Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
56. Ep 56


__ADS_3

Setelah selesai meeting, Byan dan Revan hendak kembali ke kantor. Byan menyuruh Revan untuk melalui jalan yang agak sepi supaya terhindar dari kemacetan. Di dalam mobil, Byan memangku laptopnya. Dia masih menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


Revan yang memegang kemudi, tiba-tiba melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia melihat dua wanita yang dikejar-kejar preman. Matanya terbelalak melihat Reni yang lari sambil membawa high heel di tangannya sedangkan Shevi berada agak jauh di depan. Revan menghentikan mobilnya.


"By,,,," panggil Revan.


"Hmmmmm,,,," jawab Byan.


"Bukannya itu Shevi dan Reni??? Mereka dalam bahaya, By!! Mereka dikejar preman." kata Revan memberitahu Byan.


"Jangan bercanda, Van. Shevi kuliah!!" Byan tak percaya.


"Itu, lo lihat di seberang jalan." kata Revan. Byan kemudian menutup laptopnya. Dan ternyata memang benar yang dikatakan Revan. Dia melihat Shevi yang terjatuh dan tertangkap oleh preman itu. Byan buru-buru turun dari mobilnya. Dia berlari ke seberang jalan dan disusul oleh Revan.


Tanpa aba-aba, Byan langsung menghajar preman yang dengan beraninya menyentuh tunangannya. Sedangkan Revan mengejar salah satu preman yang berusaha membawa pergi Reni.


"Rupanya datang dua orang yang sok jagoan di sini??" kata bos preman itu dan langsung menyerang Byan. Karena Byan lengah, dia mendapat tonjokan di pipi kanannya.


Byan yang tak terima, dengan membabi-buta menghajar bos preman itu. Karena kalah, bos preman dan anak buahnya itu melarikan diri.


"Sayang, kamu tidak apa-apakan??" tanya Byan berlari mendekati Shevi dan langsung memeluknya.


"Aku baik-baik saja, Kak. Untung ada kamu. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi padaku dan Reni." jawab Shevi yang merasa sangat nyaman dalam pelukan Byan.


"Coba aku lihat dulu ada yang lecet nggak." kata Byan melepaskan pelukannya lalu mengamati badan Shevi dari atas ke bawah.


"Kak Byan, pipimu memar..." kedua tangan Shevi memegang wajah Byan.


"Tidak masalah. Ini hanya luka kecil." ujar Byan.


"Oiyaaaa, Reni mana???" tanya Shevi pada Byan. Dia sampai lupa pada sahabatnya itu.


"Itu..." Byan menunjuk Revan dan Reni yang sedang berjalan ke arahnya. Revan juga berhasil menyelamatkan Reni dan sayangnya belum sempat Revan menginterogasinya, preman itu kabur.


"Sheviiiii.........." Reni berlari dan langsung memeluk sahabatnya.


"Ren, lo baik-baik aja kan??" tanya Shevi.


"Iya. Hanya pergelangan tangan gue sedikit sakit karena diseret sama preman tadi." jawab Reni.


"Van, lo antar Reni pakai mobil gue. Gue pakai mobil Shevi langsung ke kantor. Gue tunggu lo di sana." perintah Byan.


"Ok." jawab Revan.

__ADS_1


"Ayo, aku antar." Revan membukakan pintu untuk Reni. Revan melajukan mobilnya meninggalkan Byan dan Shevi yang masih di sana.


"Mau sampai kapan high heels itu berada di tanganmu???" tanya Revan sambil fokus mengemudi.


"Ehhhh,,,,,," Reni baru sadar kalau dia masih menenteng high heels di tangannya.


"Maaf, aku sampai lupa. Hehehee....." ucap Reni, lalu memakainya.


Kantor Byan,


Byan menggandeng Shevi memasuki kantornya. Dia sedikit menundukkan kepalanya supaya memar di pipinya tak terlihat. Byan berhenti di depan meja Mia.


Mia sedikit kaget melihat wajah bosnya yang babak belur. Dia tidak berani untuk bertanya lebih jauh. Mia tidak ingin mencampuri urusan pribadi sang bos.


"Mia, tolong kamu bawakan es batu dan handuk kecil. Bawa ke ruangan saya." perintah Byan.


"Baik, Pak." jawab Mia.


Di dalam ruang kerjannya, Byan melepas jas dan melonggarkan dasinya. Dia lalu duduk di samping Shevi. Tak lama kemudian, Mia masuk membawa mangkuk yang berisi es batu serta handuk kecil.


"Ini, Pak." Mia meletakkan di atas meja.


"Ya. Terima kasih. Kamu boleh keluar." kata Byan.


Shevi langsung berinisiatif mengambil handuk dan es untuk mengompres wajah Byan yang memar karena menolong dirinya.


"Ini sudah pelan, kamu tahan ya." ucap Shevi.


Di luar kantor, Revan berlari kecil memasuki lobby. Dia terlihat sangat tergesa-gesa. Bukannya langsung ke ruang kerjanya, Revan malah menuju ruangan Keysa.


"Braaakkkk,,,,,," Revan membuka pintu ruangan Keysa dengan kasar.


"Tolong yang sopan ya kalau masuk ke ruangan orang." kata Keysa. Revan berjalan mendekati Keysa.


"Apa perlu kesopanan kalau menghadapi wanita licik sepertimu??!!" ucap Revan tegas.


"Aku mencoba sabar. Tapi semakin ke sini, kamu semakin keterlaluan. Kamu fikir aku tidak tahu kalau kamu menyuruh preman untuk mencelakai tunangan Byan??" lanjut Revan bertanya pada Keysa.


"Kamu bicara apa, Van??? Jangan asal menuduh. Kamu tidak ada bukti kan??" Keysa balik bertanya pada Revan.


Revan hanya diam karena memang dia tidak memiliki bukti sama sekali. Tapi dia yakin kalau itu pasti kerjaan Keysa. Revan keluar dari ruangan Keysa.


Keysa berdiri dan menggebrak meja kerjanya.

__ADS_1


"Kamu memang cerdas, Revan!!! Tunggu saja, apa yang akan aku lakukan padamu. Kamu menjadi sebuah hambatan untukku." ucap Keysa sambil tersenyum menyeringai.


Setelah keluar dari ruangan Keysa, Revan langsung menemui Byan. Saat membuka pintu, dia melihat Byan yang memiringkan kepalanya hendak mencium bibir Shevi.


Aduuuuhhhhhh,,,,,! Gue masuk di waktu yang kurang tepat!!! Batin Revan.


Revan dibuat bingung. Mundur salah, melangkah maju pun juga salah. Revan menelan ludahnya yang terasa seperti menelan biji kedondong. Dia hanya berdiri di pintu. Mau tidak mau dia harus menyaksikan sebuah adegan ciuman secara langsung, tanpa disensor.


Byan hanya mencium Shevi singkat karena menyadari kehadiran Revan.


"Aku ke toilet sebentar." ucap Shevi pada Byan. Dia bergegas karena menahan rasa malunya pada Revan.


"Ada apa, Van??" tanya Byan yang melihat Revan masih berdiri mematung di pintu.


Kebetulan Shevi ke kamar mandi, Revan segera mendekati Byan.


"By, gue curiga kalau ini perbuatan Keysa." kata Revan.


"Sepertinya iya. Tapi kita tidak bisa asal menuduhnya. Kita tak punya bukti yang kuat. Jangan gegabah." sahut Byan.


"Lo, awasi dia terus." imbuh Byan.


"Ok. Tenang aja!!! Gue cuma mau menyampaikan itu. Gue keluar. Kalian lanjut lagi ciumannya. Hahahahaaaa....." ucap Revan tertawa sambil berjalan keluar dari ruangan Byan.


"Shevi ngapain sih di toilet?? Lama banget." ujar Byan. Setelah beberapa saat, Shevi pun keluar.


"Lama banget, yang???" tanya Byan.


"Malulah sama Kak Revan. Lagian Kak Byan main nyosor aja.." jawab Shevi lalu kembali duduk di sofa. Dia duduk sedikit manjauh dari Byan.


"Kok duduknya jauhan???? Sini,,,,," Byan melambaikan tangannya menyuruh Shevi duduk di sampingnya.


"Nggak, Kak!! Lagian aku sudah mau pulang." Shevi mencoba menolaknya.


"Kenapa buru-buru??? Kamu tidak menungguku?? Sebentar lagi aku pulang. Kita pulang bersama." kata Byan mencoba menahan Shevi.


"Kapan-kapan lagi, Kak. Aku janji, akan menemanimu sampai pulang kerja." ucap Shevi.


"Baiklah. Aku tidak bisa memaksamu. Ayo aku antar." kata Byan lalu mengantar Shevi.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, coment&votenya teman.😉😉😉😉


__ADS_2