Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
41. Ep 41


__ADS_3

3 minggu kemudian,


Di hari minggu, Byan selalu ke rumah Shevi. Hari ini dia janji mengajak Shevi ke bioskop. Saat dia sedang bersiap-siap, ponselnya berdering. Byan meraih ponsel yang dia taruh di tepi ranjangnya. Tanpa melihat siapa yang menelfon, Byan lalu mengangkatnya. Dia mengira kalau yang menelfonnya itu Shevi.


"Byan : Halo....?? Aku lagi siap-siap. Tunggu sebentar lagi ya....." kata Byan.


"Keysa : Halo By. Kamu udah siap-siap??? Kok kamu tahu kalau aku pulang hari ini?" tanya Keysa.


Karena bukan suara Shevi, Byan melihat layar ponselnya. Ternyata yang menelfonnya adalah Keysa.


"Byan : Ooohhhhh Keysa. Aku kira temanku." jawab Byan melanjutkan obrolannya.


"Keysa : By, aku sudah sampai. Bisa jemput aku di bandara?" tanya Keysa.


"Byan : Looohhhhh katanya sebulan lagi? Inikan belum ada sebulan."


"Keysa : Iya. Kamu bisakan jemput aku? Aku udah nunggu nih."


"Byan : Ok. Kamu tunggu, aku ke bandara sekarang." Byan mematikan sambungan telfonnya.


Byan bergegas ke bandara menjemput Keysa. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45menit, Byan pun sampai. Dia turun dari mobil lalu mencari Keysa. Keysa yang melihat Byan lalu berjalan menghampiri Byan.


"By................" teriak Keysa sambil melambaikan tangannya. Setelah berada di hadapan Byan, Keysa lalu menggandeng lengan Byan dengan manjanya. Byan merasa risih dan mencoba melepaskan tangannya.


"Lepasin Key...." kata Byan. Keysa lalu melepaskan tangannya. Byan lalu mengajaknya masuk ke dalam mobil.


"Ada hal penting apa kok kamu pulang ke Indonesia Key?" tanya Byan.


"Aku mau cari kerja di sini By." jawab Keysa.


"Lalu bagaimana dengan orang tuamu di sana?" tanya Byan lagi.


"Kalau aku udah dapat pekerjaan tetap di sini, mereka akan menyusul." jawab Keysa.


"Terus kamu mau tinggal dimana Key?? Bukannya rumahmu dulu sudah dijual?" tanya Byan sambil fokus mengemudikan mobilnya.


"Aku juga belum tahu By. Boleh tidak kalau aku numpang di rumahmu untuk sementara???" jawab Keysa yang kemudian balik bertanya ke Byan.

__ADS_1


"Haaaaahhhhh,,???? Apa kata orang Key nantinya. Kita tidak ada hubungan apa-apa tapi tinggal serumah. Bisa-bisa jadi bahan gunjingan orang lain." Byan kaget lalu menoleh sekilas ke Keysa.


"Makanya kamu terima aku By. Jadinya kalau ditanya orang, jawab saja aku pacar kamu. Bereskan?????" ucap Keysa.


"Aku sudah bilang berkali-kali Key. Aku selalu menganggap kamu sebagai adikku!!! Tidak lebih dari itu!!!" kata Byan tegas.


"Ya sudah kalau tidak boleh juga tak masalah By. Aku bisa cari kos. Andai saja Kakakku masih ada pasti dia membantuku." kata Keysa mengeluarkan kata-kata andalannya yang selalu bisa membuat Byan menuruti keinginannya.


Selalu saja mengungkit-ungkit Kakakmu..... Batin Byan.


"Ok. Kamu boleh tinggal di rumahku dulu. Sambil menunggu aku mencarikan tempat tinggal untukmu." ucap Byan.


"Makasih By........" kata Keysa tersenyum puas sambil memandang Byan.


Kamu tetap tampan seperti dulu By. Tapi kenapa kamu tidak mau membuka hatimu untukku...??? Sampai detik ini aku masih mencintaimu By. Batin Keysa.


"By,,,, aku lapar. Kita makan dulu ya." rengek Keysa.


"Ya." jawab Byan singkat. Setelah menemukan rumah makan, Byan menghentikan mobilnya dan mereka pun makan di sana.


"Ayo masuk." ajak Byan yang melihat Keysa bengong. Keysa mengikutinya di belakang sambil membawa kopernya.


"Kamu tunggu di sini dulu." perintah Byan menyuruh Keysa duduk di ruang tamu. Byan lalu mencari Bi Sumi.


"Bi,,, tolong bersihkan kamar tamu ya. Teman saya mau tinggal di sini untuk sementara waktu." kata Byan menyuruh Bi Sumi.


"Iya Den..." jawab Bi Sumi lalu berjalan ke kamar tamu dan membersihkannya.


Byan kembali ke ruang tamu dimana Keysa sedang menunggunya. Byan lalu duduk di sofa. Tak selang berapa lama, Bi Sumi pun selesai membersihkan kamar yang akan di tempati Keysa.


"Den, kamarnya sudah siap." kata Bi Sumi ke Byan.


"Makasih ya Bi. Sekalian tolong antarkan Keysa ke sana Bi." ucap Byan.


"Baik Den." jawab Bi Sumi.


"Kamu ikut Bi Sumi Key." perintah Byan ke Keysa.

__ADS_1


"Mari Mbak." kata Bi Sumi mengajak Keysa. Keysa mengikuti Bi Sumi menuju kamarnya.


Kok Den Byan membawa pulang perempuan??? Sepertinya Den Byan tidak punya saudara. Atau jangan-jangan...........????? Batin Bi Sumi dengan asumsi yang bermacam-macam di pikirannya.


"Ini kamarnya Mbak." kata Bi Sumi lalu mempersilahkan Keysa untuk beristirahat.


Byan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Dia memejamkan matanya. Byan lalu teringat dengan janjinya kepada Shevi. Dia menepuk jidatnya lalu mengambil ponsel di saku celananya.


"Aarrrgghhhhhhh kenapa gue bisa sampai lupa????" ucap Byan sambil memegang ponsel yang ia tempelkan di telinganya. Berkali-kali Byan menelfon tapi tak ada jawaban dari Shevi.


"Ayo dong sayang angkat telfonnya...." ucap Byan lalu berdiri dan berjalan mondar-mandir.


Rumah Shevi,


Sudah berjam-jam Shevi menunggu kedatangan Byan. Dia sampai ketiduran di ruang tengah. Shevi tidak tahu kalau Byan menghubunginya berkali-kali karena ponselnya ia silent dan ia taruh di dalam tas.


Dian yang melihat putrinya tidur di sofa lalu membangunkannya karena hari sudah sore.


"Shevi,,,, bangun sayang..." Dian menggoyang-goyangkan tubuh Shevi.


"Hmmmmmm....." jawab Shevi setengah sadar sambil mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali.


"Bangun ini sudah sore." kata Dian.


"Iya Bu." Shevi bangun dari tidurnya lalu menuju kamarnya di lantai atas. Shevi melanjutkan tidurnya. Dia lupa dengan tasnya yang masih tertinggal di meja ruang tengah.


Rumah Byan,


Byan mengira kalau Shevi pasti marah sehingga tak mengangkat telfonnya sama sekali. Dia memutuskan untuk ke rumah Shevi. Byan menuruni tangga. Saat berjalan melewati kamar Keysa yang berada di lantai bawah, kebetulan Keysa membuka pintu kamarnya dan melihat Byan yang akan pergi.


"Mau kemana By??" tanya Keysa.


"Mau keluar sebentar." jawab Byan.


"Masa aku baru datang, kamunya palah pergi sih By?? Besok saja perginya. Lagian ini juga sudah sore." ucap Keysa mencoba menahan Byan agar tidak pergi.


"Ok. Aku ke kamar dulu." kaya Byan. Byan masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya dari dalam. Dia terpaksa menunda untuk bertemu dengan Shevi. Byan berencana untuk menjelaskanya besok pagi.

__ADS_1


__ADS_2