Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
27. Ep 27


__ADS_3

Di kantor Byan,


______________


Byan yang akan bertemu dengan klien di luar, berpesan kepada Mia sekretarisnya.


"Mia, seandainya nanti kalau ada tunangan saya ke sini, kamu turun ke bawah jemput dia. Kalau saya belum kembali, suruh tunggu di ruangan saya." perintah Byan. Dia mengantisipasi kalau Shevi datang, takutnya akan menunggunya lagi di lobby.


"Baik Pak." jawab Mia


Sejak kapan Pak Byan tunangan????? kok aku nggak tahu. Jadi penasaran,,, seperti apa sih cewek yang sudah meluluhkan hati Pak Byan???? Batin Mia.


Revan yang berjalan di belakang Byan, mengacungkan jempol dan mengedipkan sebelah matanya ke Mia.


Mereka berjalan memasuki lift. Sesampai di lobby, Byan berhenti di depan meja receptionist.


"Lia, kalau Shevi datang ke sini lagi kamu telfon Mia." perintah Byan lalu berjalan keluar lobby.


"Baik Pak." jawab Lia sambil menundukkan kepalanya.


Byan bertemu klien dengan Revan. Dia tak pernah mengajak sekretarisnya. Mengantisipasi adanya gosip yang akan timbul. Apalagi Mia belum menikah. Byan sangat menjaga reputasinya.


1 jam setelah Byan pergi, Shevi pun sampai di kantor Byan. Dia memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk. Shevi menuju meja receptionist dan disapa ramah oleh Lia. Belum sempat Shevi bertanya, Lia sudah menebaknya.


"Mbak Shevi mau ketemu Pak Byan ya? Tunggu sebentar ya mbk." ucap Lia lalu menghubungi Mia lewat telfon.


Tak berapa lama Mia keluar dari lift dan menghampiri Shevi di sana.


"Maaf, anda tunangan Pak Byan ya. Mari saya antar ke ruangan Pak Byan." ajak Mia. Shevi mengangguk sambil tersenyum lalu mengikuti Mia.


Sembarangan,,,,, tunangan aja belum, udah ngaku-ngaku tunangan gue!!!! Batin Shevi yang masih mengekor di belakang Mia.


Mia mengantar Shevi sampai ke dalam ruangan Byan dan menyuruh Shevi menunggu karena Byan sedang bertemu klien di luar.


"Saya tinggal dulu Mbak. Kalau ada apa-apa panggil saya saja. Oiya.. perkenalkan nama saya Mia. Saya sekretaris Pak Byan." kata Mia kepada Shevi seraya memperkenalkan dirinya.


"Iya mbak. Saya Shevia, panggil saja Shevi. Jangan pakai mbak.... nggak enak di dengarnya.. heheehee..!! Oiyaaa kira-kira lama tidak ya. Kalau lama, saya pulang saja dan titip ini untuk Kak Byan." tanya Shevi.

__ADS_1


"Tidak mbak. Tadi Pak Byan berpesan anda di suruh tunggu di sini." jawab Mia


"Panggil saya Shevi saja Mbak. Baiklah saya akan menunggu." ucap Shevi.


"Saya keluar dulu mbak Shevi.." pamit Mia lalu keluar dari ruangan Byan dan menuju meja kerjanya. Mia menghubungi Byan kalau Shevi baru saja datang dan menunggu di ruangannya.


Shevi mengelilingi ruangan kerja Byan. Dia duduk di kursi kerja Byan. Matanya tertuju pada sebuah foto di atas meja dan diambilnya foto itu.



"Laaahhhhhh... kok ada foto gue?? Dapet dari mana dia?? Ternyata diam-diam pajang foto gue di sini!!!" Shevi berbicara sendiri sambil menatap foto dirinya lalu ditaruh kembali ketempat semula.


"Lama banget....!!!" Shevi bangkit dari duduknya dan pindah ke sofa. Dia merebahkan tubuhnya sambil mengotak-atik ponselnya. Sampai tak terasa dia tertidur di sana.


Setelah mendapat telfon dari Mia, Byan buru-buru ingin kembali ke kantor padahal urusan dengan kliennya belum selesai. Dia tak sabar untuk bertemu dengan Shevi. Byan takut kalau Shevi pulang karena menunggu dirinya yang terlalu lama.


"Van ini kan udah selesai, gue mau balik duluan ke kantor. Lo temenin mereka makan siang. Mobil gue bawa, nanti gue suruh supir kantor jemput lo." ucap Byan berbisik kepada Revan yang duduk di sebelahnya. Revan menganggukkan kepalanya menuruti perintah bosnya. Byan lalu pamit dan menyalami kliennya.


Setelah 20 menit, Byan sampai di kantornya. Dia keluar dari mobilnya dan berjalan tergesa-gesa memasuki kantornya.


"masih Pak." jawab Mia singkat.


Byan lalu masuk ke dalam ruangannya, dan dilihatnya Shevi tertidur di sofa. Byan mendekati Shevi dan jongkok di depannya. Dipandangnya wajah cantik itu.


"Maaf membuatmu menunggu lagi." ucap Byan lirih sambil mengelus kepala Shevi dengan lembut lalu mengambil ponsel milik Shevi yang masih digenggamnya dan menaruhnya di meja. Byan menyelimuti tubuh Shevi menggunakan jasnya. Dia kembali ke meja kerjanya.


Shevi perlahan membuka matanya. Dia langsung melihat ke meja kerja Byan. Ternyata Byan sudah duduk di sana sambil menopang dagunya menggunakan kedua tangannya dan memandang Shevi dengan senyuman yang menambah ketampanannya.


Shevi langsung duduk dan menyingkirkan jas yang menyelimuti tubuhnya. Byan berjalan ke arahnya.


"Bruuuuuuggghhhhhh......" Byan tersandung kaki meja dan jatuh tepat di atas tubuh Shevi. Mereka saling pandang.


Disaat yang bersamaan, Mia masuk ke dalam ruangan Byan tanpa permisi terlebih dahulu. Dia kaget melihat kejadian di depan matanya.


Byan dan Shevi yang masih dalam posisi seperti itu, menoleh secara bersamaan ke arah Mia yang sedang berdiri di pintu.


"Ma....maaf Pak." kata Mia yang masih berdiri di sana.

__ADS_1


Byan segera berdiri. Begitu pula Shevi langsung membenahkan duduknya.


"Ada apa Mia?" tanya Byan lalu duduk di dekat Shevi.


"Ini ada yang harus Bapak tanda tangani." Mia berjalan mendekati Byan dan menyodorkan map berwarna biru yang ia bawa.


Byan menerima map itu dan membukanya. Dia membolak-balikkan berkas itu dan dibacanya dengan teliti sebelum ditanda tanganinya. Byan menyerahkan kembali kepada Mia.


"Saya permisi Pak" pamit Mia lalu membalikkan badan. Belum sempat melangkah, terdengar Byan memanggil namanya.


"Mia...." panggil Byan. Mia pun kembali membalikkan badannya menghadap Byan.


"Ya Pak ada yang bisa saya bantu?" tanya Mia.


"Tidak ada. Kejadian tadi hanya kecelakaan karena kaki saya tersandung meja. Jadi jangan salah paham dengan apa yang kamu lihat." jawab Byan karena tidak mau ada gosip yang menyebar.


"Baik Pak." ucap Mia lalu berjalan keluar.


"Kamu tadi sengaja kan?" tanya Shevi menelisik.


"Aku benar-benar tak sengaja. Sumpah...." jawab Byan meyakinkan.


"Kok makanannya masih utuh? Kamu belum makan? Ini sudah jam setengah dua lho...!!!" tanya Shevi lagi.


"Belum. Aku menunggumu bangun." jawab Byan.


"Jangan suka telat makan. Nggak baik..." ucap Shevi sambil menyiapkan makanan yang dia bawa. Byan hanya memperhatikan Shevi.


"Kamu perhatian banget sama aku." kata Byan.


"heiiiiii.... jangan ge-er. Ini juga yang nyuruh Ibu. Sudah kamu cepetan makan. Aku mau pulang dulu" pamit Shevi yang berdiri lalu meraih tasnya.


"Kalau kamu pulang, aku tidak jadi makan." ancam Byan lalu tangannya menarik tangan Shevi agar duduk kembali.


"Temani aku makan. Aku mohon jangan pulang dulu. Kita makan bareng ya." lanjut Byan memohon.


"Ok... aku temani. Tapi kamu saja yang makan. Aku masih kenyang." ucap Shevi yang tak jadi pulang.

__ADS_1


__ADS_2