Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
81. Ep 81


__ADS_3

Rumah Byan,


___________


Byan pulang dari kantor pukul 19.00. Bukannya menghindari Shevi, tapi beberapa hari ini memang pekerjaannya yang sangat menumpuk. Ini saja sudah dicicil lembur di rumah. Kalau tidak, bisa-bisa pulang sampai larut.


Byan naik ke lantai atas mencari istrinya tapi tak menemukan Shevi di rumah. Dia lalu turun ke bawah mencari Bi Sumi untuk menanyakan keberadaan istrinya.


"Bi, apa Shevi belum pulang? Ini sudah malam, tumben belum sampai rumah??" tanya Byan pada Bi Sumi yang sedang menyiapkan makan malam.


"Belum, Den. Iya, tumben banget. Biasanya jam tiga sore sudah pulang." jawab Bi Sumi.


Tiiing.....


Suara pesan masuk di ponselnya. Byan lalu membaca pesan dari Shevi. Byan meletakkan ponselnya di atas meja. Dia tak membalas pesan dari istrinya. Byan lalu menyantap makan malamnya seorang diri.


Selesai makan, Byan menuju ruang kerjanya untuk mengambil laptop lalu dibawanya ke kamar. Dia duduk di atas kasur sambil menyandarkan tubuhnya. Laptopnya ia taruh di pangkuannya.


Dibukanya laptop itu, lalu memulai pekerjaannya. Tak terasa sudah jam 21.00 WIB. Byan menutup laptopnya dan ditaruh di atas nakas.


Dia merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya berharap langsung bisa tertidur. Tapi dia merasa ada yang kurang karena tidak ada istrinya. Walaupun masih agak kesal dengan Shevi, tapi rasa rindunya tidak pernah kurang sedikitpun. Bahkan semakin bertambah.


Karena tak juga bisa tidur, Byan bangkit dari tidurnya lalu meraih kunci mobil. Dia hendak menyusul Shevi. Tidak melihat wajah istrinya sehari saja rasanya tidak tentram. Byan menuruni tangga dan mencari Bi Sumi yang sudah bersiap untuk tidur.

__ADS_1


"Bi, aku mau ke rumah Ibu dan menginap di sana." pamit Byan pada Bi Sumi.


"Baik, Den. Hati-hati di jalan." pesan Bi Sumi lalu mengantar Byan sampai depan dan tak lupa untuk mengunci pintu.


Rumah Sofyan,


_____________


Rumah sudah tampak sepi. Terlihat dari luar, beberapa lampu sudah dimatikan.


Byan sendiri bingung akan masuk atau tidak.


"Arggghhh....., masuk sajalah." Byan berjalan ke pintu utama. Dia memberanikan diri untuk memencet bel.


Ting,,,,, Tong,,,,,


Terdengar suara kunci pintu yang sedang dibuka dari dalam.


"Looohhhh, Byan??? Ayo masuk." ajak Dian. Dianlah yang membukakan pintu karena ia masih belum tidur.


"Kata Shevi kamu lagi sibuk?" lanjut Dian sambil menutup pintu setelah Byan masuk.


"Iya, Bu. Beberapa hari ini memang pekerjaan di kantor banyak banget." jawab Byan.

__ADS_1


"Memang pengantin baru, ditinggal belum genap sehari saja sudah nyusul ke sini. Sudah kangen sama istrimu ya??" goda Dian.


"Ibu bisa saja," Byan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Shevi dimana, Bu?" tanya Byan.


"Di ruang tengah. Tadi nonton televisi sama Ibu, tapi dia ketiduran. Mau Ibu bangunkan, tapi kasihan." jawab Dian.


Mereka berjalan menuju ruang tengah. Dian mendekati Shevi.


"Shev, Shev,,, bangun! Suami kamu datang," Dian menggoyang-goyangkan badan Shevi.


"Lihat! Seperti ini kalau dia sudah tidur. Kaya kebo! Susah bangunnya," ujar Dian.


"Ibu kalau sudah mengantuk, tidur saja dulu. Biar Byan yang membawa Shevi ke kamar." kata Byan.


"Ibu masuk ke kamar dulu ya??" pamit Dian sambil terus menguap, meninggalkan Byan dan Shevi.


Byan duduk di sofa yang sama dengan Shevi. Dia memandangi wajah istrinya yang sangat dirindukannya. Setelah perdebatannya dengan Shevi dua hari yang lalu, Byan tidak sedekat ini dengan Shevi.


Byan dengan pelan menggendong Shevi lalu membawanya menaiki tangga menuju kamar milik Shevi. Byan meletakkan Shevi ke atas ranjang dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun.


Byan ikut merebahkan tubuhnya di samping Shevi. Dia sangat merindukan tidur berdampingan dengan istrinya. Karena sudah dua hari ini Byan tertidur di ruang kerjanya.

__ADS_1


"Mimpi indah sayang..." ucap Byan sambil mengecup kening Shevi. Byan lalu tertidur karena saking lelahnya.


Shevi memiringkan badannya menghadap suaminya yang saat ini ia anggap guling. Karena dia tidak tahu kalau Byan menyusulnya. Shevi menggosok-gosokkan pipinya di dada bidang Byan mencari posisi yang paling nyaman.


__ADS_2