
“Aku senang banget kamu udah bisa sekolah. Jalannya juga udah keliatan enteng,”
Areno langsung berdiri menghampiri Arani yang dirangkul lengannya oleh sang adik untuk berjalan ke ruang tamu. Pagi ini Arani akan mulai bersekolah karena kondisi kakinya sudah jauh lebih baik, walaupun terkadang maish terasa nyeri, dan belum bisa melangkah normal juga tapi setidaknya Arani sudah membaik. Areno yang tahu kekasihnya sudah bisa sekolah pagi ini ditambah lagi Ia melihat kalau Arani sudha bisa berjalan rasanya bahagia sekali.
“Bang Aren, kakak harus dibantu dikit kalau jalan. Namti tolong bantuin ya,”
“Nggak, sebenarnya udah bisa kok,”
“Benar kata Ria, kamu masih harus dibantu. Nggak apa-apa lah, nanti aku bantuin, santai aja,”
“Ya udah berangkat gih, Kak. Nanti terlambat lho, aku lagi nunggu Papa nih belum keluar dari kamar masih siap-siap,”
“Okay kakak berangkat duluan ya,”
“Iya, hati-hati, eh iya ntar pulang sekolah kita jadi ya ke studio,”
“Okay,”
“Eh ngapain ke studio? Mau nge-band kalian berdua?”
Mendengar pertanyaan Areno, Ria langsung tertawa. Bisa-bisanya Areno bilang kalau Ia dan kakaknya ke studio karena mau bermain band.
__ADS_1
“Apaan sih? Orang studio foto, kenapa jadi band?”
“Oalah kirain aku studio musik. Maaf-maaf, aku nggak tau. Jangan sewot gitu dong,” ujar Arenos ambil terkekeh dan menjawil dagu kekaishnya itu.
“Ya lagian kamu aneh-aneh aja orang mau ke studio foto malah dibilang mau nge-band makanya kalau nggak tau tuh jangan asal nebak, nyebelin tau dengarnya,”
“Iya okay-okay aku salah,”
“Kakak, ‘kan Bang Aren nggak tau kita mau ke studio apa ya wajar lah kalau misal nebaknya ke studio musik nah studio musik itu biasanya emang dipakai untuk nge-band ‘kan,”
“Ya…iya sih kamu ngomongnya kurang jelas jadi Bang Aren salah paham,” ujar Arani oada adiknya.
“Iya aku yang salah,”
“Oh, mau ngapai?”
“Ya mau foto lah, Areno, masa mau pesta di sana?”
“Iya maksud aku, foto apa? Emang ada apaan? Kok foto di studio?”
“Ria punya tugas dari gurunya untuk hias foto terbaru sama saudara yang fullbody. Berhubung aku sama Ria nggak ada foto yang bagus full body gitu ya, jadi nanti mau ke studio,”
__ADS_1
“Oalah gitu, ntar aku anterin deh,”
“Nggak usah, emang ngapain? Kamu ‘kan nggak diajak,” ujar Arani sambil terkekeh.
“Ya nggak apa-apa aku anterin aja, iya aku nggak diajak, aku tau kok,”
“Hehehe bercanda, boleh kok ikutan foto kalau emang nanti ikut,”
“Seriusan nih? Emang aku nggak bikin malu ya?”
“Ih sembarangan,” ujar Arani yang kaget Areno bicara seperti itu.
“Bisa-bisanya Bang Aren nganggap kalau Bang Aren tuh malu-maluin. Ya ampun, Bang. Segini ganteng dan baiknya masa iya malu-maluin?”
“Tuh dengar kata fans kamu. Ngapain harus malu? ‘Kan kamu orang ganteng,”
“Hahaha, nggak lah aku cuma bercanda. Aku nggak ikutan ah, aku liatin antar kalian berdua aja,”
“Ih ikutan aja, mumpung ke studio kita narsis bareng, Bang,”
“Iya benar kata Arani, aku yakin kamu jarang foto ya?”
__ADS_1
“Bukan jarang lagi, setahun kayaknya cuma lima kali doang pakai kamera depan, kamera belakang buat fotoin diri sendiri,”
“Ih pasti memori handphone aman deh,” ujar Ria seraya memicing ketika menatap Areno.