
Selama satu minggu, Byan berada di luar negeri karena ada suatu hal yang harus diselesaikannya. Akhirnya masalah itupun selesai dan dia bisa bernafas lega.
Setelah istirahat selama satu hari di rumah, Byan kembali ke rutinitas semula. Dia menceritakan semua yang di alaminya tentang Keysa kepada Revan.
"Pecat sajalah, By!!" saran Revan yang sudah muak dengan perilaku Keysa.
"Itu sudah pasti!!!" kata Byan.
"Tumben lo nggak bahas hutang budi?? Lo udah menemukan sesuatu???" tanya Revan penasaran karena melihat Byan tak seperti biasanya. Byan mengeluarkan amplop coklat dan melemparkannya ke Revan yang dengan gesit menangkapnya.
"Apa ini???" tanya Revan. Dia membuka isi amplop itu. Dikiranya bonus yang diberikan untuknya.
"Foto siapa ini???" tanya Revan lagi. Kecewa, ternyata tidak seperti apa yang dia fikirkan.
"Itu Kakaknya Keysa. Dia masih hidup. Gue bisa bebas dari Keysa." ujar Byan sangat bahagia.
"Berarti lo seminggu ini ke luar negeri, ternyata hanya sibuk mencari orang ini???" tanya Revan tak terima karena selama kepergian Byan, semua pekerjaan dipercayakan kepadanya.
"Iya. Tenang, ada bonus buat lo." jawab Byan. Mata Revan seketika berbinar mendengar kata bonus.
"Lo kaya cowok matre aja, kalau dengar uang mata lo berbinar-binar." imbuh Byan.
"Gue keluar dulu. Jadi panggil Keysa nggak, By???" tanya Revan.
"Jadi." jawab Byan singkat.
Setelah mendapat telfon dari Mia kalau dirinya disuruh menghadap Byan, Keysa sangat mencemaskan akan nasibnya. Dia berjalan perlahan menuju ruangan Byan. Sesampainya di dalam, dia menundukkan kepalanya. Keysa tidak berani bertatap muka dengan Byan mengingat apa yang telah dilakukannya.
"Duduk!!!!!!" perintah Byan dengan suara yang sedikit tinggi membuat Keysa terkejut.
"By, aku minta maaf. Aku khilaf, By. Aku sangat mencintaimu. Aku hanya ingin memilikimu." ucap Keysa menangis. Dia mencoba menjelaskan pada Byan.
Tanpa menjawab, Byan melemparkan beberapa foto ke hadapan Keysa. Setelah melihatnya, Kesya terdiam seribu bahasa. Bibirnya seakan terkunci. Dia tak mengira kalau Byan akan menyelidiki dan mengetahui kebohongannya selama ini.
"Apa yang akan kamu jelaskan????" ucap Byan.
"Sekarang aku tidak akan merasa bersalah lagi padamu. Kamu mau aku yang memecatmu secara tidak hormat, atau kamu mau mengundurkan diri????" tanya Byan lalu berdiri menghadap jendela kaca membelakangi Keysa.
"Aku juga akan membuat perhitungan dengan kakakmu!! Kalian sudah mempermainkanku selama ini. Hidupku dipenuhi rasa bersalah. Tapi ternyata aku yang terlalu bodoh. Dengan mudahnya aku mempercayainya." imbuh Byan. Dia tidak bisa menerima semua ini.
"By,,,,, tolong jangan seperti ini!!! Aku mohon...!!!! Maafkan aku. Aku mengakui kesalahanku." kata Keysa sambil menangis tersedu-sedu.
"Jangan libatkan kakakku, By. Ini semua keinginanku. Aku dibutakan oleh cinta." lanjut Keysa.
__ADS_1
"Apa kamu tidak berfikir dari semua tindakan bodohmu itu???? Kamu egois, Key!!!! Kamu hanya mementingkan dirimu sendiri!!! Cinta itu tidak bisa dipaksakan!!!!" ucap Byan lalu membalikkan badannya menghadap Keysa.
"Sekarang kamu bisa pergi. Jangan pernah muncul di hadapanku lagi!!!!" perintah Byan.
"Satu lagi!!! Kemasi barang-barangmu dan keluar dari apartemenku!" lanjut Byan.
Keysa berdiri lalu memeluk Byan dengan erat. Byan tak bisa menghindari karena itu sangat tiba-tiba.
"Key, lepaskan!!!!!!" teriak Byan. Dia memegang bahu Keysa, mencoba untuk mendorongnya. Tapi Keysa memeluknya sangat erat.
"Izinkan aku untuk memelukmu sesaat, By." pinta Keysa. Byan menghela nafasnya.
Di luar ruangan Byan,
______________
Shevi datang ke kantor Byan tanpa memberitahu terlebih dahulu. Dia ditemani oleh Reni.
"Tumben ngajak teman, Shev???" tanya Revan.
"Iya. Katanya sekalian Reni mau lihat Kak Revan." jawab Shevi. Reni menyenggol bahu Shevi yang asal bicara. Padahal Shevi yang minta ditemani.
"Langsung masuk saja, Shev." kata Revan. Shevi dan Reni berhenti di depan ruang kerja Byan.
Wajah Shevi yang tadinya ceria berubah menjadi pucat. Dadanya terasa sangat sesak. Reni menutup mulut dengan tangannya.
Melihat Shevi dan Reni tak juga masuk, Revan mendekati dua gadis itu karena rasa penasarannya. Dia juga terkejut. Tak terasa pulpen yang di pegangnya jatuh ke lantai.
Taaakkkkkkkkk.........
Byan menoleh kesumber bunyi itu. Dia tak kalah terkejut melihat siapa yang berdiri di pintu dengan tatapan yang tak bisa diungkapkan.
Tanpa mengucapkan satu katapun, Shevi langsung balik badan dan menarik tangan Reni.
"Shevi........." panggil Byan. Dia mendorong tubuh Keysa yang memeluknya. Karena dorongan Byan yang terlalu kuat membuatnya terjatuh. Byan tak memperdulikannya. Dia mengejar Shevi yang pasti salah paham dengannya.
"Byan....." teriak Keysa. Wajahnya masih terlihat sembab karena menangis. Revan datang mendekatinya.
"Heehhhhhhhh...... Dasar wanita murahan!!!! Melakukan segala hal demi mendapatkan semua keinginannya meskipun harus melakukan trik kotor. Tapi semuanya tak ada hasil!!!! Sunggguh kasihan.....!!!! Wanita sepertimu tidak akan pantas untuk mendapatkan cintanya Byan." ujar Revan lalu meninggalkan Keysa yang masih duduk di lantai.
Aku tidak terima dengan penghinaanmu ini, Revan!!!!! Kamu merendahkanku....!! Kamu yang selalu mengacaukan rencanaku. Tunggu saja perhitungan dariku....!!! Batin Keysa sambil mengepalkan tangannya.
Shevi berlari kecil menuju mobilnya. Reni masih jauh berada di belakang karena kewalahan mengejar Shevi. Setelah Reni masuk ke dalam mobil, Shevi melajukan mobilnya meninggalkan kantor Byan.
__ADS_1
Byan berhenti di depan pintu lobby. Dia melihat mobil Shevi yang telah berlalu. Mustahil untuk mengejarnya. Byan mengacak-acak rambutnya. Dia kembali ke lantai atas. Saat memasuki ruang kerjanya, ternyata Keysa belum juga pergi.
"By, maaf,,,,,,,,," kata Keysa yang belum selesai bicara tapi sudah dipotong oleh Byan.
"Kenapa belum juga pergi???" tanya Byan dengan wajah suramnya.
"Apa perlu aku panggil satpam???" imbuhnya.
Keysa akhirnya terpaksa meninggalkan Byan. Dia menuju ruangannya untuk membereskan barang-barang miliknya. Dengan terpaksa dia harus keluar dari perusahaan milik Byan. Banyak karyawan lain yang memperhatikannya.
"Ehhhh,,, dengar-dengar dia dipecat karena menggoda Bos." kata salah seorang karyawan.
"Lihat saja wajahnya yang sok kecantikan itu. Mana mungkin bos mau sama dia??!!" imbuh teman yang di sampingnya.
"Kenapa lihat-lihat????? Kalau berani ngomong langsung!!! Jangan beraninya cuma di belakang!!!" gertak Keysa pada orang-orang yang melihat dan membicarakan tentangnya.
"Lihat saja!!! Kalau aku jadi istrinya Byan, kalian yang semua akan aku pecat!!! Camkan itu...!!!" Reni mengeluarkan ancamannya.
Bukannya takut dengan ancaman Keysa, para karyawan di sana justru semakin menertawakannya.
________
Di dalam mobil terasa sangat sunyi. Reni yang dari tadi mencoba bertanya tapi tak ada jawaban sama sekali.
"Bukannya ini jalan mau ke pantai, Shev???" tanya Reni. Tapi Shevi tak menjawabnya.
Setelah sampai, Shevi menghentikan mobilnya. Dia lalu keluar dan berjalan ke pagar pembatas. Matanya menatap tajam ke lautan lepas. Angin yang bertiup membuatnya merasa tenang. Sejenak ia bisa melupakan masalahnya.
Hampir dua jam Shevi berdiri di sana. Reni yang menunggu di dalam mobil, akhirnya turun menghampiri sahabatnya.
"Shev,,,,," panggil Reni sambil menepuk pundak Shevi.
"Lo sudah terlalu lama berdiri di sini. Lihat itu, awan yang semakin gelap. Sepertinya mau turun hujan." lanjut Reni mendongakkan kepalanya menatap langit.
"Kalau lo mau pulang duluan nggak apa-apa. Gue masih mau di sini." ujar Shevi.
Hujan mulai turun tetes demi tetes. Reni berlari mencari tempat berteduh. Tak terasa air mata Shevi menetes bersamaan air hujan. Hujan yang semakin deras membasahi seluruh tubuhnya. Shevi menengadahkan wajahnya.
Reni hanya bisa menatap dan menunggu sahabatnya dari kejauhan. Dia mengusap-usap lengannya karena kedinginan.
"Pakai ini..." kata seseorang yang tiba-tiba berdiri di sampingnya sambil memberikan jas untuknya.
"Kak Revan?????? Kok tahu kalau kita ke sini???" tanya Reni setelah tahu siapa orang yang di sampingnya.
__ADS_1
"Byan yang menyuruhku. Diam-diam aku mengikuti kalian." jawab Revan.