Kisah Anak Farmasi

Kisah Anak Farmasi
Bab 7


__ADS_3

"Lo nimbang Phenobarbitalum, ambil tablet CTM, Nimbang Acetosal. Gue nimbang Codein,"


"Lah Kampret! Kok gue nimbang nya banget banget? Masa Lo cuma nimbang Codein?"


Areno yang sedang sibuk mengeluarkan kertas perkamen dari Kotak prakteknya melirik Jojo sebentar.


Gak peduli sama Jojo yang penting Areno gak capek nimbang obat banyak-banyak. Biar Jojo yang pusing. Areno gak mau pusing selain mikirin Arani.


"Lah? Orang ganteng bebas, Cuy. "


"Gue lempar timbangan Lo, Anj!"


Jojo mengangkat Timbangan yang ada di meja prakteknya. Dan hal itu di lihat langsung oleh Bu Iinda.


"Jojo, Kamu ngapain ngangkat Timbangan? Kalau mau berantem sama Areno jangan timbangan dong yang jadi senjata!"


Ucapan Bu Linda mengundang suasana Lab Resep yang tadi nya sepi menjadi penuh gelak tawa.


Jojo memandang Ilfeel teman-temannya yang tertawa bahagia melihatnya di marahi oleh Bu Linda.


"Yang kerja Tangan! Bukan mulut ya!"


"Iya, Ibu" Jawab Jojo dengan gerutuan jengkel di hatinya.


Areno masih tertawa meledek Jojo. Tawa nya pelan. Areno Memang benar-benar anak pintar. Ingin meledek teman dengan cara yang aman.


"Mampuyyy,"


"Eh lo mending diem dah! Lo gue perhatiin semenjak pacaran sama Arani jadi banyak bacot, Nyet!"


Areno bergumam tak jelas sengaja membuat Jojo makin naik pitam. Itu membuatnya sangat bahagia. Tatapan tajam Jojo membuat Alis Areno naik disertai senyum jailnya yang hadir.


"Apa?! Gak suka?! PC sini!!"


"Serah! Orang waras ngalah sama yang GILA," Ucap Jojo penuh penekanan pada kata terakhirnya.


"Udah buruan timbang semua obat yang tadi gue bilang!" Perintah Areno.


Tangan cowok itu mulai menimbang Obat yang tadi diambilnya.


"Gue udah nimbang Codein nih,"


"Ogah! Lo timbang aja sendiri,"


Areno menatap Jojo dengan mengerinyit.


"Kok gitu?"

__ADS_1


"Iyalah. Mulai sekarang kita gak usah kerja sama lagi kalau mau nimbang obat. Nimbang aja sendiri-sendiri. Biar lo Gak males,"


"Lah songong anak dugong."


"Kenapa? Gak suka? PC!!"


Jojo mengikuti kalimat yang di ucapkan Areno tadi. Hal itu membuat Areno mendengus.


"Bukan temen emang,"


"Emang kita bukan temen. Sejak kapan ya kita berteman? Anda mungkin salah orang,"


"Ngajak berantem ni orang," Areno membanting obat yang sudah ditimbangnya. dan akhirnya obat itu berhamburan di meja prakteknya.


"Tuh kan. Terbang kan obat gue,"


Tunjuknya pada serbuk yang berserakan. Ia siap meladeni Jojo yang baru saja mengibarkan bendera perang.


"Ya tangkep lah! Susah amat,"


Jawab Jojo acuh.


******                                     


"Ini garis merahnya mana?"


Bu Linda menandai Obat Narkotika yang seharusnya di beri garis Merah.


Areno meringis kecil.


"Kayak gini aja lupa. Ngasih garis merah buat Narkotika aja gampang dilupain. Apalagi sama Arani kali ya?"


mata Areno membulat.


Kok bawa-bawa Arani?


"AHAYYYY IBU TAU KALAU ARENO PACARAN SAMA ARANI?"


Tanya Jojo dengan heboh yang kebetulan berbaris di belakang Areno untuk menyerahkan obat dan jurnalnya juga pada Bu Linda.


"Apaan sih," Ucap Areno datar.


"Kamu kok nyolot begitu sama saya?"


Bu linda melotot tajam pada Jojo yang langsung terdiam.


Areno berbalik sebentar ke belakang lalu menatap sinis Jojo.

__ADS_1


"Rasain," Ucapnya pelan. Tapi masih bisa di dengar oleh Jojo.


Jojo mendorong punggung Areno dengan kesal.


"Gak jelas kan, dorong-dorong aja"


"Abisnya lo ngeselin. Ngeledekin gue mulu,"


"Sudah! Kok malah berantem di sini sih? "


"Seru, Bu" Celetuk Jojo.


"Jojo, awas kamu ya. Saya bilangin sama wali kelasnya."


Jojo dengan heboh menangkupkan kedua tangannya di depan dada serta menatap bu linda dengan ekspresi sedih.


"Jangan dong, bu. Cukup kita dan tuhan aja yang tau,"


Bu linda bergedik geli mendengar ucapan Jojo.


Setelah itu Bu linda kembali memeriksa Jurnal Areno yang sedari tadi menunggu kapan berakhirnya Drama Antara Jojo dan Bu linda.


"Jangan lupa lagi! Obat Narkotik itu di garis bawahi dengan tinta merah!"


Areno mengangguk lalu menerima jurnalnya yang di serahkan kembali oleh Bu Linda. Ia kembali ke tempatnya untuk membuat Obat selanjutnya.


"Emang Khasiat Codein untuk Vitamin ya?"


Jojo langsung melihat jurnalnya yang sedang diperiksa. Lalu menatap Bu linda bingung.


"Emang apa bu?"


"Ya gak tau. Kan saya yang nanya. Kenapa kamu malah nanya balik?"


"Apaan yak," Gumam Cowok berbadan super tinggi itu. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Analgetik sama antitusif. Ahelah gitu aja gak tau. Lo belajar apaan sih selama ini?" Jawab Areno dengan tenang dan dingin namun mampu membuat semua teman-temannya yang sedang meracik menoleh padanya.


"Siapa yang di tanya. Siapa yang jawab," Dengus Jojo.


"Emang bener kata Areno. Kamu belajar apaan selama di sini?"


"Belajar Farmasi lah bu,"


"Belajar Farmasi? Yakin kamu? Khasiat Codein aja gak tau."


"Kan lupa,"

__ADS_1


Bu Linda menggertakan giginya gemas. Jojo tak pernah mau di salahkan. Ada saja kalimat yang digunakannya untuk menjawab guru.


Prinsip 'Guru selalu benar' sepertinya tidak di pegang teguh oleh Jojo.


__ADS_2