Kisah Anak Farmasi

Kisah Anak Farmasi
Bab 78


__ADS_3

“Oh ya ampun kakak sampai nyalain notif akun nya Bang Aren lho. Ini supaya kalau Bang Aren posting, kaka bisa langsung cepet-cepet ngeliat ya? Cieeee hahahaha,”


Arani ebrdecak pelan. Bisa-bisanya Ria mengetahui itu. Ria mencari tahu sampai ke akar-akarnya akun Areno.


“Orang ya dimana-mana tuh stalking ya cuma foto aja nggak usah yang lain,”


“Ya aku ‘kan penasaran kakak nyalain notif nggak untuk akunnya Bang Aren, eh ternyata kakak nyalain. Itu tandanya kakak nggak mau ketinggalan update nya Bang Aren. Jadi kalau Bang Aren posting sesuaty, Kakak bisa langsung liat, gitu ‘kan maksudnya?”


“Hadej, udah ah sini balikin handphone kakak, kamu nggak usah pinjam. Kakak nggak jadi deh pinjemin kamu,”


Ria langsung merengut kesal mendengar ucapan kakaknya. Kemudian Ia langsung menyembunyikan ponsel sang kakak di belakang punggungnya.


“Kakak plis lah jangan pelit sama adek sendiri. Masa kakak pelit sih?”


“Ya makanya jangan liat ampe akar-akarnya dong, ntar bisa jadi kamu tau password akun kakak atau Areno lagi,”


“Ya nggak lah, Kak! Masa sampei segitunya sih. Aku ‘kan cuma ngeliat dari luarnya doang nggaks ampai ke dalam-dalam. Aku iuga tau privasi kali. Ya walaupun kadang-kadang nggak juga sih hahahaha. Aku kepo orangnya, aku suka stalking. Selain stalking instagram oppa-oppa Korea, aku juga suka stalking akun kakak sama Bang Aren lho sebenarnya,”

__ADS_1


Arani langsung menggelengkan kepalanya pelan. Lalu Ia meraih bantal kecil yang Ia pangku kemudian Ia lemparkan ke arah Ria yang langsung terbahak.


“Beneran aku, Kak,”


“Ngapain kamu stalking kakak sama Areno? Hah?”


“Ya biar aku tau kalian ada postingan terbaru apa gitu,”


“Lah orang kakak sama dia aja jarang posting,”


“Ya orang nggak tertarik posting, masa iya dipaksa? orang kalau mau posting tuh suka-suka yang punya akun jadi kamu jangan kecewa kalau misalnya kakak atau Bang Aren nggak begitu aktif pisting apapun itu entah foto atau video. Foto aja jarang banget apalagi video,”


“Eh itu di instagram kakak nggak ada video ya, Bang Aren juga. Ih kenapa sih nggak bikin video kayak couple/couple lain gitu? Mislanya video lagi makan berdua, pulang bareng, berangkat bareng, ya a day in my life gitu ceritanya,”


Arani menarik napas panjang kemudian Ia hembuskan dengan kasar. Arani harus dabar menghadapi adiknya yang menyebalkan ini. Jangan sampai Ia mengusir adiknya. Bisa cerewet mulutnya. Bahkan bisa jadi membuat pengumuman satu rumah bahwa sang kakak mengusirnya. Itu perbuatan jahat apapun alasannya.


******

__ADS_1


“Kamu ngapain sih di kamar terus? Belajar atau sibuk main game?”


Areno erkekeh mendapat teguran seperti itu dari mamanya yang tidak tahu kalau Ia di kamar memang sibuk tapi bukan sibuk bermain game.


“Abis tidur, Ma,”


“Oh kirain belajar atau malah main game. Tuh ada kiriman buat kamu. Katanya sih dari teman kamu namanya Nara,”


Areno mengangkat salah satu alisnya mendengar informasi dari sang Mama. Nara mengirimkan sesuatu untuknya tapi Ia tidak tahu apa-apa. Ia cek ponselnya tidak ada pemberitahuan apapun dari Nara tentang kiriman itu.


“Beneran dari dia, Ma?”


“Iya, tadi yang nganter bilang gitu kok. Katanya dari teman kamu namanya Nara yang pernah kamu ceritain itu ‘kan? Teman SD kamu?”


“Iya, Ma,”


“Kirim apa tuh coba liat deh sama kamu sendiri, buat kamu soalnya jadi kamu aja yang buka. Tapi dalam rangka apa Nara ngasih itu? Kamu ‘kan nggak lagi ulang tahun,”

__ADS_1


__ADS_2