
Hari ini, Shevi dan Reni janjian berangkat kuliah bersama. Shevi menunggu Reni yang belum juga sampai di rumahnya. Padahal waktu sudah sangat mepet. Shevi bolak-balik keluar masuk rumah sambil memandangi jam yang melingkar di tangannya.
"Kok belum berangkat sayang?? Lihat itu sudah jam berapa! Kamu nunggu siapa??" tanya Ibunya yang melihat Shevi belum berangkat.
"Nunggu Reni, Bu. Katanya mau jemput. Tapi jam segini belum sampai, Bu." jawab Shevi lalu duduk di sofa ruang tamu. Dia capek sendiri berjalan bolak-balik keluar masuk rumahnya.
"Mungkin macet nak. Ibu kira kamu menunggu Byan, ternyata nunggu Reni???" tanya Dian.
Shevi berlari kecil keluar rumahnya setelah mendengar suara mobil yang berhenti dihalaman.
"Ren, kita bisa telat ini!!!. Kamu lelet banget bawa mobilnya." Shevi mengomeli Reni yang baru saja turun dari mobil.
"Sory Shev, tadi gue bangun agak kesiangan.." ujar Reni.
"Kalau kita berangkatnya pakai mobil, udah pasti telat. Jalanan pasti macet banget..!!!" ucap Shevi.
"Gue punya ide Shev!! Kita pakai motor aja gimana??? Kalau pakai motorkan bisa lebih cepat Shev. Kita bisa mengejar waktu!!" kata Reni. Shevi berfikir dengan ide Reni yang menurutnya bagus juga.
"Ok. Gue setuju...!" Shevi menuju garasi dan mengeluarkan motor maticnya. Tak lupa dia memakai helm demi keamanan.
"Ini pakai helmnya." Shevi memberikan Reni helm dan menyuruh memakainya.
"Jangan banyak mikir!!! Cepetan pakai atau kita benar-benar akan telat???" tanya Shevi yang melihat Reni ragu-ragu untuk memakai helm.
"Iya... Iya....." Reni pun memakai helm dan naik ke atas motor. Mereka akhirnya berangkat kuliah berboncengan menaiki motor matic milik Shevi.
"Shev, pelan-pelan dong!! Rambut gue berantakan ini." kata Reni yang sedikit takut karena Shevi melajukan motornya agak ngebut.
"Udah lo diam aja. Tinggal bonceng, rempong banget!!!" ucap Shevi.
Shevi dengan gesit menyalip kendaraan di depannya. Reni pun dibuat jantungan. Dia pegangan di pinggang Shevi sangat erat.
"Shev, ingat lo bawa anak orang..!!! Hati-hati bawa motornya." ucap Reni.
__ADS_1
"Berisik..!!! Mendingan lo diam aja, supaya gue bisa konsentrasi." kata Shevi.
Saat berhenti di lampu merah, sempat-sempatnya Reni menyisiri rambutnya.
"Ren, jangan buat gue malu. Itu lo lihat, banyak orang yang melihat ke arah kita." ucap Shevi.
Tepat di samping motor Shevi, berhenti sebuah mobil. Shevi tidak bisa melihat ke dalam mobil karena kaca film mobil itu yang gelap. Shevi dengan percaya dirinya mengaca dan membenahkan penampilannya.
Pemilik mobil itu melihat ke orang yang sedang mengaca di mobilnya.
"Bukannya ini tunangan Byan???" Keysa melihat Shevi dari dalam mobil.
"Di hari pertama gue kerja, beruntung banget bisa bertemu wanita sialan ini yang merebut Byan dariku!!!" geram Keysa.
"Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu..!!!" ancam Keysa dengan senyum menyeringai.
Shevi menarik gas sepeda motornya saat lampu lalu lintas berganti warna hijau. Begitupun Keysa yang diam-diam mengikuti Shevi dari belakang. Dia agak menjauh, supaya Shevi tidak curiga.
Shevi memang sengaja mencari jalan yang agak sepi untuk menghindari kemacetan. Justru ini yang diharapkan Keysa untuk melancarkan aksinya. Keysa memastikan tidak ada kendaraan satupun yang ada di belakangnya. Keysa menginjak gas kemudian memepet motor Shevi.
Keysa menghentikan mobilnya tak jauh dari jatuhnya Shevi dan Reni. Dia melihat ke belakang kemudian tertawa setelah melihat rencananya berhasil.
"Aawwwwww....." rintih Shevi kesakitan. Dia melihat mobil yang menyerempetnya berhenti. Dengan sudah payah, Shevi mencoba berdiri dan berjalan ke tepi jalan.
"Ini belum seberapa. Aku bisa melakukan lebih dari ini..!!!!" Keysa mengeluarkan ancamannya.
"Dasar...!!! Dia berhenti tapi tidak keluar menolong atau tanggung jawab." gerutu Shevi. Shevi mencari-cari sesuatu di sekitarnya. Dia mengambil batu yang agak besar. Shevi melempar batu itu dengan kencang ke mobil yang menyerempetnya.
Saat Keysa akan melajukan mobilnya.
"Brruuuaaaaaaggkkkkkkkk........!!!!!!!!" terdengar suara di belakang mobilnya. Keysa melihat kaca mobil bagian belakang retak.
"Kurang ajar..!!! Besar juga nyalinya..!!!" ucap Keysa kesal. Dia segera meninggalkan tempat itu supaya tidak ketahuan.
__ADS_1
"Tepat sasaran....!!!!! Rasain...!!! Itu pembalasan dari gue..!!!" ujar Shevi. Dengan berjalan sedikit pincang, Shevi menghampiri Reni. Beberapa orang mulai datang dan membantu mereka.
"Shev, kamu nggak apa-apa kan??" tanya Reni khawatir.
"Tenang aja. Cuma lecet-lecet..!! Kaki kamu gimana??" Shevi balik bertanya.
"Agak sakit sih...! Mungkin karena tertindih motor.." jawab Reni.
"Mbak, mendingan ke klinik dulu. Supaya lukanya diobati di sana. Itu di depan ada klinik. Mari saya antar." ucap salah satu orang yang menolong mereka.
Tanpa mereka tahu, ternyata Revan melihat kejadian itu. Bukannya tidak mau menolong. Tapi Revan buru-buru mengejar mobil itu karena penasaran siapa pelakunya.
Sesampainya di perusahaan milik Byan, Keysa memarkirkan mobilnya di samping mobil Byan.
"Mobilmu kenapa Key?" tanya Byan yang melihat kaca belakang mobil Keysa retak.
"Itu tadi ada cewek gila yang melempar batu ke mobil gue." jawab Keysa.
"Bukannya yang gila itu orang yang menyerempet motor tadi dengan sengaja???" sahut Revan yang baru saja datang. Dia jadi tahu kalau yang mencelakai Shevi adalah Keysa.
"Maksud lo apa Van???" tanya Byan.
"Tanya aja sama dia." jawab Revan sambil menunjuk Keysa.
Jangan-jangan Revan tahu lagi... Batin Keysa
"By, aku masuk dulu. Ini hari pertamaku kerja. Tidak enak kalau telat." pamit Keysa. Dia hanya menghindari Byan dari pertanyaan.yang akan Byan tanyakan padanya.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, coment&votenya.....