
“Hai, Areno!”
Areno dan Arani kompak menolehkan kepala mereka saat ada suara menyapa Areno yang baru saja turun dari motornya disusul oleh Arani.
Areno terlihat kaget mendapati keberadaan Nara yang sudah mengenakan seragam serpa dengannya dan Arani.
“Lah, kok lo udah pakai baju kayak gue? Lo udah pindah, Nar?” Tanya Areno sambil menatap Nara yang kini sudah tiba di hadapannya dan Arani.
“Iya dong, aku udah resmi jadi siswa di sini. Kamu kaget ya?”
“Ya iyalah, lo nggak bilang apa-apa sama gue,”
“Bukannya aku udah pernah aku cerita ya? Aku tuh pengen pindah semester ini,”
“Oalah, gue lupa sorry. Ya udah kelas lo dimana?” Tanya Areno pada Nara yang pangsung menyebutkan dimana Ia akan belajar. Areno langsung melebarkan kedua matanya sejenak.
“Lah itu kela sgue, jadi lo sekelas sama gue dong?”
“Ya iya kali, aku mana tau sekelas sama kamu atau nggak,”
Sejujurnya Arani bingung kehadirannya di sini untuk apa ya? Areno sedang mengobrol demgan temannya harusnya Ia tidak menjadi pendengar. Akhirnya Ia putuskan untuk pergi, tapi sebelum kakinya melangkah, tiba-tiba Areno kenahan lengannya.
“Kamu mau kemana sih?”
__ADS_1
“Mau ke kelas,”
“Ntar dulu,”
“Udah kamu ngobrol aja nggak apa-apa kok aku nggak ganggu. Aku ke kelas duluan aja ya,”
“Eh ntar dulu kenapa sih!” Areno langsung bicara dengan tegas. Areno tidak mengizinkan Arani untuk pergi ke kelas lebih dulu.
“Nara, kenalin ini cewek gue,” ujar Areno seraya merangkul bahu Arani dan menatap Nara yang terkejut mendnegar ucapan Areno.
“Pacar?”
“Ya iyalah, ‘kan barusan gue bilang ini cewek gue namanya Arani,”
“Ya udha kenalan sekarang aja,” suduh Areno.
“Hai, aku Nara,”
Nara langsung mengulurkan tangan kanannya sambil menyebutkan nama dan dengan senang hati Arani menerima uluran tangan dari Nara.
“Hai, Nara. Kenalin, aku Arani,”
“Arani cantik deh,”
__ADS_1
“Hahaha bisa aja, kamu yang cantik banget,”
“Kamu sama Areno satu kelas kah?”
“Oh kebetulan nggak, aku sama Areno beda kelas,”
“Kalau gitu ayo kita jalan ke kelas,”
Areno dan Arani mengangguk setelah diajak oleh Nara yang mulai hari ini sudah resmi menjadi bagian dari sekolah yangs ama dimana Arani dan Areno menuntut ilmu.
“Kalau boleh tau, kamu kenapa mau pindah ke sini, Nar?”
“Emang Areno nggak pernah cerita ya?”
“Hmm pernah sekilas sih,”
“Apa katanya?”
“Kamu punya cita-cita jadi apoteker,” ujar Arani yang langsung membuat Nara tersenyum dan juga menjentikan jarinya.
“Iya kamu betul banget. Aku emang tiba-tiba aja pengen banget jadi apoteker setelah liat-liat di sosial media. Ya walaupun telat sih mulai belajar kefarmasiannya tapi nggak apa-ala deh, yang penting cita-cita bisa aku galau,”
“Aamiin, yang namanya cari ilmu itu nggak ada kata terlambat kok, Nar. Lagian jalan hidup orang ‘kan beda-beda,”
__ADS_1
“Tadinya aku tuh di sekolah umum dan nggak ada impian mau jadi apoteker, tapi ternyata aku tertarik banget kalau ngeliat di sosial media. Aku jadi sering nyari tau, eh kebetulan aku baru aja pindah ke sini, dan Areno bilang sekolahnya di sekitar rumah aku yang di sini jadi ya udah deh aku tertarik untuk belajar di sini,”