
“Eh Ga itu bukannya Arani ya?”
Areno langsung menolehkan kepalanya ke ke arah yang ditatap oleh Dafa. Saat ini Areno sedang makan malam dengan tiga orang temannya, Dafa, Dani, dan Adiba. Mendengar nama Arani, Areno langsung semangat sekali ingin memastikan benar atau tidak kalau yang dilihat oleh Dafa itu adalah kekasihnya.
“Siapa?”
“Eh iya ehenran, Arani lagi sama nyokapnya. Itu yang cowok siapa ya?” Tanya Areno pada Dafa yang baru saja membawa kabar berita.
“Ya mana gue tau, lo nanya sama gue yang nggak tau apa-apa itu namanya geblek, Ren,”
Areno langsung mendengus pelan. Ia bingung bertanya-tanya, sebenarnya Arani sedang bersama siapa selain dengan mamanya? Ia penasaran sekali.
“Lo nggak mau nyamperin gitu?”
“Nggak,”
“Kenapa?”
“Ya nggak rnak doalnya ada nyokap Arani, kalau cuma Arani doangs ama cowok itu baru deh gur samperin,”
“Hahahaah itu namanya mergokin,”
“Ya emang supaya gue tau maksud mereka jalan berdua apaan. Tapi kam ini mereka nggak berdua, lagi bertiga sama nyokapnya Arani,”
Sebenarnya Areno ingin menghampiri tapi Ia tidak enak hati. Takut mengganggu kebersamaan mereka.
__ADS_1
“Jangan-jangan Arani mau dijodohin, Ren,” ujar Dani yang langsung membuat Areno berdecak kesal. Dan Areno segera menunjuk Dani dengan ujung garpunya. Alih-alih takut, Dani justru tertawa.
“Kok lo gitu sih?”
“Ya ngapain lo ngomong kayak begitu? Hah? Masa iya dijodohin? Orang Arani aja masih sekolah kok,”
“Iya juga sih tapi kenapa ya kok mereka cuma bertiga? Oh atau dia saudaranya Arani kali, Ren,”
“Iya mungkin,” jawab Areno berusaha santai walaupun pikiran dan hatinya tidak tenang karena melihat Arani bersama seorang laki-laki yangs epertinya seusia dengan Arani. Ditambah lagi ada mamanya Arani. Sejujurnya Areno juga takut ucapan Dani itu menjadi kenuataan.
“Kalau benerqn merekq dijodohin gimana reaksi lo, Ren?” Tanha Adib pada Areno yang segera memberikan jawaban berupa gelengan kepala.
“Lho emang kenapa?”
“Gue bggak tau gue harus gimana. Jangan tanyain gue doal itu dong,”
“Eh, Dib. Orangtua Arani tuh tau kalau Arani sama gue. Masa iya sih mereka jodohin Arani?”
Argantara menyeruput minumannya kemudian menatap ke arah Arani yang tidak menyadari kehadirannya.
“Sana samperin daripada galau,”
“Dih orang udah gue bilangin tadi ah. Gue nggak enak. Barangkali dia mereka lagi ada hal pentong yang harus diobrolin,”
“Maksud lo?”
__ADS_1
“Ya mungkin aja mereka lagi ngobrol hal serius,”
“Nah iya beneran udha mau nikah kali tuh si Arani,”
“Heh Dani, gue tabok nih,”
Dani tertawa mendenga ancaman Areno yang mengancam sambil mengepalkan kedua tangan dan kengarah kepadanya.
“Mau gue bogem lo? Hah?”
“Mau, sini maju,”
Dani langsung tertawa melihat Areno sudah memasang kuda-kuda. Areno tidak mau kalau Arani dijodohkan. Siapapun bisa tahu hal itu hanya dari sikapnya yang langsung kepanasan mendnegar Arani kemungkinan dijodohkan oleh orangtuanya.
Dani langsung menyuruh Areno untuk kembali duduk dengan tenang. Ia hanya aja ingin tahu reaksi Argantara setelah Ia pancing.
“Ren, lo keliatan banget cemburunya yak,”
“Ya iyalah, Dan. Lo ngomong kayak tadi ke Areno yang pacarnya Arani jelas aja lah kalau dia kepanasan,”
“Makanya samperin kalau kaya gue mah,”
“Nggak! Malu-maluin aja orang mereka lagi quality time masa gue ganggu sih?”
“Jangan-jangan bener nih mereka mau dijodohin,”
__ADS_1
“Udah ah jangan bikin gue mikir yang nggak-nggak deh,”