka mata kamu,”
Bunga kedua terdapat tulisan juga di tangkainya.
"Aku suka wajah kamu,”
Arani kembali melanjutkan langkahnya untuk mengambil bunga dan kertas itu selanjutnya.
Bunga ketiga
"Aku suka hidung kamu,”
Bunga keempat
"Aku suka bibir kamu,”
Bunga kelima
"Aku suka senyum nya kamu,”
Air mata Arani sudah mengalir sejak membaca tulisan-tulisan di bunga mawar itu. Dan ia mulai melanjutkan langkahnya menuju bunga keenam
Bunga keenam
"Aku suka cantik nya kamu,”
Bunga ketujuh
"Aku suka baik nya kamu,”
Bunga kedelapan
"Aku suka sabarnya kamu,”
Bunga kesembilan
"Aku suka cinta nya kamu,”
Arani menghentikan langkahnya sejenak untuk menghapus air mata yang sedari tadi membasahi pipinya saat membaca tulisan-tulisan di tangkai bunga mawar itu. Kini di tangan Arani telah terdapat sembilan bunga mawar merah dan tulisannya. Di depan sana sudah terdapat bunga ke sepuluh yang sepertinya bunga terakhir. Arani kembali melanjutkan langkahnya untuk mengambil bunga terakhir.
Bunga ke sepuluh
"Aku suka hidup dengan mu, aku suka mencintai kamu, dan aku suka dengan semua yang ada pada diri kamu,”
"Areno,"
Ya Tuhan. Kini Arani sangat ingin memeluk Areno untuk menumpahkan semua haru kebahagiaan yang sudah diberikan Areno malam ini. Ini semua di luar dugaan Arani. Semua ini sangat romantis.
Arani melanjutkan langkahnya untuk mencari Areno. Tetapi langkahnya berhenti saat melihat laki-laki tampan yang sangat ia kenal sedang berdiri tak jauh dari letak bunga terakhir tadi. Laki-laki tampan itu tampak melemparkan kan senyum manis nya pada Arani.
"Sini, Ran,”
Panggil laki-laki yang sedang tersenyum pada Arani. Tanpa berpikir panjang, Arani langsung berhamburan kedalam pelukan laki-laki itu.
"Makasih ya, makasih banyak,”
Ucap Arani di dalam pelukan laki-laki tampan itu. Ya, laki-laki itu adalah kekasihnya, Areno. Arani memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat. Dengan senang hati, Areno membalas pelukan tak kalah erat dari kekasihnya itu.
"Hei kamu jangan nangis. Aku cuma mau buat kamu bahagia, Ran,”
Ucap Areno. Kini ia sudah melepaskan pelukan Arani perlahan agar bisa menatap kekasihnya itu. sembari menangkup wajah Arani dan menghapus air mata Arani dengan tangan nya secara lembut.
"Jangan nangis lagi ya,”
Lanjut Areno lagi sembari masih menghapus air mata yang dari tadi tak kunjung berhenti mengalir dari pelupuk mata kekasihnya itu.
"Ini romantis banget, Ren. Aku bahagia banget. Makasih ya kamu udah buat aku bahagia malam ini."
Ucap Arani tulus sembari menatap mata Areno sangat dalam.
"Selagi jantungku masih berdetak, nadiku masih berdenyut, dan darahku masih berdesir, Aku akan selalu membuat kamu bahagia. Karena kamu adalah utusan yang di titipkan Tuhan ke aku untuk aku bahagia kan"
Balas Areno dengan tulus. Dan kembali membawa Arani kedalam pelukannya.
"Aku akan membuat kamu lebih bahagia dari ini, Ran. Ini belum seberapa,”
Batin Areno yang masih mendekap kekasihnya itu di dalam pelukannya.
"Ikut aku yuk,”
Ajak Areno sembari melepaskan pelukannya pada Areno dengan lembut.
Arani mengernyitkan dahinya bingung. Areno akan mengajak nya Kemana lagi?
"Kemana?"
Tanya Arani yang masih bingung dengan ajakan Areno.
"Udah ikut aja,"
Balas Areno sembari menggandeng tangan Arani. Tak butuh waktu lama, kini Areno dan Arani sudah sampai di sebuah tempat yang sangat menenangkan. Deru ombak seperti sedang membuat nada-nada yang indah. Pantai? Ya kini Areno dan Arani sudah berada di pantai yang tak jauh dari taman bunga tulip tadi.
"Pantai?"
Tanya Arani tak percaya. Jadi taman tulip itu sangat dekat dengan pantai? Hanya beberapa meter saja mereka berjalan, ternyata ada pantai di sekitar taman tulip itu.
"Iya, Ran. Sekarang kita ada di pantai. Dan aku pengen kamu liat itu,”
Ucap Areno sembari menunjuk suatu arah . Arani mengikuti arah pandangan Areno yang sepertinya menunjuk sesuatu.
Seketika mata Arani membulat sempurna, mulut nya sedikit terbuka dengan keajaiban Tuhan yang sangat indah ini. Sunset? Ya, kini Arani dan Aremo sedang berada di hadapan matahari yang sedang kembali ke peraduannya. Sunset itu sangat dekat dengan mata Arani dan Areno.
"Aaaa sumpah keren banget,”
Pekik Arani sembari melirik Areno yang sedang tersenyum padanya. Arani sangat gembira saat melihat matahari yang mulai terbenam. Pantai yang memiliki air berwarna biru, sangat kontras dengan sinar pantulan matahari yang sedang terbenam itu.
"Aku jarang-jarang loh liat sunset,”
Ucap Arani lagi yang masih fokus dengan pemandangan yang sangat indah di hadapan nya kini. Areno yang melihat kebahagiaan Arani hanya tersenyum gemas melihat sikap kekasihnya yang sangat kegirangan itu.
Tiba-tiba saat matahari sudah mulai memasuki peraduannya, mata Arani kembali membulat sempurna dan ia juga menutup mulut nya tak percaya. Bagaimana tidak? Kini di hadapan nya sudah ada ratusan lampion yang terbang ke angkasa dan membawa spanduk besar bertuliskan "you're the reason, why i still life until right now,”
Bagaimana bisa lampion itu membawa spanduk yang bertuliskan kata-kata indah itu? Kini, langit yang sudah mulai gelap kembali di buat terang oleh ratusan lampion yang terbang ke angkasa itu. Ini sangat luar biasa indah. Ya Tuhan, ini seperti mimpi. Mata Arani tampak berkaca-kaca saat melihat ini semua. Arani sangat yakin kalau ini adalah bagian dari surprise Areno juga. Ia langsung menoleh pada Areno, namun kini Areno tak ada di sampingnya.
Tiba-tiba, Arani merasa ada yang melingkarkan pinggangnya dengan sepasang tangan yang kokoh. Sesaat kemudian Arani tersenyum setelah ia mengetahui kalau tangan itu adalah milik Areno. Ya, saat lampion itu terbang ke angkasa, Areno memutuskan untuk pindah posisi berdiri di belakang Arani, dan memeluk Arani dari belakang dengan sangat erat. Arani mengelus tangan Areno yang memeluknya itu dengan sangat lembut.
"Malam boleh bangga memiliki jutaan bintang yang menemaninya, pagi boleh bangga memiliki matahari yang selalu hadir untuk menemani pagi, bahkan bunga juga boleh bangga memiliki mahkota yang senantiasa membuatnya terlihat lebih indah. Tapi kebanggaan mereka tak sebanding dengan kebanggaan aku memiliki kamu. Karena kamu tak akan seperti bintang yang meninggalkan malam saat pagi datang, dan kamu juga tidak seperti matahari yang meninggalkan pagi saat malam tiba, bahkan kamu juga tidak seperti mahkota bunga yang akan gugur saat musim kemarau tiba. Kamu adalah kamu, yang selalu bersatu dengan detak jantungku,”
Ucap Areno dengan sangat lembut tepat di telinga Arani. Ucapan itu sangat terdengar tulus. Kalimat itu spontan keluar dari mulut Areno tanpa ia rencanakan. Bahkan Arani terlihat memejamkan matanya untuk menghayati setiap ucapan yang keluar dari mulut Areno yang sangat terdengar tulus itu. Arani membalikan tubuhnya untuk menghadap Areno. Ia menatap manik-manik mata Areno. Mata yang selalu membuat nya merasa nyaman. Di genggamnya tangan Aremo dengan sangat lembut.
"Kamu mampu menyempurnakan hariku layaknya matahari yang menyempurnakan pagi, Kamu mampu melengkapi hidupku layaknya bintang yang melengkapi malam, Bahkan kamu juga mampu membuatku merasa berharga layaknya bunga akan mahkotanya. Kamu adalah kamu, yang selalu bersatu dengan nadiku."
Balas Arani tak kalah tulus. Jawaban Arani juga secara spontan keluar dari mulutnya tanpa ia rencanakan. Kini giliran Areno yang memejamkan matanya saat mendengar ucapan yang sangat tulus itu dari kekasihnya. Areno langsung membawa Arani ke dalam pelukannya. Sungguh ia sangat mencintai gadisnya itu.
"I love you. Trust me, i Will keep my heart for you,”
Bisik Areno pada Arani yang masih di dalam pelukannya itu.
"I love you more,”
Balas Arani dengan berbisik juga. Arani makin mengeratkan pelukan nya dengan Areno.
Semuanya mengalir di temani matahari yang perlahan kembali ke peraduannya. Arani memeluk Arani dengan sangat erat. Begitu pula dengan Arani yang sangat nyaman berada dalam dekapan laki-laki yang sangat ia cintai itu.
Setelah beberapa lama mereka berpelukan dan menyalurkan rasa cinta mereka masing-masing, Areno melepaskan pelukannya secara lembut dan menatap Arani sembari tersenyum.
"Sekarang kita makan ya. Kamu udah laper kan?"
__ADS_1
Tanya Areno saat melepaskan pelukannya. Dan di balas oleh anggukan cepat oleh Arani. Saat ini Arani memang sangat lapar. Areno hanya terkekeh melihat sikap kekasihnya itu yang masih seperti anak-anak kalau sedang lapar.
"Ya udah yuk,”
Ajak Areno sembari menggandeng tangan Arani.
Arani mengernyitkan dahinya saat sudah memasuki restoran ini. Kenapa pemandangan laut dapat terlihat jelas di sini? Bahkan semua biota laut dapat dilihat dari dinding restoran ini yang terbuat dari kaca. Seperti restaurant yang berada di dalam laut.
"Ren,"
Panggil Arani pada Areno sembari masih terfokus dengan pemandangan indah di restaurant ini.
"Iya?"
Jawab Areno lembut.
"Restoran ini ada di bawah laut ya? Kok pemandangan laut bisa kelihatan dari sini?"
Tanya Arani yang masih bingung dengan semua ini. Sungguh ia sangat menyukai pemandangan bawah laut Sepeti ini. Terdapat Banyak jenis ikan dan biota laut lain yang berenang dengan gesitnya, belum lagi terumbu karang yang tumbuh dengan sangat indah.
"Iya, Ran,”
Jawab Areno atas kebingungan aurel. Saat mendengar jawaban Areno, Arani langsung beralih fokus dari yang tadinya sedang asyik menikmati pemandangan bawah laut ini, sesaat kemudian menatap Areno dengan sumringah.
"Ya ampun, ini keren banget,”
Ucap Arani lagi dan kembali melihat pemandangan bawah laut ini dengan sangat antusias.
"Kamu suka?"
Tanya Areno lembut sembari mengelus rambut Arani dengan lembut.
"Suka banget. Semua yang kamu kasih dari tadi buat aku juga aku suka banget,”
Balas Arani sembari menatap Areno dengan wajah bahagia nya.
"Ya udah kita duduk dulu yuk,”
Ajak Areno pada Arani. Sedari tadi, mereka tak kunjung duduk. Karena Arani yang masih sibuk memperhatikan pemandangan yang sangat luar biasa indah ini.
"Silahkan. Mau pesan apa?"
Ucap seorang pelayan restaurant dengan santun. Sembari memberi buku menu restaurant ini pada Arani dan Areno.
"Kamu mau pesan apa, Ran?"
Tanya Areno pada Arani yang masih fokus pada pemandangan di restoran ini. Saat mendengar pertanyaan Areno, Arani langsung beralih fokus pada Areno.
"Hhmm. Aku pesen steak sama hot chocolate aja deh. "
Balas Arani atas pertanyaan Arani tadi.
Setelah Areno dan Arani memesan makanan yang mereka inginkan, kini Arani dan Areno sibuk kembali melihat pemandangan bawah laut yang sangat terlihat indah ini. Ia sangat menikmati suasana di restaurant ini.
Sembari menunggu pesanan datang, Areno memutuskan untuk memainkan Gadget nya dan mengecek sociall media miliknya. Saat Arani sedang sibuk melihat pemandangan di restaurant ini, ia melirik Areno yang sedang membuka sosial media miliknya. Tak biasanya Areno kelihatan membuka instagramnya.
"Kamu tumben buka instagram?"
Tanya Arani yang masih menatap ponsel Areno. Pertanyaan Arani, membuat Areno beralih fokus dari ponselnya. Lalu menatap Arani.
"Iya lah, Ran. Emang aku kudet banget,”
Jawab Areno atas pertanyaan Arani tadi.
"Udah follow aku belum? Nanti aku follback. Masa kita udah pacaran tapi nggak saling followan,”
Ucap Arani dengan heboh. Areno tersenyum gemas sembari menggigit bibir bawahnya menahan gemasnya terhadap kekasihnya yang sangat antusias itu. Setelah Arani memberi tahu username instagram nya, Areno langsung mencari instagram kekasihnya itu. Lalu ia follow.
"Udah nih, maaf ya baru follow,”
Ucap Areno sembari memperlihatkan kan instagram nya yang sudah memfollow kekasihnya itu. Tak lama, Arani langsung mengambil ponselnya dan memfollback instagram Areno.
"Selfie yuk, terus nanti di posting di instagram kamu sama instagram aku juga."
Ajak Arani pada Areno. Areno mengernyitkan dahinya saat mendengar ajakan kekasihnya itu.
"Sejak kapan pacar aku jadi narsis gitu?"
Tanya Areno sembari mencubit pelan pipi Arani.
"Sejak lama. Kamu nya aja yang nggak tau,”
Balas Arani sembari tertawa di ikuti Areno juga yang tertawa gemas dengan fakta baru tentang Arani. Akhirnya mereka mulai berpose dengan berbagai macam ekspresi yang tentunya sangat lucu dan menggemaskan. Mereka berpose Menggunakan kamera ponsel mereka yang di gunakan secara bergantian.
"Aku mau post foto kita di instagram. Sekalian juga sama video surprise yang tadi kamu kasih buat aku,”
Ucap Arani yang mulai sibuk mem posting satu Persatu moment indah mereka. Tadi, saat ia mendapat surprise dari Areno yang berupa lampion dan spanduk itu, Areno memang memutuskan untuk mengabadikan moment yang sangat romantis itu dengan cara membuat video nya di ponsel miliknya. Ia tak ingin kehilangan memori satu moment pun dengan kekasihnya itu. Akhirnya Arani dan Areno memutuskan untuk memasukkan foto yang barusan mereka abadikan ke akun instagram pribadi milik mereka.
Arani memasukkan foto itu di instagram miliknya dengan caption
@Arani The reason why i still happy until now @Areno
Areno pun mempost foto yang sama dengan Arani di instagram pribadi miliknya di sertai caption.
@Areno I don't know what can i do without you @Arani
Tidak biasanya mereka bucin di sosial media makanya mendapatkan reaksi yang cukup heboh di antara teman-temannya.
Sesaat kemudian sudah banyak notifikasi yang masuk di akun instagram mereka masing-masing. Banyak sekali komentar followers mereka tentang postingan mereka itu. Semua nya sangat mendukung hubungan Arani dan Areno.
"Jarang-jarang loh notif aku jebol gini. Tapi yang bikin kesel semua komentar nya tentang kamu,"
Ucap Arani dengan mendengus kesal. Memang benar adanya, semua komentar di postingan itu, dominan di tujukan untuk Areno. Walaupun tak sedikit juga yang menunjukkan komentar nya untuk Arani. Areno yang melihat wajah kesal milik Arani itu tersenyum sembari mencubit pelan wajah gadisnya itu.
"Gemesin banget sih kamu kalau lagi kesel,”
Ucap Areno sembari masih terus mencubit pipi aurel dengan gemas, Karena Arani sedang memasang wajah kesalnya. Arani yang mendapat cubitan di pipinya itu berusaha tak menghiraukan nya, Karena ia masih terfokus dengan ponselnya.
"Postingan aku juga komentar nya kebanyakan tentang kamu,”
Ucap Areno lagi yang membawa Arani ke dalam pelukannya setelah tadi mencubit pipi Arani.
"Silakan di nikmati,”
Ucapan sang pelayan yang tiba-tiba datang itu membuat Areno dan Arani beralih fokus. Pelayan itu membawa makanan yang di pesan oleh Areno dan Arani, lalu meletakkan nya di meja yang berada di hadapan Arani dan Areno saat Ini.
"Makasih, Mbak,”
Ucap Arani dan Areno secara bersamaan. Arani menatap makanan itu dengan tatapan berbinar. Karena ia memang sangat lapar. Ia dengan lahap menyantap makanan itu. Areno yang melihat sikap kekasihnya itu hanya tersenyum Menahan gemas nya terhadap kekasihnya itu.
"Pelan-pelan sayang makan nya,”
Ucap Areno sembari membersihkan sudut bibir Arani yang terkena noda makanan. Arani hanya mampu tersenyum hangat mendapat perhatian seperti ini dari Areno. Bahkan kini, wajahnya sedang memanas karena merona yang ia alami setiap kali di berikan perhatian dan di goda oleh Areno.
Kini Arani dan Areno sudah selesai menyantap makan malam mereka. Tetapi, karena Arani yang masih ingin menikmati suasana di restaurant ini, akhirnya Areno mau tak mau mengikuti keinginan Arani yang masih ingin berada di restaurant ini.
"Thanks for romantic dinner, Ren "
Ucap Arani pada Areno sesudah ia menyantap makanan nya.
"Everything for you Mrs. Areno"
Balas Areno di iringi senyum jail nya. Arani membelalakan matanya saat mendengar ucapan kekasih nya itu.
Arani berusaha menahan senyum nya. Ia juga berusaha menutupi wajahnya yang ia yakini sedang merona saat ini.
"Apaan sih kamu,”
Ucap Arani dengan tersipu malu. Terlihat sekali wajahnya yang sangat merona saat mendengar ucapan dari kekasihnya itu. Areno yang melihat sikap kekasihnya itu yang masih malu-malu hanya mampu terkekeh dan langsung membawa kekasihnya itu kedalam pelukan nya. Ia sangat gemas bila melihat wajah Arani yang merona saat di goda nya.
Mereka menghabiskan waktu malam ini dengan bercanda gurau dan bercerita. Arani dan Areno tampak sangat bahagia dengan dinner mereka malam ini.
"Kita pulang ya? Biar kamu istirahat. Lagian Udah malam juga,”
Ajak Areno saat mereka selesai bercanda gurau setelah dinner. Ia mengajak Arani untuk pulang, Karena hari yang kini sudah larut malam. Arani membalas dengan anggukan sembari tersenyum. Karena memang ia juga sudah merasakan mata nya yang sudah sangat berat karena kantuk yang menyerang nya.
*********
"Sekali lagi makasih banyak ya Ren buat malam ini,”
Ucap Arani pada Areno . Kini mereka sudah tiba di rumah Arani.
"Iya, Ran, sama-sama,”
Balas Areno sembari mengelus pucuk kepala gadis nya itu, dan memeluknya dengan erat. Arani juga membalas pelukan hangat dari kekasihnya itu tak kalah erat.
"I'm so lucky to have you,”
Ucap Arani dengan lembut di dalam pelukan Areno.
"Me too,”
Balas Areno dengan nada yang tak kalah lembut.
"Ya udah kamu masuk sekarang. Langsung istirahat ya,”
Ucap Areno saat Arani melepaskan pelukan nya.
"Iya, Ren. Kamu hati-hati ya, I love you." Ujar Arani
"I love you too,”
Balas Areno dengan senyum manis nya sembari kembali mengelus rambut kekasihnya itu dengan penuh sayang.
Setelah itu, Arani memutuskan untuk masuk kedalam rumah nya.
"Sekarang papa gak sendirian lagi jaga kamu. Liat deh dia jaga kamu kayak jaga berlian."
Ucap papa Arani, saat Arani baru memasuki rumahnya. Saat mendengar ucapan papa nya itu, Arani tersenyum lembut. Ucapan papa nya sangat benar.
Areno memang sangat menjaga Arani dengan penuh tanggung jawab. Sedari dinner tadi, Areno selalu menggenggam tangan Arani, pertanda kalau ia sangat tak ingin Arani jauh dari nya. Ia ingin selalu mengawasi gadisnya itu. Agar tak ada satu orang pun yang berani menyentuh apalagi menyakiti gadis nya itu.
"Arani juga sangat bersyukur, bisa memiliki Areno,”
Jawab Arani sembari tersenyum pada papanya.
"Pa, Arani mau istirahat dulu ya,”
Pamit Arani pada papanya. Dan dibalas anggukan oleh papa nya. Setelah itu, ia langsung bergegas ke kamar nya untuk beristirahat.
Saat sudah mengganti gaun nya dengan piyama hello kitty nya, Arani memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di ranjang king size nya. Ia sangat lelah hari ini. Walau tak bisa di pungkiri, kalau semua rasa lelah itu tidak begitu terasa karena kebahagiaan yang ia rasakan malam ini. Saat Arani ingin menutup matanya untuk menuju alam mimpi, tiba-tiba ponsel Arani berbunyi, pertanda ada pesan masuk. Arani langsung meraih ponselnya di nakas untuk mengetahui siapa yang telah mengirimkan pesan untuknya.
"Good night, Ran. Have a nice dream"
Isi pesan yang ternyata dari Areno itu, membuat Arani tersenyum .
__ADS_1
"Good night too, Ren,”
Balas Arani atas pesan dari Areno tadi. Setelah ia membalas pesan Areno, ia memutuskan untuk segera beristirahat. Karena mulai besok pagi, Arani sudah ingin kembali menjalani aktivitas nya di sekolah. Ia merasa keadaan nya sudah makin membaik, makanya ia memutuskan untuk kembali bersekolah pada esok hari.