Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
24. Ep 24


__ADS_3

Rumah Shevi,


____________


Sesampai di rumah, Shevi memasukkan mobilnya ke garasi. Dan dilihatnya mobil Reni terparkir di halaman rumahnya. Shevi segera masuk menemui sahabatnya.


"Ini anak kalau datang seenaknya aja. Nggak pernah ngasih kabar dulu. Iya kalau gue di rumah. Kalau nggak gimana coba??" gumamnya sambil celingak-celinguk di dalam rumahnya mencari keberadaan Reni.


Shevi ke atas mencari Reni di kamarnya. Karena biasanya Reni selalu menunggunya di kamar. Di bukanya pintu kamar, tapi tak ada Reni di sana. Shevi menaruh tasnya di sofa kamar. Kemudian dia kembali ke bawah dan ditemuinya Mbok Ami yang sedang bersih-bersih.


"Mbok lihat Reni nggak?" tanya Shevi


"Ada di belakang sama Ibu mbak." jawab Mbok Ami


"Oohhhh. Makasih mbok" ucap Shevi lalu melangkahkan kakinya ke halaman belakang. Dilihatnya Reni sedang menemani Ibunya bersantai di gazebo dekat kolam renang.



Shevi menghampiri Ibunya dan Reni dan langsung ikut duduk di sana. Dian dan Reni menghentikan obrolannya. Mereka melihat Shevi yang kelihatannya lelah sekali.


"Kok lama banget nak?? nggak nyasar kan?? Atau..... keasikan ngobrol berdua jadi lupa waktu yaaa...????" tanya Ibunya yang penasaran dengan rencananya berhasil atau tidak.


"Ya nggaklah Bu,,,,, memangnya Shevi anak kecil sampai-sampai nyasar. Nggak ketemu Bu. Shevi sampai lumutan nunggunya. Sampai jam makan siang selesai, dia nggak juga keluar Bu. Apa dia gila kerja????" jawab Shevi sambil menyedekapkan kedua tangannya di dada.


"Ya ampun sayang.... kenapa kamu tidak langsung ke ruangan Byan saja????" tanya Ibunya lagi.


"Nggak dibolehin Bu. Harus ada janji dulu. Sok sibuk banget kan itu orang." jawab Shevi memperlihatkan wajah kesalnya.


"Kamu pasti tidak telfon Byan dulu kan? Itu salah kamu sendiri. Terus makanannya gimana?" tanya ibunya


"Aku titipin aja ke receptionist." jawab Shevi

__ADS_1


"Iiihhhhh kamu ini yaaaa....!!! Ya sudah. Ibu masuk dulu." ucap Ibunya merasa heran dengan putrinya itu. Dian meninggalkan Shevi dan Reni di sana. Memberikan kesempatan mereka berdua untuk saling berbincang.


"Gue cari-cari ternyata lo di sini Ren.." ucap Shevi.


"Iyaaa. Dari pada bosan nunggu lo di kamar, mendingan di sini temenin Tante." jawab Reni


Shevi hanya diam menatap kosong ke kolam renang. Reni yang memperhatikannya lalu menyenggol bahu Shevi menggunakan bahunya.


"Ngapain diam aja?? Ciiieeee... calon istri idaman. Bela-belain nganter makan siang buat bebeb Byan......" goda Reni lalu menyerongkan duduknya menghadap Shevi.


"Jangan asal lo..!!!! Ini itu ulah Ibu gue. Lo kaya nggak tahu Ibu gue aja. Gue lagi kesel banget Ren. Lo tahu nggak, gue nunggu sampai jamuran. Udah duduk sendiri kaya orang hilang gue Ren. Kalau bukan di suruh Ibu, nggak bakal mau gue!!!" ujar Shevi


Mbok Ami berjalan membawa minum untuk Shevi lalu meletakkannya di meja.


"Ini mbak Shevi minumnya" kata mbok Ami yang langsung pergi meninggalkan mereka.


"Makasih Mbok..." balas Shevi lalu meminum jus yang dibawakan mbok Ami tadi.


"Awas lo ya Ren......!!!" Shevi mengejar Reni. Terlihat aksi kejar-kejaran di pinggir kolam renang. Kemudian terdengar suara...


"BYUUUUURRRR......!!!!!!!" mereka berdua tercebur bersama ke dalam kolam renang. Itu karena ulah Shevi yang iseng mendorong Reni, tapi Reni pun berhasil menyeret tangan Shevi. Sehingga mereka sama-sama terjun ke kolam renang.


"Sheviiii........ lihat ulah lo. Gue nggak bawa baju ganti." teriak Reni...


Dian yang mendengar suara gaduh dari halaman belakang, lalu berniat melihatnya karena penasaran dengan apa yang dilakukan dua sahabat itu.


Dian menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua gadis itu.


"Kalian ini seperti anak kecil saja.." ucap Dian lalu berjalan masuk hendak mengambilkan handuk untuk putrinya dan Reni.


Shevi dan Reni naik dan duduk di pinggiran kolam. Dian datang membawakan handuk untuk mereka.

__ADS_1


"Cepat masuk ke dalam dan mandi.." suruh Dian sambil menyerahkan handuk yang dibawanya.


Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam rumah.


"Lo mandi di kamar gue Ren. Pakai baju gue aja, lo pilih sendiri ya. Gue mau mandi ke kamar mandi Ibu dulu." ujar Shevi lalu masuk ke dalam kamar Ibunya yang ada di lantai bawah. Reni naik ke lantai atas menuju kamar Shevi.


Selesai mandi, Shevi menyusul Reni ke kamarnya. Di dalam kamar, Shevi mengambil tasnya dan mengecek ponselnya. Dilihatnya ada 4 panggilan dari Byan. Dia menaruh kembali ponselnya.


"Ngapain dia nelfon?" ucap Shevi pelan tapi masih bisa didengar oleh Reni yang sudah selesai mandi dan duduk di sofa sambil mengeringkan rambutnya.


"Siapa? Byan maksud lo?" tanya Reni sambil menoleh ke Shevi yang berdiri di sampingnya. Dan dibalas anggukan oleh Shevi.


"Lo telfon balik aja Shev. Siapa tahu penting kan??" lanjut Reni memberi saran untuk sahabatnya.


"Nggak ahhh...!!!! Males. Masih sebel gue!!" jawab Shevi


"Terserah lo lah. Lo emang susah dikasih tahu. Sini rambut lo gue keringin." ucap Reni yang masih memegang hair dryer di tangannya. Shevi pun menurut dan duduk dikarpet bersender di sofa.


"Ke bawah yuk Ren. Abis basah-basahan gini enaknya makan yang anget-anget. Gimana kalau kita buat mie...????" ajak Shevi


"Ok. Setuju banget...!!" Reni mengiyakan dan mereka berlari kecil menuju dapur.


Setelah merasa kenyang, Reni pun pamit pulang karena hari sudah sore.


"Shev gue balik ya..." pamit Reni


"Kebiasaan lo SMP (Sudah Makan Pulang)." sindir Shevi yang melihat Reni menenteng tasnya.


"Heheeeeeee... tahu aja. Ini udah sore Shev. Besok lagi gue ke sini." ujar Reni lalu berjalan menghampiri Dian di ruang tengah.


"Tante, Reni pulang dulu..." pamit Reni sambil mencium punggung tangan Dian.

__ADS_1


"Iyaaaa... kamu hati-hati di jalan ya." pesan Dian. Reni menganggukan kepalanya.


__ADS_2