
Rumah Byan,
___________
Keysa yang mulai merasa jenuh di rumah, dia berencana untuk memgajak Byan keluar. Dia mencari-cari Byan. Setelah bertanya pada Bi Sumi, Keysa lalu menemui Byan di ruang kerjanya.
"By,,,, keluar yuk...!!!! Bosan di rumah terus." ajak Keysa.
"Memangnya mau kemana??? Aku banyak kerjaan Key..!!" ucap Byan lalu mematikan laptopnya.
"Yang penting keluar aja dulu. Nanti dipikirkan sambil jalan." kata Keysa.
"Tapi sekarang aku nggak bisa Key...!!" tolak Byan.
"Ayolah By. Aku mohon..." rengek Keysa dengan sedikit memaksa Byan.
"Baiklah...!!! Aku ganti baju dulu." Byan nenuruti kemauan Keysa.
"Aku akan membuat kita semakin dekat By." ucap Keysa lirih setelah Byan pergi. Dia lalu menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
***
Sementara itu di rumah Reni,
Shevi yang merasa bosan di rumah, akhirnya pergi ke tempat Reni. Saat masuk ke kamar Reni, Shevi mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Dia mengira pasti Reni sedang mandi. Shevi mulai merencanakan untuk mengerjai Reni. Dia bersembunyi di balik tembok.
"Doooorrrrrrr....." teriak Shevi setelah kamar mandi terbuka.
"Ehhh dor,,,, dor. Ehhh dor..." Mama Reni dengan latahnya menirukan Shevi.
Shevi dibuat kaget sekaligus malu karena yang keluar ternyata bukan Reni, melainkan Mamanya Reni.
"Loohhhhhh kok Tante..???? Maaf Tante...... Maaf.....!!!! Shevi kira yang di dalam Reni." ujar Shevi sambil menundukan kepalanya yang pastinya sangat malu.
"Shevi bikin kaget Tante saja. Reni tadi ke bawah. Kamar mandi di kamar Tante lagi di pakai sama Om kamu. Lalu Tante ke sini dehhh...." jelas Mamanya Reni yang masih mengelus dadanya karena kaget.
Reni yang besandar di pintu kamarnya sambil memperhatikan Shevi dari tadi, dibuat tertawa terpingkal-pingkal karena Shevi salah sasaran.
__ADS_1
"Hwaaahahaaaahahaaahaaa..." Reni tertawa.
"Rasain lo Shev salah orang. Hahahahahaaa..." kata Reni yang masih tak henti-hentiya menertawai Shevi. Setelah Mamanya Reni keluar, Shevi langsung menyeret sahabatnya dan menjitak kepalanya.
"Aduhhhhh sakit Shev..." keluh Reni mengelus kepalanya.
"Gue heran sama lo Shev. Tiap libur, pasti lo ke rumah gue. Kalau nggak, lo yang nyuruh gue ke tempat lo. Tunangan lo kemana????? Kenapa kalian nggak pernah jalan sih?" lanjut Reni bertanya pada Shevi.
"Nggak tahu. Katanya lagi sibuk dengan pekerjaannya." jawab Shevi.
"Lo nggak coba ke rumahnya???" tanya Reni lagi lalu duduk di samping Shevi.
"Gue udah pernah disuruh Ibu gue nganter makanan. Tapi Byan bilang dia belum sampai rumah. Setiap gue mau ke sana, dia selalu bilang begitu." jawab Shevi dengan wajahnya yang sedikit kesal. Reni yang mendengarnya dari Shevi membuat dirinya heran dengan Byan. Ada yang aneh menurutnya.
"Udah jangan bahas itu. Ren, lo sama Kak Revan sudah sedekat apa??" Shevi tiba-tiba menanyakan tentang Revan.
"Dekat apanya. Kita hanya teman. Lagian mana mungkin Kak Revan tertarik sama gue. Dia orangnya cuek, susah untuk di dekati. Sepertinya gue harus membuang jauh-jauh perasaan ini." jawab Reni yang terlihat sedikit kekecewaan di wajahnya.
"Masa belum maju udah menyerah???" tanya Shevi.
"Tahu ahhhhh,,,,,,,,!!!!!" jawab Reni lalu bangkit dari duduknya.
"Mau ngapain sih???" tanya Shevi yang melihat Reni sedang mengambil dua kaca mata hitam lalu memberikannya satu pada Shevi.
"Ini buat apa Ren???" tanya Shevi lagi sambil memandangi kaca mata di tangannya.
"Udah lo ikut aja..!!! Nanti juga lo bakal tahu kalau sudah sampai." jawab Reni lalu mengajak Shevi turun ke bawah.
Shevi membuka pintu mobilnya yang terparkir di halaman rumah Reni.
"Shev,,,, sini.." panggil Reni dan menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya. Shevi menuruti apa kata sahabatnya itu. Dia masuk ke dalam mobil Reni.
"Nih pakai topi...!!! Pakai mobil gue aja biar nggak ketahuan." ucap Reni sambil menyodorkan topi ke Shevi. Shevi pun menerimanya dan benar-benar dibuat bingung dengan rencana Reni. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan sahabatnya.
"Lo kasih tahu gue dong Ren. Kita mau kemana, mau ngapain???" tanya Shevi yang masih terus memandangi topi dan kaca mata hitam milik Reni.
"Udah gue bilang lo diam aja nggak usah banyak tanya.!! Itu pakainya nanti kalau udah sampai. Gue juga bakal pakai kaya lo." ujar Reni sambil menyetir mobilnya. Tapi dia belum tahu dimana rumah Byan.
__ADS_1
"Sial, gue nggak tahu rumahnya." umpat Reni.
"Shev, rumah Byan dimana???" tanya Reni. Shevi hanya diam tak menjawab pertanyaan Reni.
"Shev.....!!!! Lo budek ya..????" Reni sedikit meninggikan suaranya agar Shevi dengar.
"Nggak usah teriak gue dengar kali...!!!!" ucap Shevi santai.
"Kalau dengar, kenapa nggak jawab????" tanya Reni.
"Iihhhhhh lo ya Ren. Gue jadi serba salah. Katanya gue di suruh diam???? Ya udah gue memilih diam." jawab Shevi dengan santainya.
"Sejak kapan lo jadi **** Shev....???" tanya Reni sambil menepuk jidatnya karena dibuat jengkel oleh sahabatnya itu.
"Cepetan kasih ke gue alamat rumah Byan." kata Reni. Shevi pun memberitahu Reni dimana rumah Byan.
Reni menghentikan mobilnya di sekitar rumah Byan tapi masih bisa melihat kondisi dalam rumah Byan. Dia memakai topi dan kaca mata yang di bawanya.
"Shev, cepetan lo pakai.." kata Reni menyuruh Shevi untuk memakai topi dan kaca mata yang dibawanya. Tanpa banyak pertanyaan, Shevi lalu memakainya. Reni mengajak Shevi turun. Diam-diam dia mendekat lalu mengintip lewat sela-sela pagar rumah Byan.
"Eehhhhhh lo jangan gila ya Ren. Bisa-bisa kita digebukin masa yang mengira kita mau maling.." ucap Shevi sambil melihat Reni yang dari tadi celingak-celinguk melihat ke dalam rumah Byan. Saat Reni menyadari ada yang keluar dari balik pintu. Dia dengan cepat menyeret tangan Shevi dan mengajaknya berlari menuju mobilnya. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil.
"Fiiuuhhhh,,,,, hampir aja ketahuan." ucap Reni yang sedikit ngos-ngosan karena berlari lalu melepas kaca mata yang ia pakai. Reni melihat Byan dan seorang wanita yang keluar dari rumahnya.
"Shev,,, Shev,,,," Reni menepuk-nepuk Shevi tanpa melihatnya. Ternyata yang ditepuknya adalah wajah Shevi. Shevi memegang tangan Reni lalu disingkirkan dari wajahnya.
"Sory Shev nggak lihat..." ucap Reni menahan tawanya.
"Sengajakan lo..???" tanya Shevi.
"Udah-udah, mendingan sekarang lo lihat itu Byan keluar sama cewek." ucap Reni yang masih terus meihat ke arah Byan.
"Mana Ren..??? Kok nggak begitu jelas." kata Shevi.
"Haaiisshhhhhh.....!!! Kepala lo kepentok apa sih Shev kok bisa jadi o'on banget...??? Lepas itu kaca mata..!!" ujar Reni sambil menarik kaca mata yang masih dipakai Shevi.
"Heheheeeee,,,,,, lupa Ren.." jelas Shevi lalu mengamati Byan dan cewek yang ada di samping tunangannya. Dia merasakan sedikit sakit di hatinya melihat Byan terlihat sangat dekat dengan wanita lain. Tapi Shevi mencoba untuk percaya pada Byan.
__ADS_1
Janga lupa like, coment, & votenya...😉😉😉😉