Kisah Anak Farmasi

Kisah Anak Farmasi
Bab 95


__ADS_3

Sinar matahari sudah sedari tadi memaksa masuk melalui celah jendela kamar Arani.


Arani mulai membuka matanya secara perlahan seiring mengumpulkan kesadarannya. Setelah matanya terbuka sempurna, ia mencoba meregangkan ototnya yang terasa kaku saat ia tidur. Hari ini ia merasa jauh lebih segar daripada hari kemarin. Keadaan nya semakin membaik, usai sakit kemarin. Setelah ia bermalasan di ranjang nya setelah bangun tidur tadi, sekarang ia memutuskan untuk mandi, agar tubuhnya terasa lebih segar.


"Pagi Ma, Pa"


Sapa Arani pada kedua orangtuanya yang sudah menunggunya di meja makan untuk sarapan bersama. Setelah


Arani mandi, ia memang memutuskan untuk turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya. Karena ia pikir, kedua orangtuanya juga pasti telah menunggu nya. Benar saja, kedua orangtua Arani telah duduk di meja makan.


"Pagi juga, Sayang."


Balas kedua orang tua Arani secara bersamaan.


"Gimana keadaan nya? Udah makin baik?"


Tanya Hellen, mama Arani sembari memberikan nasi goreng buatannya ke dalam piring putrinya itu.


"Udah kok, Ma,” jawab Arani yang baru saja sembuh dari sakitnya. Mama nya menganggukkan kepala nya sambil mengucap rasa syukur.


"Oh iya, mama sama papa Gak balik lagi ke singapore?" Tanya Arani pada kedua orangtua nya di sela ia menyantap sarapan nya.


"Nggak, urusan Papa di sana udah selesai,”


Jawab papa Arani. Ucapan itu sontak membuat raut wajah Arani menjadi sumringah. Ia menatap kedua orangtuanya tak percaya. Ia tidak tinggal ditinggal lagi oleh orangtuanya. Biarpun sementara tapi rasnaya tetap kehilangan karena adiknya masih nyaman di rumah sepupu mereka sehingga Ia kesepian.


"Papa sama mama serius?" tanya Arani meyakinkan.


"Serius dong. Masa papa sama papa bohong."


Balas papa Arani. Dan lagi ucapan papanya itu membuat Arani sangat bahagia.


"Yeaayy akhirnya bisa tinggal bareng papa sama mama lagi. Arani kangen banget sama mama dan papa." Balas Arani sumringah.


"Kita juga kangen sama kamu sayang. Makanya kita nggak mau lagi balik ke singapore. "


Ucap mama Arani. Senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajah Arani setelah ia mendengar keputusan kedua orangtuanya tadi. Akhirnya sekarang ia tak tinggal sendiri lagi bersama asisten di rumah mereka, karena Akan ada mama dan papa nya yang menemani hari-harinya.


Setelah selesai sarapan, Arani memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Entah mengapa ia sangat malas melakukan aktivitas apapun hari ini.


Tiba-tiba ponsel Arani berdering. Mata Arani sangat berbinar, setelah ia melihat siapa yang telah menelepon nya.


"Assalamualaikum, Ran,”


Sapa Aurel pada seseorang yang telah menelpon nya. Ya, orang itu adalah Areno.


"Waalaikumsalam. Pagi, Arani cantik,”


"Pagi juga."


"Gimana keadaan kamu? Udah lebih baik belum?"


"Alhamdulilah udah baikan kok. Oh Iya kenapa pagi udah telpon aku?"

__ADS_1


"Ya nggak papa. Cuma kangen aja sama kamu."


Balas Areno yang berhasil membuat Arani tersipu malu.


"Oh"


"Gitu doang respons nya? Nggak peka banget."


Ucap Areno dengan nada kecewa nya. Arani mengernyitkan dahinya heran. Ada yang salah dengan jawaban nya tadi?


"Terus mau nya apa donh?"


Tanya Arani.


"Kamu nggak kangen aku juga apa? Padahal aku berharap banget kalau kamu kangen sama aku."


Jawab Areno dengan nada kecewanya lagi. Jawaban Areno sontak membuat Arani terkekeh.


"Aku kangen kamu juga kok. "


"Beneran kangen?"


"Iya bener."


Jawab Arani meyakinkan Areno.


"Ya udah kalau gitu nanti malam aku jemput kamu ya. Aku mau ngajak kamu dinner sama aku,” Ucapan Aremo membuat Arani mengerutkan dahinya bingung.


"Kamu mau ngajak aku dinner?" Tanya Arani yang sedikit tidak yakin.


"Ya udah, nanti malam aku jemput kamu ya. Jangan lupa dandan yang cantik." ujar Areno lagi.


"Emang selama ini aku nggak cantik?"


Tanya Arani dengan mengerucutkan bibirnya. Areno terkekeh mendengar nada kecewa dari kekasihnya itu.


"Kamu selalu cantik, Sayang. Tapi malam ini harus lebih cantik ya,”


"Oh okay,”


"Ya udah jangan lupa ya Assalamualaikum,”


"Waaalaikumsalam."


Sambungan telepon pun terputus. Wajah Arani tampak sangat bahagia. Ia amat penasaran Areno akan membawa nya dinner kemana. Apakah akan romantis seperti dinner mereka waktu itu? Atau lebih romantis? Entahlah.


******


"Assalamualaikum. Malam, Om,"


Sapa Areno pada papa Arani yang sedang duduk di ruang tamu. Malam ini Areno datang dengan gagahnya. Ia siap membawa Arani makan berdua.


"Waalaikumsalam. Malam juga, Ren. Ayo silakan duduk." Balas papa Areno yang langsung menoleh ke asal suara.

__ADS_1


"Iya Om makasih."


Kini Aremo sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Maaf om sebelumnya. Saya mau minta izin sama om untuk mengajak Arani dinner malam ini,”


Kini Areno meminta izin pada ayah dari kekasihnya itu dengan nada yang serius.


"Om izinkan kamu. Tapi kamu harus janji bisa menjaga anak om dengan baik."


Balas papa Arani sembari menatap Areno.


"Saya akan menjaga Arani lebih dari saya menjaga diri saya sendiri “ Ucap Areno dengan mantap.


"Makasih ya, Om atas izinnya,” lanjut Areno lagi.


"Sama-sama, Ren,”


Balas papa Areno sembari tersenyum pada Areno.


"Ya ampun anak mama cantik banget,”


Ucap mama Arani pada Arani saat ia sedang menuruni anak tangga.


"Mama bisa aja."


Balas Arani dengan tersipu malu.


Arani sangat terlihat cantik dengan gaun berwarna biru pastelnya yang dilengkapi berlian di bagian pinggangnya dengan panjang gaun hanya sebatas lutut. Rambutnya di biarkan terurai dengan model curly di bagian bawah dan terdapat jepitan permata pula di dekat telinga nya. Jepitan permata itu membuat nya terlihat anggun. Ditambah lagi dengan make up yang sangat natural membuatnya makin terlihat menawan. Seketika Areno dan papa Arani langsung beralih fokus.


Arani tampak menghampiri papa nya dan Areno yang sedang duduk di ruang tamu.


"Ayo kita berangkat." Ajak Arani saat Areno bangkit dari duduknya.


"Kamu cantik banget, benerna nggak bohong tau,” gumam Areno pelan. Namun sangat terdengar jelas oleh Arani. Seketika wajah Arani merona saat mendengar pujian dari kekasihnya itu. Arani hanya melirik papanya yang sedang berada di hadapan mereka saat ini. Papanya hanya melemparkan senyum nya saat menyadari kalau anaknya sangat grogi dipuji kekasihnya di depannya.


"Om, Tante kita pergi dulu ya. Assalamualaikum,."


Pamit Areno pada kedua orangtua Arani sembari mencium punggung tangan kedua orangtua Arani.


"Waalaikumsalam,”


"Ma, Pa, Arani pergi dulu ya sama Areno,” Pamit Arani pula pada kedua orangtua nya.


"Iya, Sayang. Kalian hati-hati ya,”


Balas kedua orangtuanya.


Setelah berpamitan pada kedua orangtua Arani, kini Arani dan Areno memasuki mobil Areno yang sudah terparkir di depan pagar rumah Arani.


"Silakan masuk, Tuan putri."


Ucap Areno sembari diiringi senyum manis nya saat ia membuka pintu mobilnya untuk Arani dan mempersilakan Arani masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Makasih, Ren,”


Balas Arani sembari membalas senyum Areno. Setelah itu ia memasuki mobil Areno di susul Areno.


__ADS_2