
Shevi pulang kuliah semobil dengan Reni. Mereka berencana untuk pergi ke pantai sekedar untuk menghilangkan penat dari keramaian kota. Mereka berlarian di hamparan pasir yang berwarna coklat kehitam-hitaman tepi pantai sambil tertawa lepas. Setelah merasa lelah, mereka duduk di pasir pantai menikmati deburan ombak dan hembusan angin laut.
"Kita menunggu sunset ya, Shev??? Sayangkan kalau pulang. Cuaca mendukung banget ini Shev!!!" ucap Reni. Dia sangat berharap kalau Shevi setuju.
"Kapan-kapan lagi, Ren. Kalau nunggu sunset kelamaan. Ini baru jam tiga sore." tolak Shevi. Reni sedikit kecewa karena Shevi tidak setuju.
"Aku mohon, Sheeevvv...." pinta Reni dengan wajah memelasnya. Shevi yang melihat wajah sahabatnya menjadi tak tega. Akhirnya diapun setuju.
"Iya,,,, iya..!!! Tapi muka lo jangan seperti itu." ujar Shevi.
"Aaaahhhhhh,,,,, lo memang sahabat terbaik gue, Shev!!!" ucap Reni sambil merangkul Shevi karena saking girangnya.
"Drrrttttt,,,,,, drrrrttttttt,,, drrttttt" ponsel Shevi bergetar.
"Shevi: Halo, Kak. Ada apa??"
"Byan: Enggak apa-apa. Cuma kangen saja. Kamu dimana sekarang???"
"Shevi: Di pantai, Kak."
"Byan: Dengan siapa??? Tidak sama cowok lainkan??"
"Shevi: Ihhhhh,,,,, mulai cemburuan!!!! Sama Renilah....! Kak Byan lagi apa?"
"Byan: Ini lagi mau pulang. Baru saja selesai meeting yang."
"Shevi: Kak, sudah dulu ya. Kita lanjut nanti lagi."
Tanpa memunggu jawaban dari Byan, Shevi langsung mematikan ponselnya. Itu membuat Byan menjadi kesal.
"Van, kita ke pantai sekarang!!!" perintah Byan. Dia hendak menyusul Shevi.
"Ke pantai mau apa???" tanya Revan yang merasa heran dengan kemauan Byan yang tiba-tiba mengajaknya ke pantai.
"Mau nyeburin lo ke laut!!! Ya mau menyusul Shevilah. Gue penasaran, selain dengan Reni, dia mengajak siapa lagi. Soalnya, tadi waktu aku menelfonnya, dia buru-buru mematikan ponselnya." jawab Byan.
"Memangnya lo tahu Shevi di pantai mana??? Pantai di kota ini banyak, By!!! Kalau kita menyusuri satu per satu, sampai subuh juga nggak bakal selesai." ujar Revan.
"Ke pantai X." Byan memberitahu Revan.
"Kok lo bisa tahu???" tanya Revan.
"Pakai gps dong, Van!!!!" jawab Byan. Revan melajukan mobilnya ke pantai yang Byan maksud.
Sesampai di sana, Byan tidak langsung menghampiri Shevi. Dia memilih mengamati dari kejauhan. Dilihatnya Shevi yang sedang berjalan menyusuri pantai.
"Itu, lo lihat!! Shevi hanya sama Reni. Lo terlalu curigaan deh....!" ucap Revan sambil jari telunjuknya mengarah pada Shevi dan Reni.
__ADS_1
"Yang penting gue bisa lihat Shevi secara langsung..!!" ujar Byan yang menatap Shevi tanpa berkedip sambil menyeruput es kelapa muda yang di pesannya.
"By, gue mau tanya nih! Tapi lo jangan marah. Seandainya yang menggoda lo bukan Keysa, melainkan Shevi, gimana???" tanya Revan yang kurang kerjaan membuat pertanyaan konyolnya.
"Tidak usah fikir panjang. Langsung gue terkam. Lagian juga lebih berisi Shevi. Hahahahaaa......" Byan tertawa lepas. Pikirannya melayang membayangkan apa yang ditanyakan Revan. Seandainya itu Shevi, entah apa yang akan terjadi.
Revan yang menatap laut lepas, memalingkan kepalanya menatap Byan. Terlihat sahabatnya yang melamun sambil senyum-senyum sendiri.
"Yaaahhh,,,, benar-benar dibayangkan sama dia. Kelihatannya saja pendiam, tapi ternyata otaknya mesum!!!" ucap Revan. Tangannya melambai-lambai di depan wajah Byan yang membuat sahabatnya tersadar.
"Makanya, cepat-cepat dihalalin. Jangan kebanyakan membayangkan yang jorok-jorok. Kalau udah nikahkan bisa langsung praktek." kata Revan.
"Apaan sih lo????" sahut Byan.
"Kita ke sana Van." Byan mengajak Revan menghampiri Shevi dan Reni yang sedang duduk menunggu sunset.
Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan Shevi, dia berjalan mengendap-endap. Reni tidak sengaja menoleh ke belakang. Byan meletakkan jari telunjuk dihidungnya yang mancung. Dia mengisyaratkan pada Reni untuk diam. Saat berada tepat di belakang Shevi, Byan menutup kedua mata Shevi dengan tangannya.
Shevi yang kaget langsung berdiri. Dia meraba tangan yang menutupi matanya.
"Siapa sih??? Jangan bercanda deh!!!" tanya Shevi.
"Ren,,,,,," panggil Shevi. Karena tidak ada sahutan dari Reni, seketika Shevi melayangkan tonjokan menggunakan sikunya ke perut Byan karena refleks membela diri.
"Aaawwwwww,,,,," Byan melepaskan tangannya yang menutupi mata Shevi lalu merintih kesakitan sambil memegangi perutnya. Revan tertawa cekikikan melihat Byan.
"Sakitlah yang....!!!" jawab Byan.
"Lo sih Shev, pakai tenaga nonjoknya." kata Reni yang kasihan melihat Byan.
"Ya maaf..! Habisnya Kak Byan pakai acara menutup mataku segala. Gue kirakan penjahat atau apa. Ya, gue mencoba membela diri." ujar Shevi.
"Masih sakit???" tanya Shevi sambil mengelus-elus perut Byan.
"Iya...." jawab Byan.
"Itu cuma akal-akalan Byan, Shev!!! Dia cuma pengin kamu perhatikan. Tonjok lagi aja, Shev!! Gue sebagai sahabatnya ikhlas kok." ujar Revan.
"Kok kalian tahu kalau kami di pantai ini?" tanya Reni.
"Kemanapun Shevi pergi, aku pasti tahu." jawab Byan.
"Bahaya Shev! Lo nggak bakalan bisa macam-macam." ujar Reni. Shevi seketika mengedip-ngedipkan matanya.
"Di belakangku kamu berani macam-macam, yang??" tanya Byan.
"Enggak!!! Tadi Reni hanya bercanda. Jangan dianggap serius." jawab Shevi.
__ADS_1
"Hmmmmm posesifnya kumat!!!" kata Revan. Reni yang mendengarnya baru tahu kalau ternyata Byan sangat posesif. Dia merutuki dirinya sendiri karena asal bicara.
"Kak Byan, aku tadi hanya bercanda kok. Shevi itu tipe cewek setia." ucap Reni.
"Duduk Kak." Shevi menyuruh Byan untuk duduk.
Sambil mengelus perut Byan, diam-diam Shevi memperhatikan Byan yang menurutnya sangat keren kalau memakai kemeja putih yang dia gulung sampai lengan.
Karena mendapat kode dari Byan, Revan mengajak Reni untuk meninggalkan Byan dan Shevi. Mereka berjalan menjauh dari Byan.
"Kita mau kemana, Kak?" tanya Reni.
"Cari tempat lain. Kita beri kesempatan untuk mereka." jawab Revan. Reni yang paham akhirnya mengikuti Revan.
Shevi masih terpana memandang Byan. Byan hanya tersenyum melihat tunangannya yang terus menatapnya.
"Mau lihat sunset, apa mau terus menatapku?" tanya Byan yang membuat Shevi kaget.
"Ya sunsetlah..." jawab Shevi dengan malu-malu.
Senja pun tiba dengan menyuguhkan panorama langit berwarna jingga yang membuat takjub siapapun yang melihatnya. Garis-garis langit yang terbentuk oleh lika-liku awan semakin memberikan variasi warna jingga yang sangat indah. Cahaya yang menyelinap di sela awan pun menampilkan pesona yang luar biasa. Perlahan, matahari mulai tenggelam. Dalam hitungan menit, penerangan bumi ini pun seakan pamit dan membenamkan dirinya di hamparan lautan lepas. Langit perlahan berubah menjadi gelap.
"Indah,,,,, sangat, sangat indah." ucap Shevi.
"Kamu sering ke sini??" tanya Byan.
"Dulu sering sama Reni. Tapi sekarang jarang banget." jawab Shevi.
"Jangan pernah mengkhianatiku, yang!!!" kata Byan teringat ucapan Reni tadi yang membuat hatinya sedikit gundah. Kata-kata Byan seketika membuat Shevi menoleh ke arahnya.
"Kak, aku bukanlah tipe cewek yang mudah jatuh cinta dengan laki-laki lain. Jadi tenang saja. Apalagi kita sudah terikat. Satu untuk selamanya." ucap Shevi yang membuat hati Byan menjadi tenang.
"Janji?????" tanya Byan.
"Janji." jawab Shevi. Byan merangkul Shevi dan menyandarkan kepala Shevi ke pundaknya.
"Tapi bagaimana dengan Keysa?? Karang yang terkena deburan ombak, lama-lama terkikis. Sama seperti Kak Byan, karena sering dekat dengan dia, lama-lama juga akan timbul rasa cinta." ujar Shevi.
"Kalau aku cinta, sudah dari dulu kali, yang...!! Hatiku sudah terisi kamu selamanya. Tidak ada yang bisa menggantikannya." ucap Byan tegas. Shevi tersenyum puas mendengarnya.
.
.
.
Jangan lupa like, coment&votenya teman....😉😉😉😉
__ADS_1