
Rumah Shevi,
____________
Shevi masih berada di dalam kamarnya. Dia saat ini sedang di rias. Wajahnya yang sudah cantik, ditambah polesan makeup membuatnya semakin memancarkan aura kecantikannya.
Reni juga berada di sana. Reni yang sudah selesai berdandan, tak lupa untuk mengabadikan moment sahabatnya yang sedang dirias itu menggunakan kamera yang ia bawa.
"Lo cantik, Shev....! Auramu benar-benar terpancar." puji Reni pada sahabatnya yang tampak anggun memakai kebaya putih.
"Baru sadar kalau gue cantik????? Kemana aja lo?????" tanya Shevi dengan tingkat percayaan dirinya yang tinggi.
"Awasssss, kepala lo mulai membesar.....!!! Narsis banget!" gerutu Reni.
____
Rombongan mempelai pria telah tiba. Byan turun dari mobil dan didampingi oleh kedua orang tua Revan. Meraka mewakili orang tua Byan yang sudah meninggal. Revan, Mia dan lainnya berjajar di belakang Byan membawa seserahan. Mereka berjalan beriringan memasuki rumah Shevi yang telah didekor dengan nuansa warna putih dan dipenuhi dengan hiasan mawar putih.
Setelah para rombongan dipersilahkan duduk, Dian naik ke lantai atas untuk melihat putrinya. Karena dari tadi memang dia belum sempat melihat Shevi.
"Waaahhhhhh,,,, anak Ibu cantik banget...." puji Dian.
"Tan, jangan dipuji terus. Nanti kepalanya semakin besar." sahut Reni. Dian tertawa sambil mengelus lengan Reni. Dia lalu brrjalan mendekati Shevi.
"Mbak, sudah selesaikan??? Soalnya, pengantin laki-laki sudah datang." tanya Dian pada Mbak yang merias Shevi.
"Sudah, Bu." jawab Mbaknya.
"Ayo buruan, kita turun. Sudah ditunggu sama penghulunya. Kalau kemu kelamaan, Pak penghulu keburu pindah ke tempat lain. Kamu nggak jadi nikah dong........??!" ujar Dian yang tak mau kalah dengan Reni untuk menggoda putrinya.
"Bau-bau persekongkolan untuk meledekku...??!" sindir Shevi.
"Kamu gugup tidak, Shev???" tanya Dian.
__ADS_1
"Banget Tante. Lihat saja jantung Shevi berdetaknya sampai mau keluar." Reni tak henti-hentinya meledek Shevi.
"Awas aja, lo!!! Kalau lo nikah nanti, gue acak-acak riasan lo!!!" ancam Shevi.
"Uuuuppssss, kapan mau nikahnya????? Pacar aja nggak punya. Hahahaaaaa...." Shevi balas meledek sahabatnya itu.
"Tante, itu Shevi jahat banget...." Reni mengadu pada Dian.
"Sudah,,, sudah....!!! Kalian ini ribut terus. Ayo cepat...!!!" kata Dian.
Mereka lalu keluar dari kamar. Shevi diapit oleh Ibunya dan Reni menuruni tangga. Semua mata tertuju padanya. Tak terkecuali, Byan. Dia sangat terpukau dengan kecantikan Shevi yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya.
Revan pun tak ketinggalan, dia terus memandangi Reni yang anggun memakai kebaya warna mint. Mia yang duduk di samping Revan memperhatikan temannya itu. Mia mengibas-ibaskankan tangannya di depan wajah Revan.
"Kedip, Van. Ilermu itu dilap pakai tisue gih....!!!" Mia menggoda Revan sambil mengulurkan tisue tapi ditangkis oleh Revan.
"Kalau ada rasa, gerak cepat!!! Keburu ditikung orang baru tahu rasa." imbuh Mia. Revan tak menggubrisnya, dia masih tetap memandang Reni.
Byan sudah duduk di kursi yang di depannya adalah penghulu dan Haris yang tak lain adalah pamannya Shevi. Karena papanya sudah meninggal, yang menjadi wali adalah adik kandung dari papanya. Sedangkan di sisi kanan dan kirinya adalah Kakek Sofyan dan Papanya Revan sebagai saksi.
Menurutnya, melafalkan ijab qabul merupakan momen yang sakral sekaligus momen yang sangat mendebarkan. Ada ketakutan dalam dirinya kalau saat melafalkan nanti tidak lancar atau salah dalam pengucapan.
Karena kedua mempelai sudah ada, acara ijab akan segera dimulai. Haris mengulurkan tangannya pada Byan. Byan pun menggenggam tangan pamannya Shevi. Suasana berubah menjadi sunyi saat akad akan dimulai.
"Tanganmu dingin sekali. Jangan terlalu gugup." kata Haris pada Byan.
"Bisa dimulai." ucap penghulu.
"Saudara Abyan Merva Saputra Bin Satya Merva. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Shevi Hanin Atmaja Binti Rizal Hermawan dengan mas kawin perhiasan emas, tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Shevi Hanin Atmaja Binti Rizal Hermawan dengan mas kawin yang tersebut diatas, tunai!!!" Byan mengucapkannya dengan lantang dan sangat lancar.
"Bagaimana, saksi???? Sah....????" tanya penghulu.
__ADS_1
"SAAAAHHHHHHH....." jawab semua yang hadir dengan serentak. Byan pun merasa lega.
"Mantap banget, By...!!! Udah halal nih....!!! Tinggal belah durennya!!" teriak Revan yang disambut gelak tawa semua orang. Revan mendapat cubitan dari Mamanya.
Sofyan terharu dan tak terasa air mata menetes dipipinya. Dia lalu memeluk cucu satu-satunya itu. Dian juga tak kuasa menahan air mata bahagianya. Dian menciumi pipi putrinya.
"Bu, hentikan..!!! Makeup Shevi luntur..." ujar Shevi.
Byan dan Shevi saling bertukar cincin, lalu Shevi mencium tangan Byan yang sekarang ini sudah menjadi suaminya. Begitupun Byan yang mencium kening istrinya. Raut wajah bahagia terpancar jelas dari keduanya. Setelah selesai, Byan dan Shevi mendapatkan buku nikah.
Byan dan Shevi mendapat ucapan selamat dari para kerabatnya.
________
Mereka bersiap untuk acara selanjutnya. Byan telah menyewa grand ballroom disalah satu hotel bintang lima untuk acara resepsinya.
Shevi berada di dalam kamar bersama Reni. Dia dibantu Reni memakai gaunnya. Byan diam-diam masuk ke dalam kamar tanpa sepengetahuan Shevi. Dia menyuruh Reni keluar.
"Ren, tolong ini resletingnya. Tanganku nggak sampai." kata Shevi pada Reni. Padahal Reni sudah keluar. Dan yang sekarang ada di belakangnya adalah Byan.
Byan menaikkan resleting sesuai permintaan Shevi. Byan dengan usil mencium tengkuk istrinya yang membuat Shevi menjadi merinding karena geli.
"Kak Byan?????" kaya Shevi setelah membalikkan badannya.
"Jangan macam-macam ya!!!!!" Shevi memperingatkan Byan.
"Memangnya kenapa??? Kita sudah sah menjadi pasangan suami istri." goda Byan yang semakin mendekatkan tubuhnya. Tangannya memegang dagu istrinya.
Pintu kamar tiba-tiba terbuka. Dian masuk ke dalam.
"Dasar anak muda! Sudah tidak sabaran ya???" goda Dian.
"Ayo, kita berangkat sekarang." ajak Dian.
__ADS_1
Mobil sudah berjajar rapi di depan rumah Sofyan. Byan dan Shevi berada di mobil paling depan yang sudah dihiasi dengan bunga. Setelah semuanya siap, semua rombongan berangkat menuju hotel.