Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
45. Ep 45


__ADS_3

Mobil Byan keluar dari rumahnya dan melewati mobil Reni yang terparkir di dekat rumahnya. Byan sama sekali tidak menaruh curiga. Shevi dan Reni dengan cepat menunduk agar tidak ketahuan. Setelah mobil Byan melewati Reni, Shevi perlahan mengangkat kepala dan menoleh ke belakang melihat mobil Byan yang sudah berlalu.


"Kak Byan, ternyata kamu sibuk sama cewek lain?? Tidak,,, tidak,,,!!! Aku harus percaya padanya." gumam Shevi dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Duuuuukkkkk......" kepala Reni terbentur stir saat mengangkat kepalanya.


"Awwwwww....!!! Sakit....!!!!" Reni mengelus kepalanya yang sakit sambil memukul stir kemudinya.


"Hwahahahahahaaa...." Shevi tertawa terbahak-bahak melihat Reni yang kesakitan.


"Sory ya Shev. Tidak seharusnya gue ngajak lo ke sini. Gara-gara ide konyol gue ini, lo jadi melihat yang tak seharusnya lo lihat." imbuh Reni langsung merangkul sahabatnya. Shevi membalas rangkulan Reni.


"Nggak apa-apa Ren. Jangan terlalu mengkhawatirkan gue. Kepala lo masih sakit??? Benjol nggak???" tanya Shevi sambil memegang kepala Reni.


Gue tahu lo mencoba menutupi sakit di hati lo Shev.... Batin Reni.


"Udah sembuh kok Shev." jawab Reni.


"Sekarang kita mau kemana?" lanjut Reni bertanya pada Shevi.


"Kita pulang aja Ren.." jawab Shevi.


"Yaahhh kok pulang??? Kita cari hiburan aja yuk. Ngemall Shev..." ucap Reni yang langsung disetujui oleh Shevi.


"Wanita tadi itu siapa ya Ren???" tanya Shevi.


"Gue juga nggak tahu Shev. Mungkin aja saudaranya. Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak dulu." jawab Reni.


"Nggak mungkin Ren. Kak Byan itu udah nggak punya saudara." kata Shevi yakin. Reni tak melanjutkan obrolannya tentang masalah Byan lagi. Dia tidak mau Shevi jadi sedih. Reni mencoba mengalihkan pembicaraannya.


"Shev, Kak Revan itu gimana menurut lo??" tanya Reni.


"Gue nggak mengira, lo bakal jatuh cinta sama sama Kak Revan. Katanya mau membuang jauh perasaan lo??" tanya Shevi yang langsung kembali bersemangat mendengar Reni membahas tentang Revan.


"Jangan katanya-katanya lagi Shev." jawab Reni. Dia merasa senang karena berhasil membuat suasana hati Shevi kembali cerah.


"Gue nggak begitu kenal sama Kak Revan Ren. Tapi gue bisa bantu tanya sama Kak Byan kalau lo mau." kata Shevi sambil menoleh ke Reni yang sedang fokus mengemudi.

__ADS_1


"Ehhhh jangan,,,, jangan....!!!! Awas aja kalau sampai lo beneran tanya sama Kak Byan..!!!" ancam Reni menoleh sekilas ke Shevi.


"Iya,,,,, iya....!!!! Memangnya kenapa?" tanya Shevi.


"Ya malulah.....!!!!" jawab Reni.


"Lo masih punya malu Ren????" ejek Shevi.


"Ya masihlah. Urat malu gue belum putus..!!!" terang Reni.


Reni memarkirkan mobilnya di salah satu mall yang sering ia kunjungi. Mereka kemudian masuk.


"Lo tunggu sini Ren, gue beli tiket dulu." ucap Shevi yang langsung berdiri dideretan orang-orang yang sedang antri membeli tiket. Setelah mendapatkan tiketnya lalu Shevi membeli popcorn dan dua botol air mineral. Shevi kembali menghampiri Reni. Mereka berdua masuk dan mencari tempat duduk.


"Gilaaaa Shev,,,,, berpasang-pasangan. Cuma kita Shev yang tidak mengajak pasangan. Waaahhhh jadi obat nyamuk nih Shev..." ujar Reni dengan candaannya. Mereka memilih duduk di pojokan belakang.


Film pun mulai diputar. Shevi melihat kesemua penonton. Bukannya menonton film, Shevi dan Reni palah asyik mengamati orang-orang yang bermesra-mesraan saat ada adegan ciuman difilm yang mereka tonton.


Reni berjingkat kaget saat menoleh ke sampingnya yang sedang mempraktekkan seperti adegan dalam film itu. Reni menepuk-nepuk paha Shevi.


"Itu lihat samping gue..." jawab Reni. Shevi mengarahkan pandangannya ke arah yang di maksud Reni.


Merasa ada yang memperhatikan, pasangan itu kemudian balik menatap Shevi dan Reni.


"Ngapain Mbak lihat-lihat...!!! Belum pernah lihat orang ciuman??? Makanya kalau pengin ngajak pacar...!!!" semprot si cewek.


Shevi dan Reni saling mencubit. Mereka dibuat mati kutu dengan ucapan yang dilayangkan kepada mereka berdua. Mereka tidak berani lagi menoleh kepasangan itu.


"Galak banget itu yang cewek.." ujar Reni kesal.


"Kita lama-lama mendidih di sini Ren melihat pasangan yang sedang bermesraan." ucap Shevi.


Tiba-tiba orang yang duduk di kursi depannya menoleh ke arah mereka dengan wajah yang sangat tidak bersahabat.


"Heeehhh Mbak, kalian mau nonton apa ngrumpi sih??? Dari awal mulai sampai sekarang berisik aja." sembur orang yang ada di depannya.


"Iya maaf Mas......!!!" ucap Reni yang sedikit takut.

__ADS_1


"Ternyata nyali lo ciut banget Ren..!! Kayaknya kita salah nonton ini Ren. Besok kalau kita nonton jangan yang romantis. Yang horor aja." ujar Shevi berbisik ditelinga Reni. Reni hanya mengangguk tidak berani mengeluarkan suaranya karena takut kena semprot lagi.


Shevi benar-benar tidak bisa mengikuti jalannya film itu. Matanya masih saja berkeliling melihat ke segala sudut ruangan bioskop. Shevi mempertajam matanya saat melihat orang yang dikenalnya. Walaupun dari belakang, dia tak mungkin salah mengenalinya.


"Kak Byan.....???????? Bagus,,,, bagus,,,!!! Gue aja nggak jadi diajak nonton..!!! Tapi sekarang dia palah asyik-asyikan nonton film romantis sama cewek tadi..!!! Katanya sibuk. Dasar cowok...!!!" gerutu Shevi yang masih bisa di dengar oleh Reni.


Reni melihat tangan Shevi meremas botol air mineral yang dipegangnya. Dia lalu mengikuti kemana mata Shevi melihat. Mulut Reni menganga karena melihat Byan dengan cewek yang tadi. Apalagi saat Keysa menyandarkan kepalanya di bahu Byan, rasanya ingin sekali Reni melempar botol minumannya ke cewek itu.


Reni sama sekali tidak berniat untuk mengikuti Byan. Tapi ternyata tanpa sengaja mereka bertemu di sana. Reni melihat wajah Shevi yang sudah tidak dapat diartikan lagi.


Botol yang dipegang Shevi pun tutupnya terlepas karena saking kencangnya Shevi meremas botol itu dan airnya pun muncrat mengenai orang di depan Shevi.


"Waduuhhhhh,,, gawat.....!!!!" ucap Reni yang melihat orang di depannya langsung berdiri dan menoleh ke Shevi. Shevi tak menggubris orang itu. Dia tetap menatap tajam Byan.


"Maaf Mas...!!! Teman saya tidak sengaja. Dia lagi emosi gara-gara tidak punya pasangan. Dia terbawa suasana Mas. Jadinya kaya gini deh....!!! Botol air minum yang jadi pelampiasannya. Sekali lagi maaf Mas.." Reni asal bicara. Setelah mendengar pernyataan dari Reni, orang itu dengan mudahnya percaya dengan ucapan Reni. Wajah yang tadinya marah, sekarang berubah menjadi rasa iba pada Shevi.


"Kasihan.....!!!! Cantik-cantik nggak punya pacar...!" ucap pria itu lalu kembali duduk.


Shevi menatap Reni.


"Ren, alasan lo jelek banget. Lo nyumpahin gue????" tanya Shevi.


"Heheheheeeer,,,,, dari pada lo kena amukan dari orang itu..?? Alasan yang terlintas di otak gue ya cuma itu. Kenyataannya dia percayakan??? Lo lihat, bajunya basah gara-gara lo..!!!" jelas Reni.


"Iya juga ya....!!!" ucap Shevi melihat baju orang itu yang basah karena ulahnya.


"Ayo keluar sekarang. Eneg gue lihat dia...!!!" ajak Shevi dengan ucapan yang ia tujukan pada Byan.


"Tanggung Shev. Bentar lagi selesai." kata Reni yang masih duduk. Sedangkan Shevi sudah berdiri dan berjalan meninggalkan Reni. Reni pun menyusul Shevi.


.


.


.


Jangan lupa yaaaa like, coment & votenya....😉😉😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2