Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
21. Ep 21


__ADS_3

Rumah Shevi,


____________


Tinggallah mereka berdua di sana. Byan menggeser duduknya mendekati Shevi. Dia mengambil nafas dalam sebelum memulai percakapannya.


"Kamu pergi kemana?" Tanya Byan


"Aku pergi dengan Reni ke taman bintang. Tempat yang sama saat kamu mengajakku ke sana. Tapi ada yang membuatku merasa aneh dengan tempat itu." Shevi terlihat berpikir


"Aneh bagaimana...?" Tanya Byan


"Ya aneh. Pas kamu ngajak aku tempat itu sepi tak ada orang satu pun. Tapi kok sekarang ramai? Bahkan sangat ramai kalau malam." Jelas Shevi


Byan tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Shevi.


"Kok palah senyum-senyum?" Shevi merasa heran


"Tempat itu aku sewa untuk dikosongkan selama 2 hari. Itu semua aku lakukan hanya buat kamu." Jawab Byan


"Apaaaaa.......????? Benar-benar keterlaluan." Shevi memukuli lengan Byan.


"jangan mentang-mentang banyak duit terus bisa seenaknya." lanjut Shevi


"Selama itu buat kamu, aku nggak keberatan. Pukulan kamu lumayan juga." Byan memegangi lengan kirinya menggunakan tangan kanannya dan Shevi pun melihat luka di tangan Byan.


"Jari tangan kamu kenapa kok luka gitu..??" Tanya Shevi.


"Ohh.. ini hanya luka kecil." Jawab Byan


"Jangan menyepelekan..!!! Walaupun itu hanya luka kecil tapi juga tetap harus diobati."


Shevi berjalan ke ruang tengah mencari kotak obat. Dia kembali duduk di samping Byan.


"Mana tanganmu....!!!!" Kata Shevi


"Kamu mau apa??." Tanya Byan


"Udaahhh... kasih aja tanganmu." Shevi menggenggam tangan Byan. Dibersihkannya sedikit noda darah yang sudah mengering lalu di obatinya.


Byan memandang Shevi yang sedang serius mengobati lukanya. Jantungnya pun berdetak tak beraturan. Apalagi saat tangannya di genggam Shevi jantungnya seakan-akan mau lompat keluar.


"Aku rela tanganku terluka setiap hari supaya dipegang kamu terus." Ucap Byan


"Berhenti omong kosong dan berhenti memandangku seperti itu." Shevi menyadari kalau Byan dari tadi memandangnya.


"Aku juga tidak tahu kenapa mataku selalu ingin melihat wajahmu." Ucap Byan lagi.


Shevi dengan sengaja menekan dengan keras tangan Byan yang luka.

__ADS_1


"Aauuuwww......" Byan meringis kesakitan.


"Kamu sengaja ya??" Tanya Byan


"Makanya berhenti ngegombal. Udah selesai." Shevi menempelkan plester.


"Makasih sayang.."


"Hmmmmm....."


Ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua dari tadi. Siapa lagi kalau bukan Dian. Dia sangat penasaran dengan perkembangan hubungan Byan dan Shevi.


"Ternyata putriku perhatian juga.." gumamnya.


Dian lalu segera masuk kembali ke kamarnya sebelum ketahuan oleh putrinya.


"Apa kamu tahu, kamu benar-benar membuatku khawatir. Setelah Ibu menanyakan keberadaanmu, aku panik dan langsung ke sini. Aku pikir kamu kabur karena menolak pertunangan kita." Byan memandang lekat wajah Shevi


"Kamu berpikiran terlalu jauh. Mana mungkin aku kabur, bisa-bisa kakekku jatuh sakit kalau aku melakukan itu."


"Sebegitu khawatirnya kamu ke aku?" Lanjut Shevi


"Aku bahkan sampai menyuruh Revan dan orang2nya untuk mencarimu."


"Itu terlalu berlebihan."


"Apapun akan aku lakukan untukmu."


"Baiklah. Aku pulang. Salam untuk Ibu dan Kakek."


"Ya. Hati-hati." Shevi mengantarkan Byan keluar.


Pagi hari,


________


Kantor Byan,


Byan duduk di kursi kerjanya sambil memandangi tangannya yang semalam diobati oleh Shevi. Dia senyum-senyum sendiri membayangkan semalam.


Revan masuk ke ruangan Byan tanpa mengetuknya dulu. Byan pun tak menyadari kalau Revan sudah berada di depannya yang sedang memandangnya heran.


Revan menjulurkan tangannya memegang jidat Byan.


Byan menepis tangan Revan.


"Apa-apain sih lo Van?"


"Gue cuma ngecek aja panas apa nggak. Kirain lo udah nggak waras gara-gara ditinggal calon tunangan lo kabur... hahahaaaa..." Revan tertawa keras

__ADS_1


"Lo pikir gue gila. Asal lo tahu ya. Shevi itu nggak kabur." Jelas Byan


"Terus ngapain lo mandangin tangan segitunya..!!!" Tanya Revan


"Lo nggak tahu sih Van. Tangan gue semalam digenggam Shevi, terus diobati." Jawab Byan


"Kalau tahu gitu, mendingan gue semalam nggak pulang duluan. Gue bakal tungguin lo dan bilang ke Shevi kalau ada orang ngamuk nonjokin dinding."


"Bilang aja kalau berani." Tantang Byan


Revan mengangkat kedua tangannya tanda tak berani.


"Gue pastiin tangan lo nggak bakalan lo cuci selama 7 hari kan bro...." Revan terkekeh


"Sialan lo......!!!!" Timpal Byan


"Van,,, hari minggu acara pertunangan gue. Lo temenin gue ya. Gue kan nggak punya keluarga sama sekali." Byan bicara dengan wajah serius


"Santai bro. Gue pasti temenin lo. Lo udah gue anggap seperti saudara sendiri. Gue juga bisa bilang ke nyokap bokap gue buat dampingin lo kok." Revan menanggapi


"Nggak usah. Cukup lo aja. Shevi ingin acara nanti nggak ngundang banyak orang. Hanya keluarga aja."


"Serius lo..???? Berarti Shevi nggak mau pertunangan kalian terekspos dong." tanya Revan


"Gue juga nggak tahu Van." terlihat sedikit kekecewaan di wajah Byan.


"nggak apa-apa By. Lagian ini baru tunangan kan. Nanti kalo pernikahan, baru lo adakan besar-besaran." Revan menghibur Byan


Byan hanya menganggukan kepalanya.


"ya udah gue lanjut kerja lagi." ucap Revan


"oiya By. Hari senin ada klien yang mau datang ke sini ketemu sama lo. Cewek By... masih muda lagi" Revan kembali duduk di depan Byan


"gue nggak tertarik. Buat lo aja...!!!" ucap Byan


"gue dengar By.... dia katanya sexy. Lo harus bisa jaga mata nanti."


"hanya Shevi yang paling sexy di mata gue.."


"wuaahhhhh gue nggak nanya kalo Shevi maahhh. Body bagus... atas bawah berisi. hahahaaaaaa."


Byan menatap Revan tajam.


"gue hajar lo. Jangan berani-beraninya lo natap Shevi." ancam Byan


"maksud lo..????? gue kalo ketemu Shevi harus merem gitu. Gue juga nggak bermaksud ngelihat. Tapi emang jelas banget kaannnn...????"


"bener-bener lo minta gue hajar..." Byan berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Revan langsung lari keluar dari ruangan Byan.


"dasar cowok sarap...." Revan berteriak sebelum dia keluar.


__ADS_2