Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
23. Ep 23


__ADS_3

Di ruang kerja Byan,


Jam makan siang sudah lewat. Tapi Byan masih betah di dalam ruangannya. Dia di dalam bersama Revan. Mereka masih sibuk menatap laptopnya masing-masing. Revan disuruh Byan untuk menyelesaikan beberapa berkas yang akan digunakan untuk meeting nanti sore.


Itu sudah menjadi hal yang biasa bagi Revan karena sering sekali jam makan siangnya mundur gara-gara Byan. Revan sangat paham dengan sifat Byan yang memang tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Sudah kewajiban Revan sebagai asisten mengikuti perintah bosnya.


"rapat dimulai jam berapa Van?" tanya Byan yang masih fokus menatap layar laptopnya.


"jam 3 By." jawab Revan sambil menyenderkan tubuhnya di sofa karena kerjaannya sudah beres.


"ayo turun. Kita makan siang dulu. Takutnya nanti saat rapat lo pingsan lagi." ajak Byan melihat jam di tangan kanannya.


"Gue manusia By... bukan robot. Jadi tubuh gue perlu diisi makanan untuk diolah menjadi tenaga. Gue pikir-pikir lo itu Bos paling kejam. Lama-lama gue kena mag kalau makan selalu telat gini" ucap Revan yang berjalan keluar ruangan mengikuti Byan. Byan hanya tersenyum menanggapi ocehan Revan.


Byan dan Revan memasuki lift dan tak berapa lama pintu lift di lobby terbuka. Mereka keluar dari lift bersamaan.


Receptionist yang bernama Lia itu melihat saat Byan dan Revan keluar dari lift. Matanya mengikuti langkah dua pria tampan itu. Saat Byan berjalan melewati mejanya, Lia memberanikan diri memanggil bosnya itu. Lia benar-benar mengumpulkan seluruh keberaniannya. Karena dia sama sekali belum pernah memanggil ataupun berbicara pada bosnya itu. Lia masih terbilang karyawan baru di perusahaan Byan.


"Pak Byan..." panggil Lia saat Byan lewat di depannya.


"Ya. Ada apa?" tanya Byan menghentikan langkahnya yang diikuti oleh Revan di belakangnya.


"Maaf sebelumnya Pak. Tadi ada yang datang ke sini menitipkan ini untuk Bapak." jawab Lia mengeluarkan rantang yang berisi makanan itu.


"Dari siapa?" tanya Byan menelisik

__ADS_1


"Seorang perempuan Pak. Namanya She....... siapa ya...? Maaf saya lupa Pak" jawab Lia mencoba mengingat-ingat nama perempuan tadi.


"Shevi maksudmu?" tanya Byan lagi dengan wajah seriusnya.


"Ya itu maksud saya Pak" jawab Lia


"Lalu sekarang dia dimana?" tanya Byan.


"Sudah pulang dari tadi Pak sekitar 1jam yang lalu. Tadi sudah menunggu Bapak di sini cukup lama mungkin hampir 2 jam'an. Karena sampai selesai jam makan siang bapak tidak terlihat keluar, mbak Shevinya pulang dan menitipkan itu untuk Bapak." jawab Lia dengan jujur. Mungkin Lia tak akan mengira ekspresi apa yang akan ditunjukkan Byan setelah mengetahui wanita yang sangat dicintainya menunggu di lobby selama itu.


"waduuuhhh cari masalah ini orang" gumam Revan setelah ikut mendengar penjelasan dari receptionist itu.


"Apa kamu bilang??? Shevi menunggu di sini selama itu??? Kenapa tidak langsung kamu suruh ke ruangan saya?? Apa kamu tahu siapa dia?." bentak Byan karena merasa kesal.


"Maafkan saya Pak. Saya benar-benar tidak tahu." Lia menundukkan kepalanya. Dia takut karena kelihatannya Byan sangat marah kepadanya.


"Sekali lagi saya minta maaf Pak." ucap Lia


"By... sudah jangan salahkan dia. Dia ada benarnya juga kan, tidak mengijinkan orang yang belum ada janji masuk begitu saja. Dia hanya menjalankan tugasnya. Dia juga kan nggak tahu siapa itu Shevi." Revan mencoba menengahi dan menenangkan sahabatnya yang sedang marah itu.


Byan lalu berjalan meninggalkan Lia yang masih berdiri di sana. Byan menuju lift sambil membawa rantang yang dibawa Shevi untuknya. Dia memutuskan tidak jadi makan di luar.


Revan yang juga masih berdiri di sana melihat Lia yang masih tertunduk.


"Sudah jangan kamu pikirkan. Ini bukan salah kamu. Lain kali kalau Shevi datang ke sini lagi, langsung kamu suruh ke ruangan Pak Byan. Dia adalah calon tunangan Pak Byan." jelas Revan mencoba menenangkan Lia yang masih agak gemetar.

__ADS_1


"Baik Pak. Tapi kalau saya dipecat bagaimana Pak?" tanya Lia


"Kamu tenang saja. Pak Byan bukan orang yang dengan gampangnya asal memecat orang hanya karena masalah sepele. Ya sudah saya ke atas dulu. Kamu lanjut kerja." jawab Revan


Revan menyusul Byan. Sesampainya di ruangan Byan, Revan langsung masuk. Dilihatnya Byan sedang duduk di sofa sambil memandang rantang itu.


"Sampai kapan lo mau mandangin itu 0rantang?? Sini mending gue aja yang makan. Gue udah laper banget nih.."ucap Revan yang langsung menyerobot rantang itu tapi di tahan Byan.


"enak aja lo. Ini dari Shevi buat gue!!! Bentar Van gue telfon Shevi dulu" jawab Byan sambil mengeluarkan posel dari saku celananya. Byan beberapa kali menelfon Shevi tapi tak ada jawaban.


"kenapa By?" tanya Revan


"nggak diangkat." jawab Byan lalu menaruh ponselnya di atas meja.


"ayo makan bareng Van.." ajak Byan yang sudah tahu kalau Revan menahan lapar dari tadi.


Mereka makan tanpa mengeluarkan suara.


"Ini masakan Shevi By..???" tanya Revan yang sudah selesai makan.


"Nggak tahu.." jawab Byan sambil mengangkat kedua bahunya.


"Sebentar lagi meeting. Siapin semua berkas-berkasnya Van. Tolong sekalian suruh Mia beresin ini." Ucap Byan


"Ok..!!" Revan keluar dari ruangan Byan menuju meja kerjanya.

__ADS_1


Mereka bersiap untuk mulai meeting sore ini.


__ADS_2