Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
53. Ep 53


__ADS_3

Keromantisan antara Byan dan Shevi sering sekali mereka umbar. Terutama saat Byan mengajak Shevi ke perusahaannya. Tak jarang Byan mengumbar kemesraan di depan para stafnya. Banyak para stafnya yang senang dan sangat mendukung hubungan mereka. Tapi ada juga beberapa yang mencibirnya karena rasa iri.


Keysa, salah satunya. Beberapa kali dia melihat Byan mengajak Shevi ke kantornya. Rasa cemburu di hatinya yang semakin bergejolak, membuatnya tak bisa lagi berfikir jernih. Hati dan fikirannya sudah dibutakan oleh cinta yang teramat besar untuk Byan.


Disaat jam makan siang tiba, Keysa memasuki ruang kerja Byan dan membawakan makan siang untuknya. Dia dengan leluasa masuk karena tidak ada Revan yang selalu menghalanginya untuk masuk ke ruangan Byan.


Revan dan Mia sedang makan siang dikantin. Revan tak mengira kalau Keysa masih berani datang ke rungan Byan setelah ancaman-ancaman yang dia berikan.


Ada yang berbeda dengan penampilan Keysa kali ini. Dia memakai pakaian yang sedikit terbuka. Blazer hitamnya ia lepas. Kini tinggal kemeja putih transparan yang ia kenakan. Keysa, sengaja membuka kancing baju bagian atas yang menampakkan belahan dadanya. Dan rok super pendek yang memperlihatkan paha mulusnya. Dengan berjalan melenggak-lenggok bak model, dia duduk di depan meja kerja Byan.


Dengan kamu melihatku seperti ini, aku yakin, kamu akan jatuh kepelukanku, By!!! Kamu laki-laki normal. Seberapa kuatkah kamu dalam menahan godaan seperti ini???? Kita lihat saja.... Batin Keysa dengan senyuman liciknya.


Byan masih disibukkan dengan berkas yang harus disiapkanya untuk meeting nanti sehingga tak memperhatikan Keysa.


"By,,,,," panggil Keysa sambil mengulur tangannya meraih jemari tangan Byan. Byan terperanjat melihat Keysa yang tanpa dia tahu sudah duduk di depan meja kerjanya.


"Sejak kapan kamu di sini, Key?" tanya Byan dengan cepat menarik tangannya.


"Baru saja. Kelihatannya kamu sangat sibuk ya???? Aku membawa makanan buat kamu. Kamu belum makan siangkan?" tanya keysa dengan memperlihatkan senyuman menggodanya.


Byan dibuat canggung dengan keadaan saat ini. Dia merasakan ada yang aneh dengan Keysa. Terutama cara berpakaiannya. Bukannya Byan tergoda, tapi justru membuatnya bergidik ngeri.


"Key, kancing bajumu lepas?? Kenapa masih dipakai?" sindir Byan. Dia tahu kalau sebenarnya Byan menyindirnya. Bukannya merasa malu, dia malahan menegakkan dadanya supaya terlihat jelas.


"Eehhhhh,,, ini,,, mungkin lepas sendiri. Maaf, By." kata Keysa sambil mengancingkan kembali bajunya.


Siaaallllll,,,, bukannya tergoda, dia malah menyindirku. Byan masih normalkan???? Masa lihat beginian, responnya biasa saja???....Batinnya.


"Oiyaaa Key, tolong kondisikan juga bajumu kalau berada di kantor. Jangan terlalu transparan!!! Kasihan para karyawan laki-laki yang melihatnya. Membuat sakit mata saja!!!!" ujar Byan kembali mengeluarkan kritikannya yang membuat Keysa agak malu.


Niatnya yang ingin menggoda Byan pun seketika hilang setelah mendengar sindiran halus Byan yang langsung mengenai hatinya.

__ADS_1


"Baik, By. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku dulu. Jangan lupa dimakan." Keysa berjalan keluar sambil menarik-narik roknya ke bawah. Byan yang melihatnya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia merasa semakin hari, Keysa semakin nekat.


Saat melewati meja Revan, Keysa mengelus dadanya karena beruntung Revan belum kembali. Tapi sepertinya hari ini dia benar-benar sedang sial. Keysa melihat Revan berjalan ke arahnya. Keysa menunduk dan berjalan sangat cepat. Mereka berpapasan, Revan menaikkan alis sebelahnya melihat Keysa yang menurutnya mencurigakan. Keysa tak berani menatap Revan. Dia terus berjalan tanpa menoleh Revan yang masih menatapnya.


"Ada apa dengan nenek sihir itu?? Dia memanfaatkan waktu istirahat untuk bertemu Byan??? Gue kecolongan....." gumamnya. Dia penasaran dengan apa yang dilakukan Keysa. Revan langsung masuk ke ruangan Byan.


"Kemana saja lo, Van???" tanya Byan saat melihat Revan masuk.


"Gue ke kantin makan, By..!!! Memangnya kenapa?? Masa gue harus standby jagain lo terus???" jawab Revan.


"Jangan bilang nenek sihir itu ke sini gangguin lo???" imbuh Revan bertanya pada Byan.


"Bukan hanya ganggu. Tapi bisa dibilang menggoda..!!!" jawab Byan.


"Menggoda bagaimana?" tanya Revan penasaran.


"Dia pakai baju yang bisa dibilang tembus pandang, Van. Terus parahnya lagi, kancing bajunya sengaja dibuka. Otomatis belahannya kelihatan, Van!!!!!" jawab Byan dengan detail menjelaskan pada Revan sambil mempraktikkannya.


"Yaaaahhhhh,,,, anggap saja cuci mata, By. Tapi lo menikmatikan????" tanya Revan penuh selidik.


"Cuci mata kepala lo??!!!! Gue langsung tegur dialah....!!" jawab Byan seketika membayangkan kembali kejadian tadi yang membuatnya ngeri.


"Lagian, Keysa beramal setengah-setengah!!! Kalau saran gue, mendingan tadi langsung buka aja. Hahahahaaaaa...." ujar Revan sambil tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata. Dia tak henti-hentinya menggoda sahabatnya. Byan dibuat kesal oleh Revan. Dia menatap Revan tajam.


"Bukannya memberi solusi, lo malah ketawain gue habis-habisan." kata Byan.


"Laaaahhhh,,,, itu kan lo sendiri yang cari masalah!!! Siapa suruh menerima dia bekerja di sini?? Yang pentingkan gue udah mengingatkan lo dari awal. Sekarang lo tinggal menikmati permainannya!!" ujar Revan yang tak lagi bercanda, kini dengan wajah seriusnya. Revan menatap Byan yang terlihat sedang berfikir.


"Kenapa lo sekarang kelabakan??? Lo yang memasukkannya ke dalam kehidupan lo. Secara tidak langsung, lo memberi harapan padanya. Harusnya lo bisa menebaknya dari awal dong...!!!" lanjut Revan.


"Dia yang memohon-mohon, Van." jawab Byan.

__ADS_1


"Lo juga harus tahu, mungkin dia bisa lebih nekat lagi. Lo harus fikirkan itu, By!!!!" ucap Revan.


"Semua ucapan lo memang ada benarnya, Van!!" kata Byan sambil menggigit pulpen yang dipegangnya. Dia menyaring semua yang diucapkan Revan padanya.


"Lo tahu siapa yang menyerempet Shevi, By???" tanya Revan memajukan badannya. Byan memgerutkan dahinya sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalau gue beri tahu, entah lo percaya atau tidak. Tapi gue melihat dengan mata kepala gue sendiri." kata Revan.


"Jangan bertele-tele!! Beritahu gue siapa yang sudah mencelakai Shevi!!!" ucap Byan yang sudah tidak sabar ingin mengetahuinya.


"Keysa." jawab Revan singkat. Byan terperangah mendengarnya. Terlihat amarah di wajahnya. Dia langsung berdiri dan akan melabrak Keysa.


"Lo mau kemana, By???" tanya Revan.


"Gue mau memberi pelajaran Keysa." jawab Byan sambil melangkahkan kakinya hendak keluar ruangannya tapi dicegah oleh Revan.


"Jangan buat keributan di kantor lo sendiri. Malu dilihat para pegawai lo..!!!" Revan mencoba menenangkan Byan.


"Tapi gue nggak bisa terima, Van!!!" kata Byan dengan amarah yang sudah meluap-luap. Dia tak terima kalau Shevi menjadi target Keysa.


"Gue tahu. Lo duduk dulu...!!!" Revan menyeret tangan Byan dan menyuruhnya duduk. Byan duduk dengan kedua tangannya menutup wajahnya.


"Lo tenang. Tahan emosi lo!! Kita tidak punya bukti. Mendingan kita nikmati saja permainan Keysa. Sambil mengumpulkan bukti, By!!" kata Revan. Dia menghirup nafas lega karena berhasil menenangkan sahabatnya. Kalau tidak, bisa-bisa seisi kantor hancur terkena imbas amukan Byan.


"Kalau lo sudah merasa tenang, sekarang kita berangkat. Lo nggak lupakan kita ada meeting. Gue keluar dan siap-sipa dulu. Gue tunggu di mobil." Revan pun keluar. Byan juga bangkit dari duduknya. Dia mengambil berkas-berkas dan laptopnya lalu menyusul Revan.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, coment&votenya temaannnn.....😊😊😊😊😊


__ADS_2