Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
70. Ep 70


__ADS_3

Revan merasa heran dengan sikap Reni yang tiba-tiba langsung pamit setelah dirinya datang.


"Reni kenapa??" tanya Revan pada Byan.


"Gue nggak tahu..." jawab Byan.


"Yang, Reni kenapa sih??? Kok nggak seperti biasanya???" tanya Byan. Shevi hanya menaikkan kedua bahunya. Dia tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya.


"By, gue mampir ke sini cuma mau minta tanda tangan lo!" kata Revan sambil mengeluarkan beberapa berkas. Byan lalu menanda tanganinya.


"By, gue tadi ketemu sama Ajeng." kata Revan.


"Ajeng yang pernah lo ceritain dulu? Cewek yang lo taksir??" tanya Byan.


"Iya. Tapi itu dulu...!! Sekarang udah beda..." jawab Revan.


"Ya udah, gue ke kantor dulu! Lo nikmatin waktu untuk berduaan." lanjut Revan sambil memberesi berkas yang sudah ditanda tangani oleh Byan.


"Oiyaaa, By. Berapa lama itu perkutut lo dianggurin???" bisik Revan menggoda Byan.


"Sialan lo, Van!!!! Cepat pergi lo...!!!" usir Byan yang merasa kesal dengan sahabatnya.


Revan keluar dari kamar Shevi dengan masih menahan tawanya. Tapi dia belum merasa puas untuk mengejek Byan. Revan berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju parkiran. Setelah sampai, dia melihat Reni yang bersandar di mobil. Karena jarak yang tak begitu jauh, Revan memanggil Reni.


"Ren,,,,," panggil Revan. Reni menoleh ke arah Revan. Bukannya menjawab, Reni justru langsung masuk ke dalam mobil dan melajukannya perlahan meninggalkan Revan yang heran dengan sikap Reni itu.


"Itu anak kenapa??? Seperti lihat hantu saja!! Gue panggil, palah langsung kabur!!! Tapi sepertinya dia menghindar dari gue??? Salah gue apa???" gumam Revan lalu masuk ke dalam mobilnya.


Kamar Shevi,


___________


Dengan sangat telaten, Byan menyuapi Shevi. Di saat yang bersamaan, Dian datang membawa sarapan pagi untuk sang menantu.


"By, biar Ibu yang melanjutkan menyuapi Shevi. Kamu sarapan dulu sana!" ucap Dian sambil berjalan mendekat lalu mengambil sendok dan mangkuk yang dipegang Byan.


"Iya, Kak. Kamu makan saja dulu! Biar Ibu yang menyuapiku..." kata Shevi.

__ADS_1


"Baik, Bu...." Byan lalu duduk di sofa dan membuka makanan yang dibawakan Ibu mertuanya. Dia dengan lahap memakannya.


Sekarang gantian Dian yang menyuapi putrinya. Terdengar suara pintu diketok dari luar. Perawat pun masuk setelah diperbolehkan oleh Dian.


"Maaf Mbak Shevi, badannya saya pel dulu ya???" kata perawat itu.


"Biar saya saja, Sus...." sahut Byan yang dengan semangatnya menawarkan diri.


"Apaan sih???? Nggak,,,,, nggak....!!!!! Biar Ibu atau perawat saja!!!!" tolak Shevi yang merasa ngeri dengan tawaran suaminya. Dia tak bisa membayangkan kalau itu terjadi.


"Ayolah, yang..!!! Akukan suamimu..!!!!" kata Byan memohon pada Shevi.


"Sekali enggak, tetap enggak!!!!!" Shevi tetap menolaknya. Dian hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putri dan menantunya itu. Perawat yang masih berdiri di sana juga menahan tawanya melihat pasangan suami istri itu.


"Sudah....!!! Malu sama perawatnya.....!!! Biar Ibu saja." Dian menengahi yang menurut Byan itu tak adil baginya.


"Biar saya saja tidak apa-apa, Sus." kata Dian pada perawat.


"Iya, Bu. Kalau begitu saya keluar dulu." ucap perawat itu lalu keluar.


Shevi melihat Byan yang masih berdiri di sampingnya.


"Kalau nggak keluar ya sudah, aku nggak jadi dipel saja!!" kata Shevi.


Byan mengalah. Dia hanya menurut dan keluar. Padahal di dalam pikirannya, itu adalah kesempatan yang ditunggu-tunggu agar bisa melihat tubuh mulus istrinya.


Byan duduk di kursi sambil menunggu Shevi selesai. Sudah beberapa saat, tapi Dian belum menyuruhnya masuk lagi. Byan duduk menundukkan kepalanya sambil mengotak-atik ponsel.


Tanpa ia sadari, ada orang yang berdiri tepat di depannya. Byan mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang ada di depannya. Byan lalu berdiri dan menatap tajam orang itu.


"Alvin....!!!! Ngapain lo ke sini??? Gue fikir, lo memang sudah mati." sindir Byan.


"By, gue sebagai kakak mewakili Keysa untuk minta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah diperbuat adik gue!!! Gue sendiri juga minta maaf karena membohongi lo!!! Itu semua keinginan Keysa, By. Lo tau sendiri, gue sayang sama Keysa. Jadi gue nggak bisa menolak keinginan adik gue." kata Alvin.Byan menyilangkan kedua tangannya menghadap Alvin. Dia tak mau tahu dengan semua penjelasan dari Alvin.


"Lalu????? Lo pikir gue bisa dengan mudahnya untuk memaafkan, setelah apa yang kalian lakukan????" ucap Byan.


"Kalau soal kalian membohongi gue, itu nggak gue permasalahkan. Tapi Keysa sudah mencoba membunuh istri gue!!! Gue, enngak akan tinggal diam!!" imbuh Byan.

__ADS_1


"By, gue mohon. Maafkan Keysa!!! Tolong bebaskan dia. Masa depannya masih panjang! Tidak seharusnya dia mendekam di balik jeruji besi. Gue janji, setelah Keysa keluar, dia akan gue bawa ke luar negeri dan tidak akan mengganggu lo lagi!!" Alvin tak henti-hentinya memohon pada Byan.


Bukannya menjawab, Byan palah melayangkan pukulan ke wajah Alvin. Dia tak terima dengan ucapan Alvin yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Alvin tersungkur ke lantai setelah terkena tinju dari Byan.


"Apa lo nggak punya hati???? Bisa-bisanya lo menganggap enteng masalah ini????" ujar Byan tak terima. Byan mendekati Alvin dan menghajarnya dengan membabi-buta.


________


Karena mendengar ribut-ribut di luar, Dian keluar dan melihat Byan yang memukuli orang yang tak dikenalnya. Dian kembali masuk dan memberitahu Shevi.


"Shev,,,,, Shev!!! Itu,,,,,,, itu......" Dian bicara gagap karena terlalu paniknya.


"Kenapa, Bu??? Ibu tenang dulu, baru bicara." kata Shevi. Dian lalu menarik nafasnya dalam.


"Itu, Byan mukulin orang di luar." ucap Dian.


Shevi meraih botol infusnya lalu turun dari ranjang sambil memegangi perutnya. Dia berjalan keluar dari kamarnya.


"Kak Byan, stop....!!!!" teriak Shevi. Karena Byan sudah tersulut emosi, dia tak mendengar Shevi memanggilnya.


Shevi mendekati Byan dan menggenggam lengan suaminya yang hendak memukul Alvin lagi. Byan melihat sebuah tangan masih ada jarum infus dan selang yang direkatkan di pergelangan tangan. Dia lalu melihat ke atas, yang ternyata itu adalah istrinya.


"Berhenti.....!!!! Aku mohon berhenti!!!!" kata Shevi lirih. Byan lalu berdiri dan memeluk istrinya.


"Kamu kenapa keluar???" tanya Byan sambil.menciumi kepala Shevi.


"Kalau aku nggak keluar, bisa-bisa dia maninggal karena kami pukuli." ujar Shevi.


"Bu, tolong bawa dia agar diobati ya???" pinta Shevi pada Ibunya.


"Iya. Ibu tinggal sebentar ya, Shev." kata Dian. Dia membantu Alvin berdiri.


"By, gue menerima semua pukulanmu ini sebagai ganti karena gue udah bohongin lo!!! Tapi gue harap lo pertimbangkan permintaan gue tadi." ucap Alvin. Byan hendak maju memukul Alvin lagi, tapi dicegah oleh Shevi.


"Sudah, Kak!!! Sudah........!!!" kata Shevi yang berada di dalam pelukan suaminya. Alvin lalu dibawa Dian ke UGD supaya mendapat perawatan.


Byan masih berdiri memeluk istrinya. Shevi sebenarnya ingin sekali bertanya. Tapi ini bukan waktu yang tepat menurutnya.

__ADS_1


"Ayo masuk....!" ajak Byan lalu menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar rawat inap.


__ADS_2